Safari Ramadan di Malam Terakhir 2026, Bupati Siak Afni Zulkifli Tegaskan Pemerintah Tetap Hadir di Tengah Tekanan Fiskal

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIAK — Bupati Siak, Afni Zulkifli, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus tetap hadir di tengah masyarakat meskipun menghadapi tekanan fiskal yang berat.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri malam terakhir Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Siak tahun 2026 di Masjid Al Hijrah, Dusun Lebuai Indah, Kampung Bekalar, Kecamatan Kandis, Jumat malam (13/3/2026).

Safari Ramadan malam ini menjadi rangkaian penutup dari kunjungan pemerintah daerah ke berbagai kecamatan selama bulan suci, yang sekaligus dilaksanakan bersamaan dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.

Dalam keterangannya, Afni menyebutkan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang bagi pemerintah untuk melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan, terutama di tengah situasi keuangan daerah yang sedang tidak mudah.

“Alhamdulillah rangkaian Safari Ramadan tahun 2026 bisa kita tuntaskan. Total ada 28 titik yang kami kunjungi bersama Wakil Bupati. Bagi kami, turun langsung ke masyarakat adalah kewajiban, apalagi dalam situasi fiskal yang berat seperti sekarang. Justru di saat sulit, pemerintah tidak boleh menjauh,” kata Afni.

Ia mengakui bahwa kebutuhan pembangunan di Kabupaten Siak masih sangat besar, sementara kemampuan anggaran daerah terbatas. Karena itu, pemerintah memilih untuk tetap hadir di tengah masyarakat guna mendengar langsung kebutuhan yang paling mendesak.

“Kita tidak bisa menutup mata, rakyat masih banyak membutuhkan sentuhan pembangunan. Infrastruktur, bantuan sosial, pelayanan dasar, semuanya masih perlu perhatian. Tapi dengan kondisi keuangan yang ada, kita harus bekerja dengan skala prioritas dan tetap menjaga optimisme masyarakat,” ujarnya.

Afni juga menekankan perubahan pola kepemimpinan di lingkungan pemerintah daerah, di mana aparatur dituntut lebih terbuka, dekat dengan masyarakat, dan meninggalkan sikap elitis.

“Saya selalu tekankan, aparatur itu tugasnya melayani, bukan dilayani. Sudah bukan zamannya lagi pejabat berjarak dengan rakyat. Kalau rakyat susah lalu kita tidak hadir, kepercayaan itu akan hilang. Karena itu saya minta semua jajaran membiasakan turun ke lapangan,” tegasnya.

Baca Juga :  Polres dan FKUB Lamsel Jalin Silaturahmi Wujudkan Harkamtibmas Pasca Pemilu 2024

Di tengah keterbatasan anggaran, Afni menyebut pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Pemerintah Kabupaten Siak mulai memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, terutama dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan kegiatan sosial melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh kolaborasi multipihak. Perusahaan harus ikut bertanggung jawab terhadap daerah tempat mereka beroperasi, terutama dalam pemeliharaan infrastruktur. Kita ingin CSR itu berkelanjutan, bukan sekadar simbolis,” katanya.

Selain itu, ia juga menyinggung pelaksanaan sejumlah program nasional di daerah yang menurutnya masih perlu penyempurnaan agar lebih tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil.

“Kita tentu mendukung program pemerintah pusat, tapi dari hasil kita turun langsung, masih ada daerah-daerah yang belum tersentuh. Justru masyarakat di pelosok yang seharusnya lebih dulu merasakan manfaat. Ini menjadi catatan yang akan kita sampaikan agar pelaksanaan ke depan lebih merata,” ujar Afni.

Ia juga meminta masyarakat memahami bahwa pada tahun pertama masa kepemimpinannya, tidak semua janji politik dapat langsung direalisasikan karena adanya perubahan kebijakan nasional serta tekanan fiskal yang harus dihadapi pemerintah daerah.

“Kami tidak ingin berjanji tanpa melihat kemampuan. Kondisi sekarang menuntut kita menyesuaikan banyak hal. Tapi komitmen kami tidak berubah, pembangunan tetap berjalan, hanya saja harus dilakukan bertahap dan dengan kebersamaan,” katanya.

Menutup rangkaian Safari Ramadan 2026 di Kecamatan Kandis, Afni menegaskan bahwa kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadapi situasi sulit.

“Safari Ramadan ini bukan hanya silaturahmi, tapi cara kita memastikan bahwa pemerintah tetap ada bersama rakyat. Kalau kita kuat bersama, saling mendukung, insyaAllah tantangan seberat apa pun bisa kita lalui,” tutupnya. (**/Inf)

Berita Terkait

Patroli Blue Light Sat Samapta Polres Langkat Cegah Geng Motor hingga Kejahatan Jalanan
Dua Orang Residivis Warga Aceh Diamankan oleh Tim Sus LIBAS Polres Binjai
Cegah Kerugian Negara, DJP dan Polda Metro Jaya Ungkap Jaringan Meteran Ilegal
Polres Asahan Gerebek Rumah, Temukan Sabu 44,27 Gram dan 3 Pil Ekstasi
Wakil Ketua DPRD Riau Gelar RDP Tanpa Kehadiran Komisi V, Nursal Tanjung: Itu Cacat Prosedur dan Akan Segera Kami Laporkan
Jumat Berkah Polsek Bahorok, Polisi Berbagi dan Santuni Anak Yatim
Polres Binjai Peringati Hari Juang Polri Tahun 2026
Hanya dalam Tiga Hari, Polres Binjai Tangkap 3 Orang Pengedar Narkoba

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Patroli Blue Light Sat Samapta Polres Langkat Cegah Geng Motor hingga Kejahatan Jalanan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Dua Orang Residivis Warga Aceh Diamankan oleh Tim Sus LIBAS Polres Binjai

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:39 WIB

Cegah Kerugian Negara, DJP dan Polda Metro Jaya Ungkap Jaringan Meteran Ilegal

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Polres Asahan Gerebek Rumah, Temukan Sabu 44,27 Gram dan 3 Pil Ekstasi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Wakil Ketua DPRD Riau Gelar RDP Tanpa Kehadiran Komisi V, Nursal Tanjung: Itu Cacat Prosedur dan Akan Segera Kami Laporkan

Berita Terbaru