Warga Meninggal Akibat Diare, Pemko Pekanbaru Percepat Perbaikan Sanitasi

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bergerak cepat menindaklanjuti kasus diare yang menimpa warga di Jalan Pantau, RT 04/RW 05, Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai Barat.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar turun langsung meninjau lokasi sekaligus memastikan kondisi para korban yang masih menjalani pemulihan, Jumat (10/7/2026).

Markarius menyampaikan, dari tujuh warga yang terdampak, dua orang meninggal dunia. Sementara lima korban lainnya kini telah dinyatakan sehat.

“Kami datang untuk memastikan kondisi lima korban yang tersisa sudah sehat. Selain itu, kami juga menyerahkan bantuan makanan dan tambahan gizi kepada 15 balita yang berada di lingkungan ini,” katanya.

Selain menyalurkan bantuan, Pemko Pekanbaru juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi lingkungan.

Hal ini guna mengetahui penyebab munculnya kasus diare tersebut. Berdasarkan hasil uji laboratorium, sumber bakteri dipastikan bukan berasal dari air minum.

“Hasil laboratorium menunjukkan sumur warga sudah diperiksa dan hasilnya negatif. Air galon yang digunakan juga negatif. Artinya, sumber bakteri bukan berasal dari air minum,” jelas Markarius.

Dugaan sementara mengarah pada faktor sanitasi lingkungan yang masih buruk. Sebagian rumah di kawasan tersebut belum memiliki fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang layak.

“Sanitasi menjadi persoalan utama di sini. Banyak rumah belum memiliki MCK,” ungkap Markarius.

Sehingga, aktivitas buang air dilakukan di kebun. Kondisi ini memungkinkan lalat membawa bakteri ke makanan.

“Selain itu, makanan yang kurang higienis juga berpotensi menjadi penyebab penyebaran bakteri,” sebut Markarius.

Ia juga menyoroti keterbatasan akses air bersih yang dialami masyarakat setempat. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Pekanbaru akan menugaskan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengkaji pembangunan sumur bor.

Baca Juga :  Polsek Rumbai Gelar Minggu Kasih untuk Sosialisasi Kamtibmas di Rumbai Barat

“Kami akan menugaskan Dinas PUPR untuk melihat kemungkinan pembangunan sumur bor. Agar, warga memiliki akses air bersih dan fasilitas MCK yang memadai,” ucap Markarius.

Sementara itu, Ketua RT 04, Saberi, mengatakan terdapat 52 kepala keluarga (KK) yang tercatat tinggal di wilayahnya.

Sebagian besar warga bekerja sebagai buruh di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar, buruh bangunan, pekerja perkebunan sawit, hingga pengrajin batu bata.

Ia pertama kali mengetahui adanya kasus diare setelah menerima informasi dari keluarga korban yang datang melayat. Awalnya, satu warga meninggal dunia.

Kemudian, satu korban lainnya juga meninggal dunoa dalam waktu yang berdekatan dengan dugaan penyakit muntah dan diare (muntaber).

“Kami baru mengetahui setelah ada warga yang meninggal dunia. Saat itu penyebabnya belum diketahui. Sehingga kami langsung mengimbau apabila ada warga yang sakit agar segera dibawa ke puskesmas,” ujar Saberi.

Sejak kasus tersebut mencuat, petugas dari puskesmas, pemerintah provinsi, hingga kader posyandu telah beberapa kali datang melakukan pemeriksaan kesehatan serta pendataan warga. Sejumlah warga di Jalan Pantau ini juga diketahui belum memiliki dokumen kependudukan.

Sehingga, seluruh warga belum terdata dalam pelayanan kesehatan maupun kegiatan posyandu.

“Kami terus mengimbau warga agar segera mengurus administrasi kependudukan. Dengan begitu mereka lebih mudah mendapatkan pelayanan pemerintah, termasuk layanan kesehatan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pelaku Curat di Medan Deli
Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan Terkam Pemuda Diduga Hendak Tawuran
Sukses Perhelatan Akbar “Dialog Seni dan Budaya 5 Negara Asean” di Kota Dumai
Wujudkan Generasi Muda Berkarakter, Kapolres Binjai Dorong Program “Police Go To School”
Polda Riau Tangani Kasus Karhutla, Tersangka Menjadi 55 Orang
Kapolsek Binjai Dampingi Jemaat Ibadah di Gereja El Saddai
Bupati Siak Pastikan Karhutla Dayun Padam, Pendinginan Terus Dilakukan
Polsek Stabat Laksanakan Pengamanan Ibadah Minggu di Gereja Kecamatan Stabat

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 22:34 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pelaku Curat di Medan Deli

Senin, 14 September 2026 - 22:25 WIB

Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan Terkam Pemuda Diduga Hendak Tawuran

Senin, 14 September 2026 - 21:56 WIB

Sukses Perhelatan Akbar “Dialog Seni dan Budaya 5 Negara Asean” di Kota Dumai

Senin, 14 September 2026 - 20:52 WIB

Wujudkan Generasi Muda Berkarakter, Kapolres Binjai Dorong Program “Police Go To School”

Senin, 14 September 2026 - 09:54 WIB

Polda Riau Tangani Kasus Karhutla, Tersangka Menjadi 55 Orang

Berita Terbaru

Headlines

Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pelaku Curat di Medan Deli

Senin, 14 Sep 2026 - 22:34 WIB