Lahat, SUMSEL, (NV) — Pengerukan Pasir dan Batu-Batu di Desa Gunung Kerto, Kecamatan Sakti Pumi, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), diduga melibatkan Kepala Desa dan keluarganya.
Berdasarkan laporan dari masyarakat, Tim Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM – GMPPI – Anti KKN) Propinsi Sumsel menemukan benar tela terjadi kegiatan diduga ilegal menggunakan Alat Berat Escavator di wilayah Sungai tempat beroperasi nya pada tanggal 17 Mei 2025, Pukul 10.30 WIB.
Di lapangan, banyak tanah longsor akibat penggalian material batu-batu dan Pasir.
Tim investigasi telah melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa setempat, beliau menjelaskan itu usaha milik saudaranya, sedangkan dana untuk membeli Alat Berat, Kades yang membantu secara pinjaman.
“Keluarga saya yang punya usaha ini, saya yang memberikan dana pinjaman untuk membeli Alat Berat ini,” jelas Kepala Desa Gunung Kerto, Siliyani.

Pemerintah Desa bukan mencegah kerusakan lingkungan, malah mendukung kegiatan keluarga nya menggunakan Alat Berat.
Hal tersebut terindikasi menyebabkan tanah longsor, banjir dan dampak lainnya menurut hemat para tim gabungan Wartawan dan LSM di lapangan.
Penegak hukum di wilayah Sumsel, Lahat dan daerah Kecamatan Sakti Pumi, diharapkan jangan sampai lalai dan mengabaikan dampak lingkungan ini. Supaya dengan segera melakukan tindakan Terukur. (Sastri/Acil)
Editor : Red






















