Menghalangi Tugas Jurnalis, Perangkat Desa Dilaporkan ke Polisi, Ada Apa Penyidik Batalkan Mediasi?

- Jurnalis

Kamis, 28 Maret 2024 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungsitoli, SUMUT, (NVC) – Oknum Aparat Desa Saiwahili Hili’adulo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias atas nama Firman Lawolo telah dilaporkan beberapa bulan lalu di Polres Nias karena mengancam Jurnalis / Wartawan yang hendak melakukan tugas Peliputan di lapangan.

Pelaku adalah Firman Lawolo dilaporkan di Polres Nias oleh Temazaro Zebua, Korwil Media Online Jejakkasus.id secara Dumas Nomor : 012/MJK/PERS/XII/2023, tanggal 18 Desember 2023 perihal laporan pengaduan tentang menghalang-halangi serta mengancam tugas jurnalistik/wartawan yang hendak melakukan peliputan Pelantikan Aparat Desa Jabatan Kepala Dusun Desa Saiwahili Hili’adulo

“Perihal itu terjadi menimpa dua orang wartawan yang mendapat undangan secara lisan melalui pesan WhatsApp dari salah seorang warga Desa Saiwahili Hili’adulo atas nama Syukur Anwar Lawolo untuk meliput acara Pelantikan Aparat Desa Jabatan Kepala Dusun yang berlangsung di Kantor Desa Saiwahili Hili’adulo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias tanggal 13 Desember 2023 sekira pukul 10.30.WIB,” ungkap pelapor Temazaro Zebua kepada Awak Media di kantin Polres Nias, Rabu (27/03/2024).

Berdasarkan undangan Syukur Anwar Lawolo pelapor besama temannya meliput kegiatan pelantikan Aparat Desa Jabatan Kepala Dusun tepat di Kantor Desa Saiwahili Hili’adulo Kecamatan Idanogawo Kabupaten Nias, melakukan pemotretan Pelantikan, tiba-tiba Firman Lawolo Kasi Kesra Desa Saiwahili Hili’adulo menghampiri wartawan yang sedang meliput dengan penuh arogan layaknya seperti preman pasar mengatakan, “Siapa kalian, jangan coba-coba potret ya, nanti kita main,” ancam Firman sambil menggertak.

Ancaman Firman itu sempat terjadi dorong-mendorong dan menghina Jurnalistik sembari Firman mengeluarkan KTA menyampaikan bahwa iya juga seorang wartawan. “Lalu beberapa warga mencoba meredamkan situasi hingga kami berdua memutuskan untuk pergi kerena terancam,” jelas Temazaro.D

Dituturkan Temazaro Zebua bahwa, Laporan Dumas’nya di Polres Nias sudah dikeluarkan surat pemberitahuan pengembangan hasil penelitian laporan Nomor : B/8/I/RES.1.24/Reskrim, tanggal 30 Januari 2024.

Baca Juga :  KPU Riau Bersama KPU Siak Sosialisasikan PSU kepada Pemilih

“Selanjutnya tanggal 13 Januari 2024, tiba-tiba ada surat undangan mediasi yang disampaikan kepada saya oleh Penyidik Polres Nias Nomor : B/Und-693/III/RES.1.24/Reskrim. Dengan adanya kesadaran terlapor, undangan mediasi tersebut saya penuhi setelah kami kedua belah pihak sampai di Polres Nias mediasi dibatalkan Penyidik, dengan alasan dijadwal ulang kembali. Hal itu membuat saya merasa kecewa seakan dibungkam dengan sikap keputusan Penyidik yang tidak koperatif menanggapi kesepakatan kami kedua belah pihak,” ungkap Temazaro.e

Temazaro Zebua berharap kepada Kapolres Nias, Kasat Reskrim Polres Nias dan Penyidik Reskrim Polres Nias menanggapi serius laporannya tersebut agar tidak di sepelekan, dirinya saat ini tidak nyaman merasa terancam melaksanakan kegiatan Jurnalistik di lapangan atas ancam Firman Lawolo tersebut.

“Kami Pers memiliki perlindungan Undang -Undang hukum Negara, sesuai ketentuan kelahiran Undang-Undang No.40 Tahun 1999 tentang Pers mempunyai perlindungan hukum dan Pasal 18 ayat (1) UU Pers menyatakan, “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah),” terangnya.

Terpisah, awak media konfirmasi Fides Zai Kuasa Hukum terlapor Firman Lawolo melalui WhatsApp terkait kendala undangan mediasi penyidik Polres Nias tanggal 13 Maret 2024 antara kliennya dengan Pelapor Temazaro Zebua di batalkan Penyidik, belum memberikan penjelasan.

Lanjut awak media konfirmasi Kasi Humas Polres Nias Iptu Osiduhugo Daeli melalui WhatsApp terkait dibatalkan Penyidik Reskrim Polres Nias mediasi antara Pelapor Temazaro Zebua dengan Terlapor Firman Lawolo, Humas mengatakan, “Sampai sekarang masih proses LIDIK,” kata Humas. (Rls)

Editor: Bamen

Berita Terkait

Pemdes Bantan Air Tekankan Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Siak Temui Menko Pangan, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan dan Kampung Nelayan Masyarakat Siak
Bupati Bengkalis Hadiri Rakornas Pusat dan Daerah, Presiden Prabowo Tekankan Kerja Nyata dan Keberpihakan pada Rakyat
Diresmikan Dahulu Baru Muncul Kegiatan Baru dalam Proyek Stadion Mini Gelora Hangtuah
Ahli Pidana: Kasus Pancur Batu Berbeda Jauh dengan Sleman, Penganiayaan Terencana & Bukan Spontanitas
Operasi Keselamatan 2026 TMT 2 sd 15 Februari 2026
Pemerintah Desa Pambang Pesisir Mengucapkan Tahniah Kepada Ahmad Mulhadi Putra Asli Desa Pambang Pesisir
Polrestabes Medan Klarifikasi Isu Viral “Korban Jadi Tersangka”, Ini Fakta Penanganan Perkaranya

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:39 WIB

Pemdes Bantan Air Tekankan Disiplin dan Peduli Lingkungan

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:51 WIB

Bupati Siak Temui Menko Pangan, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan dan Kampung Nelayan Masyarakat Siak

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:20 WIB

Bupati Bengkalis Hadiri Rakornas Pusat dan Daerah, Presiden Prabowo Tekankan Kerja Nyata dan Keberpihakan pada Rakyat

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:13 WIB

Diresmikan Dahulu Baru Muncul Kegiatan Baru dalam Proyek Stadion Mini Gelora Hangtuah

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:17 WIB

Ahli Pidana: Kasus Pancur Batu Berbeda Jauh dengan Sleman, Penganiayaan Terencana & Bukan Spontanitas

Berita Terbaru

Headlines

Pemdes Bantan Air Tekankan Disiplin dan Peduli Lingkungan

Selasa, 3 Feb 2026 - 17:39 WIB