Resmi Tutup PKA 2025, Zulkifli Syukur: Pemimpin Imigrasi Harus Mampu Ciptakan Manfaat Pelayanan Publik

- Jurnalis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU – Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Zulkifli Syukur resmi menutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan XVII, XVIII, dan XIX serta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) angkatan XXII, XXIII, dan XXIV di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.

Pelatihan yang telah ditutup tersebut dilaksanakan di Aula Ki Hajar Dewantara Balai Penjamin Mutu Pendidikan, Kantor BPMP Provinsi Riau, Jumat (19/12/2025).

Dalam sambutannya, Asisten I Setdaprov Riau Zulkifli Syukur mewakili Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyatakan bahwa pelatihan Kepemimpinan Administrator dan Pengawas ini bukan sekadar kewajiban administratif, dan bukan pula semata-mata syarat formal untuk menduduki jabatan.

“Pelatihan ini adalah investasi negara untuk memastikan bahwa birokrasi benar-benar diisi oleh pemimpin yang mampu berpikir strategis, mengambil keputusan tepat, dan menghadirkan pelayanan publik yang nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Zulkifli Syukur.

“Peseta yang mengikuti PKA dan PKP ini adalah pemimpin lapangan. Di tangan kalian-lah, kebijakan diterjemahkan menjadi tindakan. Di tangan kalian pula, cepat atau lambatnya pelayanan, sederhana atau berbelitnya proses, serta manusiawi atau kaku wajah birokrasi negara sangat ditentukan,” tambahnya.

Dalam konteks Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, peran tersebut menjadi semakin strategis.

Imigrasi adalah wajah pertama negara yang dilihat masyarakat dan dunia internasional. Di sana, menurut Zulkifli Syukur, integritas, kepastian, dan profesionalisme aparatur diuji setiap hari-nya.

“Sementara itu, pemasyarakatan adalah cermin kemanusiaan negara, yang menuntut kepemimpinan berkarakter, tertib, dan berorientasi pada pembinaan serta pemulihan, bukan semata-mata penghukuman,” terang Zulkifli.

Oleh karena itu, esensi terpenting dari seluruh rangkaian PKA dan PKP ini terletak pada aksi perubahan yang dirancang dan implementasikan.

“Aksi perubahan tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen kelulusan. Ia harus hidup, dijalankan, dan memberikan dampak nyata di unit kerja masing-masing,” sebutnya.

Baca Juga :  Polda Sumut Gelar Apel Operasi Keselamatan Toba 2026, Tekankan Lalu Lintas Aman dan Humanis

Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Riau Evarefita melaporkan bahwa total peserta PKA angkatan XVII dari 40 peserta yang mengikuti pelatihan, 39 peserta dinyatakan lulus dan 1 tidak lulus karena meninggal,

PKA angkatan XVIII dari 40 peserta semua nya lulus, PKA angkatan XIX dari 43 peserta yang mengikuti pelatihan, 42 diantaranya dinyatakan lulus dan 1 mengundurkan diri.

Sementara untuk PKP angkatan dari 40 peserta yang mengikuti pelatihan 38 dinyatakan lulus dan 2 mengundurkan diri, PKP angkatan XXIII dari 43 peserta, 41 nya dinyatakan lulus dan 1 tidak lulus dan 1 peserta lainnya tidak mengikuti seminar serta angkatan XXIV dari 43 peserta dinyatakan lulus, 1 nya tidak lulus. Dengan total keseluruhan peserta PKA dan PKP di lingkup Imigrasi RI sebanyak 243 orang.

Ia juga menjelaskan, bahwasanya untuk metode pembelajaran yang dilakukan menjabarkan kurikulum dalam setiap tahapan yang telah disesuaikan dengan tujuan pembekalan pakar, pemutaran film pendek, diskusi, pemecahan kasus studi lapangan, merancang aksi perubahan, coaching learning, penyusunan produk pembelajaran dan seminar yang dilaksanakan secara learning.

“Para peserta telah merancang dan mengimplementasikan aksi perubahan pada instansinya masing-masing dengan melibatkan atasan, kolega dan stakeholder terkait,” ujar Eva.

“Hasil implementasi telah di presentasikan dihadapan para penguji, pembimbing dan mentor beberapa hari yang lalu. Aksi perubahan tersebut merupakan aktualisasi kompetensi peserta sebagai pemimpin perubahan di instansinya,” imbuhnya.

Untuk pemantauan dan evaluasi terhadap peserta telah dilakukan sepanjang proses pelatihan berlangsung, dengan melibatkan seluruh komponen, seperti fasilitator, coach, penguji, mentor dan penyelenggara juga telah memberikan kesempatan untuk melakukan keringanan. (**/Red)

Berita Terkait

Polres Langkat Tangkap Tujuh Pelaku Curas di Empat Lokasi, Amankan Sajam dan Sepeda Motor
Kapolda Sumut Cek Kesiapsiagaan Kendaraan dan Peralatan Penanganan Karhutla
Kapolres Binjai Bersama PJU Gelar Silaturahmi ke Mako Yonarhanud 11/WBY
Kapolres Binjai Cek Kesiapan Kendaraan, Senpi dan HT Dinas
Patroli Sambang Nelayan, Satpolairud Polres Langkat Sampaikan Imbauan Waspada
Tim LIBAS Polres Binjai Bubarkan Tawuran Geng Motor, Empat Pelaku Diamankan 
Polres Dairi Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Huta Rakyat
Gerak Cepat Jatanras Simalungun, Bandit Spesialis Rumah Kosong Diringkus

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:39 WIB

Polres Langkat Tangkap Tujuh Pelaku Curas di Empat Lokasi, Amankan Sajam dan Sepeda Motor

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:36 WIB

Kapolda Sumut Cek Kesiapsiagaan Kendaraan dan Peralatan Penanganan Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

Kapolres Binjai Bersama PJU Gelar Silaturahmi ke Mako Yonarhanud 11/WBY

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:31 WIB

Kapolres Binjai Cek Kesiapan Kendaraan, Senpi dan HT Dinas

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:29 WIB

Patroli Sambang Nelayan, Satpolairud Polres Langkat Sampaikan Imbauan Waspada

Berita Terbaru

Headlines

Kapolres Binjai Cek Kesiapan Kendaraan, Senpi dan HT Dinas

Senin, 24 Agu 2026 - 23:31 WIB