Viral!! Warga Way Haru Tandu Kepala Desanya Selama 6 Jam Menuju Puskesmas

- Jurnalis

Sabtu, 19 April 2025 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESISIR BARAT, (NV) — Pemandangan haru terjadi di wilayah terpencil Kecamatan Bengkunat Belimbing, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Puluhan warga tampak bergotong-royong menandu Kepala Desa Pekon Bandar Dalam, Rudi Meilano, yang tengah sakit, menuju Puskesmas Bengkunat yang merupakan fasilitas kesehatan terdekat.

Dengan tandu sederhana yang terbuat dari bambu dan kayu seadanya, warga menyusuri jalan berlumpur, menyeberangi sungai, hingga melewati garis pantai yang rawan diterjang ombak besar. Perjalanan ini berlangsung selama lebih dari enam jam, menempuh jarak sekitar 15 kilometer dengan berjalan kaki. Sebuah perjuangan yang penuh risiko, namun dilandasi oleh kepedulian dan rasa kemanusiaan yang tinggi.

Kondisi ini mencerminkan kenyataan yang selama ini dialami warga Way Haru dan tiga pekon lainnya—Way Tias, Bandar Dalam, dan Siring Gading. Wilayah yang dihuni ribuan jiwa ini masih terisolasi dan belum menikmati akses infrastruktur dasar, termasuk jalan yang layak.

Meski telah lebih dari tujuh dekade Indonesia merdeka, masyarakat di kawasan ini masih menghadapi keterbatasan yang sangat mendasar. Salah satu kendala utama adalah status kawasan sebagai bagian dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), yang hingga kini menjadi penghalang utama dalam pembangunan akses jalan. Berbagai upaya pengajuan izin oleh pemerintah daerah pun belum membuahkan hasil yang jelas.

Baca Juga :  Polres Nias Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2024

Peristiwa seperti yang dialami Kepala Desa Rudi Meilano bukanlah yang pertama. Sudah sering masyarakat setempat harus menempuh perjalanan ekstrem hanya untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun hingga kini, perhatian dari pemerintah provinsi maupun pusat masih terasa jauh dari harapan.

Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur dan kemajuan teknologi yang digembar-gemborkan, masih ada warga negara yang harus berjibaku dengan alam demi sekadar bertahan hidup. Ketika seorang kepala desa harus ditandu selama enam jam untuk mendapat pengobatan, itu bukan sekadar cerita duka, tetapi juga alarm bagi kita semua bahwa masih ada pekerjaan rumah besar yang belum diselesaikan.

Semoga suara warga Way Haru dan daerah sekitarnya dapat mengetuk hati para pemangku kebijakan, agar akses yang layak segera menjadi kenyataan, bukan sekadar harapan yang palsu. (Nedi)

Editor : RedViral!

Berita Terkait

Peduli Dampak Kabut Asap, Polresta Pekanbaru Bagikan 1.300 Masker
SINERGI LAPAS NARKOTIKA RUMBAI DAN PUSKESMAS RUMBAI BUKIT PASTIKAN PEMENUHAN HAK KESEHATAN WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN BERJALAN OPTIMAL
SINERGI KAMTIB DAN KPLP LAPAS NARKOTIKA RUMBAI GELAR RAZIA BLOK HUNIAN DEMI CIPTAKAN LINGKUNGAN BERSIH DARI BARANG TERLARANG
Dirjenpas Riau Pimpin Pengarahan Secara Daring di Lapastik Rumbai
Kapolres Langkat Santuni Anak Yatim, Wujud Kepedulian Polri untuk Masyarakat
TV dan Tabung Gas Dicuri Saat Rumah Kosong, Dua Pelaku Dibekuk
Pelaku Curas yang Bacok Korban di KIM Mabar Dibekuk Polres Belawan
Ungkap Kasus Selama Bulan Agustus 2026, Polres Langkat Amankan 34 Tersangka Narkoba

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 00:11 WIB

Peduli Dampak Kabut Asap, Polresta Pekanbaru Bagikan 1.300 Masker

Rabu, 16 September 2026 - 00:09 WIB

SINERGI LAPAS NARKOTIKA RUMBAI DAN PUSKESMAS RUMBAI BUKIT PASTIKAN PEMENUHAN HAK KESEHATAN WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN BERJALAN OPTIMAL

Rabu, 16 September 2026 - 00:07 WIB

SINERGI KAMTIB DAN KPLP LAPAS NARKOTIKA RUMBAI GELAR RAZIA BLOK HUNIAN DEMI CIPTAKAN LINGKUNGAN BERSIH DARI BARANG TERLARANG

Rabu, 16 September 2026 - 00:04 WIB

Dirjenpas Riau Pimpin Pengarahan Secara Daring di Lapastik Rumbai

Selasa, 15 September 2026 - 23:59 WIB

Kapolres Langkat Santuni Anak Yatim, Wujud Kepedulian Polri untuk Masyarakat

Berita Terbaru