Labfor Pastikan Ledakan Grand Polonia Dipicu Akumulasi Gas

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan – Penyebab ledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah rumah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, mulai menemukan titik terang.

Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara menyimpulkan ledakan terjadi akibat akumulasi gas metana (CH4) yang bocor dan terperangkap di dalam bangunan hingga kemudian tersulut.

Meski demikian, penyidik menegaskan proses investigasi belum selesai.

Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan leak test atau uji kebocoran terhadap jaringan pipa gas untuk memastikan lokasi pasti sumber kebocoran yang memicu akumulasi gas tersebut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan, mengatakan hasil pemeriksaan ilmiah telah memastikan adanya kandungan gas metana di lokasi kejadian.

“Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik menunjukkan adanya gas metana (CH4).

Gas tersebut terakumulasi di dalam ruangan dan kemudian terjadi penyulutan yang mengakibatkan ledakan,” ujar Kombes Pol. Ferry Walintukan.

Menurut Ferry, temuan tersebut menjadi dasar penyidik untuk memperdalam penyelidikan.

Namun, polisi belum dapat menyimpulkan dari bagian mana gas tersebut keluar karena proses pengujian terhadap seluruh jaringan pipa masih berlangsung.

“Kami belum bisa memastikan titik kebocorannya. Tim Labfor masih melakukan leak test terhadap jaringan pipa agar diketahui secara ilmiah lokasi kebocoran yang menyebabkan akumulasi gas tersebut,” katanya.

Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, menjelaskan bahwa pengungkapan sumber kebocoran membutuhkan proses yang teliti karena instalasi pipa berada di dalam konstruksi bangunan.

“Pipa instalasi berada di dalam struktur bangunan, sehingga pemeriksaannya harus dilakukan secara bertahap.

Baca Juga :  Safari Ramadan di Kecamatan Pusako, Wabup Siak : Usulan Jalan Poros Kampung Menjadi Perhatian Serius

Setelah titik kebocoran ditemukan, baru dapat dipastikan bagaimana gas itu terakumulasi hingga memicu ledakan,” jelas Roy.

Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menyatakan masih menghentikan penyaluran gas ke seluruh pelanggan di kawasan Grand Polonia sebagai langkah antisipasi selama proses investigasi berlangsung.

General Manager Regional I PGN, Andi Sangga, menegaskan penghentian aliran gas dilakukan semata-mata untuk menjamin keselamatan warga serta memudahkan proses penyelidikan bersama aparat kepolisian.

“Prinsipnya, demi alasan keselamatan kami masih menutup aliran gas di Perumahan Grand Polonia.

Kami juga melakukan simulasi pengaliran menggunakan CNG agar bersama kepolisian dapat mencari titik kebocoran secara akurat,” kata Andi Sangga.

Andi menjelaskan, PGN mendatangkan Compressed Natural Gas (CNG) dalam tabung untuk melakukan simulasi pengaliran gas ke jaringan pipa.

Langkah tersebut dilakukan agar penyidik dapat mengidentifikasi titik kebocoran tanpa membuka kembali distribusi gas ke seluruh kawasan.

Di sisi lain, PGN menegaskan belum menyimpulkan bahwa jaringan gas mereka menjadi penyebab utama ledakan.

Menurut Andi, hal tersebut masih menunggu hasil investigasi resmi yang dilakukan bersama kepolisian.

“Kami mendukung sepenuhnya proses investigasi bersama aparat kepolisian. Untuk penyebab pasti kejadian ini, kami menunggu hasil investigasi resmi,” ujar Andi.

Polda Sumatera Utara menegaskan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara objektif dan berbasis pembuktian ilmiah.

Hasil akhir investigasi, termasuk sumber kebocoran, penyebab penyulutan, serta kemungkinan adanya unsur kelalaian, akan disampaikan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan teknis selesai dilakukan.
(*/Indra Cahaya tanjung)

Berita Terkait

Hari Keenam Ops Patuh Toba 2026, Polda Sumut Padukan Penindakan dan Edukasi Keselamatan
Bupati Afni Resmi Buka MTQ Kecamatan Kandis : Astaka Tidak Megah Tapi Bonus Diutamakan
Wabup Syamsurizal Buka Musda V MUI Siak, Dorong Ulama Mampu Jawab Persoalan Umat
Kapolda Sumut Ajak Jamaah Masjid Muslimin Teladan Bersama Tolak Narkoba dan Jaga Kamtibmas
Kapolres Binjai Tegas Berantas Narkoba, Dua Terduga Pengedar Diamankan dengan Sabu 86,67 Gram
Lindungi Konsumen, Satgas Pangan Polri Ungkap Dugaan Kecurangan Beras Fortifikasi 525 Ton
ATHIA Desak Kejelasan Penanganan PETI di Muara Lembu Singingi, Ekskavator dan Sejumlah Titik Dipertanyakan
Sinergi Bea Cukai dan BNNK Dumai Gagalkan Penyeludupan Narkotika Seberat 5,3 Kg Asal Malaysia

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Hari Keenam Ops Patuh Toba 2026, Polda Sumut Padukan Penindakan dan Edukasi Keselamatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Bupati Afni Resmi Buka MTQ Kecamatan Kandis : Astaka Tidak Megah Tapi Bonus Diutamakan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Wabup Syamsurizal Buka Musda V MUI Siak, Dorong Ulama Mampu Jawab Persoalan Umat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Kapolda Sumut Ajak Jamaah Masjid Muslimin Teladan Bersama Tolak Narkoba dan Jaga Kamtibmas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Kapolres Binjai Tegas Berantas Narkoba, Dua Terduga Pengedar Diamankan dengan Sabu 86,67 Gram

Berita Terbaru