Kuansing — Hampir tujuh bulan berlalu sejak peristiwa pembunuhan tragis terjadi di Pucuk Rantau pada 18 September 2025, namun pelaku hingga kini masih belum tertangkap.
Nugroho Despendra, menyoroti pentingnya kasus ini menjadi prioritas utama aparat kepolisian agar rasa aman masyarakat tetap terjaga.
Menurut Nugroho, kejadian tersebut bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran di tengah warga sekitar.
“Kasus pembunuhan seperti ini harus segera ditangani. Masyarakat menunggu langkah nyata agar rasa aman kembali dirasakan keluarga korban dan warga sekitar,” ujarnya.
Nugroho mempertanyakan progres penyelidikan yang berjalan hingga saat ini.
“Sudah hampir tujuh bulan, pelaku masih belum tertangkap. Apa yang menjadi kendala sehingga kasus ini belum ada titik terang? Masyarakat berhak mendapatkan jawaban,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah proaktif dari aparat sangat penting untuk menunjukkan komitmen dalam menegakkan hukum dan memberikan keadilan.
Ia berharap pihak kepolisian tidak hanya melakukan kegiatan seremonial atau pencitraan, tetapi benar-benar fokus pada pengungkapan pelaku dan penyelesaian kasus.
“Langkah konkret perlu diambil sekarang, bukan besok atau lusa. Keadilan harus ditegakkan, dan masyarakat berhak merasa aman di lingkungan mereka sendiri,” lanjut Nugroho.
Ia juga mengingatkan bahwa pengungkapan kasus ini akan menjadi contoh penting bagi penegakan hukum di Kabupaten Kuantan Singingi, sekaligus menegaskan bahwa setiap tindakan kriminal tidak akan luput dari hukum.
Nugroho Despendra menutup pernyataannya dengan harapan agar keluarga korban diberikan ketenangan, dan aparat segera bekerja maksimal untuk menangani kasus ini secara tuntas. (*/Nn)






















