Plt Gubernur Riau Tancap Gas! Bakal Evaluasi Pejabat BUMD yang tidak Optimal Kinerjanya!

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai belum memberikan kontribusi optimal bagi pendapatan daerah.

Sejumlah persoalan strategis mulai dari kinerja manajemen hingga efisiensi operasional menjadi perhatian serius Pemprov Riau.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara terbuka menyoroti kondisi beberapa BUMD yang justru dinilai membebani keuangan daerah. Menurutnya, keberadaan BUMD seharusnya mampu menjadi motor penggerak ekonomi dan sumber pendapatan, bukan sebaliknya.

“Terhadap PT SPR dan PT PIR, seharusnya bisa memberi penambahan bagi daerah. Bukan makin habis. PT PIR, ada direksi satu dan ada direksi dua, tapi gak ada pendapatan. SPR Erlangga, belum nampak hasilnya tapi struktur organisasinya makin banyak,” tegas Plt Gubri SF Hariyanto, di ruang Melati, Kantor Gubernur Riau, Rabu (31/12/2025).

Dijelaskan, bahwa berdasarkan penilaian terdapat ketidakseimbangan antara struktur organisasi dan kinerja keuangan, menjadi masalah dasar yang harus segera dibenahi. Penambahan jabatan dan biaya operasional tanpa diiringi capaian pendapatan dinilai tidak sehat bagi keberlanjutan BUMD.

“Masalah inilah yang harus kita selesaikan permasalahannya ke depan. Karena kita inginnya BUMD itu hidup,” jelasnya.

Plt Gubri juga menekankan pentingnya profesionalisme para direktur BUMD dalam menjalankan amanah. Ia mengingatkan agar pimpinan perusahaan milik daerah lebih fokus pada peningkatan kinerja dan kontribusi keuangan.

“Saya berharap, direkturnya itu dapat bekerja dengan baik. Bukan belum apa-apa, malah minta beli mobil. Kalau begitu gimana mau maju pendapatan dan hasilnya,” tegasnya.

Selain PT SPR dan PT PIR, perhatian khusus juga diarahkan kepada Bank Riau Kepri Syariah (BRKS). Menurutnya, kondisi tata kelola di BRKS saat ini tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Pengedar Narkoba di Belawan Sempat Dilepas dan Serang Polisi, Berhasil Ditangkap Saat Kabur ke Riau

“Begitu juga BRKS, sampai sekarang belum jadi keluar hasil pansel. Direksinya gak ada, komisarisnya gak ada, itu jelas salah. Ini melanggar aturan, artinya nanti kita sempurnakan dulu,” ungkapnya.

Diterangkan, bahwa BRKS sebelumnya pernah menjadi salah satu BUMD andalan yang mampu menyumbang pendapatan signifikan bagi daerah. Namun, kondisi tersebut kini mengalami penurunan tajam.

“BRKS dulu bisa menghasilkan ratusan miliyar, bahkan sempat 500 miliyar pernah. Sekarang cuman 80 milyar,” terangnya.

Ia juga menyoroti ketidakseimbangan antara jumlah jaringan layanan dengan pendapatan yang dihasilkan. Banyaknya gerai yang dimiliki BRKS tidak sebanding dengan kontribusi keuangan yang diterima daerah.

“Sementara gerainya banyak, tapi pendapatan gak ada. Ini perlu dikaji,” ujarnya.

Plt Gubri SF Hariyanto mengatakan perlunya evaluasi mendalam terhadap struktur biaya dan belanja operasional di tubuh BRKS. Hal ini sangat perlu dilakukan, untuk memastikan efisiensi dan efektivitas pengelolaan perusahaan.

“Kemana BRKS, apa belanja operasionalnya kebesaran atau gimana. Inilah ke depan yang harus kita selesaikan,” katanya.

Melalui evaluasi menyeluruh ini, Pemprov Riau berharap BUMD dapat kembali berfungsi sebagai instrumen strategis pembangunan daerah. Sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel demi kepentingan masyarakat Riau.

“Kita sama-sama bergerak, sama-sama berdoa, semoga permasalahan BUMD bisa cepat terselesaikan di tahun depan,” pungkasnya. (**/Red)

Berita Terkait

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
Plt Bupati Kuansing Apresiasi Pengabdian Komjen Herry Heryawan, Kinerja Herimen Berdampak Baik di Kuansing
Aktivitas Cut and Fill Reklamasi di TELUK MATA IKAN Diduga Tanpa Izin, Bagaimana Fungsi Pengawasan BP BATAM?
TNI-Polri dan Buruh Tanam 20 Ribu Pohon di Siak, Kabaharkam Tekankan Polisi Bersama Rakyat
Pawai Karnaval Perangkat Daerah, Diskominfo Siak Sampaikan Pesan Keamanan Digital
41 Perangkat Daerah Siak Tampilkan Wajah Pelayanan di Pawai HUT ke-27
Kapolres Binjai Perkuat Ketahanan Pangan, Total Serapan Jagung ke Bulog Tembus 314,2 Ton
Pemkab Siak Bersama BAZNAS Gelar Sunat dan Nikah Massal Sambut Hari Jadi ke-27

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Plt Bupati Kuansing Apresiasi Pengabdian Komjen Herry Heryawan, Kinerja Herimen Berdampak Baik di Kuansing

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Aktivitas Cut and Fill Reklamasi di TELUK MATA IKAN Diduga Tanpa Izin, Bagaimana Fungsi Pengawasan BP BATAM?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:28 WIB

TNI-Polri dan Buruh Tanam 20 Ribu Pohon di Siak, Kabaharkam Tekankan Polisi Bersama Rakyat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:23 WIB

Pawai Karnaval Perangkat Daerah, Diskominfo Siak Sampaikan Pesan Keamanan Digital

Berita Terbaru