Tahanan Polrestabes Medan Mati Mendadak Tanpa Pemberitahuan, Ini Penjelasan Istri Korban

- Jurnalis

Jumat, 27 Desember 2024 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, (NVC) — Almarhum Budianto Sitepu ditemukan istri di Bangsal Jenazah RS Bhayangkara Medan, pada, Kamis (26/12/2024).

Jenazah Budianto baru diketahui setelah dua hari ditangkap oknum Polisi Polrestabes Medan.

Dumaria Simangunsong (istri korban) mengatakan, suaminya sama sekali tidak ada melakukan tindakan pidana, hingga harus berurusan dengan oknum Polrestabes Medan.

Tidak ada laporan sama sekali yang diterima, bahwa suaminya melanggar hukum.

Dumaria mengaku, terakhir kali dia tahu bila suaminya berada di sel tahanan Polrestabes Medan, usai cekcok dengan oknum polisi Selasa (24/12/24), dan dibawa pada Rabu (25/12/24) dini hari.

Budianto merupakan warga Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Dumaria mengatakan, penangkapan bermula saat suaminya minum-minum diiringi musik dengan kuat, berujung cekcok.

“Setahu saya, karena saya tak ikut, awalnya mereka buat acara minum minum pada tanggal 24 Desember malam.

Karena mereka musik-musikan sampai malam, terganggu lah masyarakat di situ,” kata Dumaria.

Menurut informasi, oknum polisi mendatangi Budianto (Korban-red) yang saat itu bersama sejumlah rekannya.

Dumaria mengatakan sempat terjadi perdebatan antara suaminya dan polisi

Ketiga orang yang diamankan antara lain Budianto, Dedy Pasaribu dan Girin.

Hingga saat ini, hanya Budianto yang diketahui keberadaannya.

“Sekitar 23.00 Wib malam lah kejadian itu, cuma saya tahu jam 1 malam (Rabu 25/12/2024) suami saya sudah ditangkap.

Sebenarnya gara-gara ribut nya, dipengaruhi minuman keras, jadi saya tahu suami saya ditangkap dari anggota dan kawan-kawannya,” katanya.

Kata Dumaria, seandainya suaminya melanggar hukum, seharusnya ada surat pemberitahuan ke pihak keluarga.

Artinya, penangkapan Budianto diduga tanpa surat tugas, legal secara hukum. “Dari polisi enggak ada (diberitahu),” ungkapnya.

Kasus kemarin Budianto diduga sengaja ditutup-tutupi, Dumaria beberapa kali memelas dan memohon ke polisi untuk bertemu dengan suaminya di tahanan, namun polisi tak memberikan izin.

Surat pun tak diberikan polisi kepada Dumaria tentang penangkapan sang suami.

Sehari setelah penangkapan, Dumaria mendatangi Polrestabes Medan, namun dia tak berhasil menemui sang suami.

Pada Kamis (26/12/2024) dia kembali ke Polrestabes Medan. Namun lagi lagi polisi tak memberikan izin.

Baca Juga :  Diduga Milik Oknum APH, Unit Intel Kodim 0321 Rohil Berhasil Amankan Puluhan Slop Rokok Ilegal

“Sampai meninggal begini pun berita dari polisi tidak ada.

Saya tahunya karena saya dapat sendiri, semalam saya ke sana (Polrestabes Medan) mau melihat gak boleh.

Makanan yang saya bawa aja yang dikasihkan, saya minta tolong mau melihat aja dari jauh sebentar aja gak boleh,” kata Dumaria.

“Tadi pas saya datang, tadi saya dikasih tahu suami saya di rumah sakit, katanya sakit.

Jadi ini kami sendiri yang datang kemari, kami minta tolong sama pihak RS Bhayangkara itu pun tidak boleh,” kata Dumaria.

Firasatnya Dumaria sudah tak karuan, dia lalu berkeliling di Rumah Sakit Bhayangkara untuk mengetahui keberadaan suami.

Namun dia syock, saat melihat beberapa orang pegawai RS Bhayangkara sedang mendorong ke bangsal jenazah.

Dia melihat wajah jenazah itu adalah suami dari 5 anaknya.

“Tadi ketahuan pas lewat, saya nampak suami saya digotong, saya lihat wajahnya, iya itu suami saya sudah meninggal.

Saya lihat udah lebam-lebam, badan biru-biru, dadanya juga,” lanjutnya.

Dumaria mengatakan, sebelum ditahan polisi, sang suami dalam kondisi sehat.

Dia pun yakin suaminya dianiaya dan disiksa, saat berada dalam waktu ditahan polisi.

“Saya gak tahu di mana suami saya dipukuli, tapi kondisi suami saya waktu dibawa ke Polres gak begitu (lebam dan luka), suami saya sehat.

Setelah meninggal saya lihat semuanya lebam-lebam, biru,” ujarnya.

Dumaria tidak terima, dia akan menuntut keadilan ke Polda Sumut.

“Saya minta seadil-adilnya, karena suami saya pas dibawa baik-baik aja, tapi kenapa pas meninggal suami saya dalam kondisi lebam-lebam biru biru?,” ujarnya histeris memeluk jasad suaminya.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan belum bersedia menjelaskan perihal dugaan penganiayaan tahanan di Polrestabes Medan, yang berujung kematian.

Ditemui di Medan, Gidion mengatakan belum dapat memberikan keterangan apa pun mengenai peristiwa tersebut, pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut.

“Bentar, saya masih butuh waktu sebentar, saya nanti akan jelaskan supaya tidak putus-putus, biar sedikit komprehensif lah, biar saya lihat dulu,” ujarnya kepada awak media yang bertugas. (Rls)

Laporan : Indra CT

Editor : RedNV

Berita Terkait

Lindungi Konsumen, Satgas Pangan Polri Ungkap Dugaan Kecurangan Beras Fortifikasi 525 Ton
ATHIA Desak Kejelasan Penanganan PETI di Muara Lembu Singingi, Ekskavator dan Sejumlah Titik Dipertanyakan
Sinergi Bea Cukai dan BNNK Dumai Gagalkan Penyeludupan Narkotika Seberat 5,3 Kg Asal Malaysia
Penuh Khidmat, Rutan Dumai Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda
Polres Dumai Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke – 98 Tahun 2026
Bareskrim Polri dan Polda Sumut Ungkap Dugaan Kecurangan Beras Fortifikasi, Produksi Capai Rp14,1 Miliar
Kapolda Sumut Gandeng Sultan Deli XIV dan FKN Rawat Keberagaman, Perkuat Persatuan di Sumut
Kapolres Binjai Laksanakan Jumat Keliling dan Sampaikan Himbauan Kamtibmas di Masjid Al-Muhajirin

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Lindungi Konsumen, Satgas Pangan Polri Ungkap Dugaan Kecurangan Beras Fortifikasi 525 Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:24 WIB

ATHIA Desak Kejelasan Penanganan PETI di Muara Lembu Singingi, Ekskavator dan Sejumlah Titik Dipertanyakan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:39 WIB

Sinergi Bea Cukai dan BNNK Dumai Gagalkan Penyeludupan Narkotika Seberat 5,3 Kg Asal Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:36 WIB

Penuh Khidmat, Rutan Dumai Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Polres Dumai Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke – 98 Tahun 2026

Berita Terbaru