Alunan Merdu Marawis dari Balik Jeruji Besi Lapas Kelas IIA Pekanbaru

- Jurnalis

Kamis, 19 Desember 2024 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, (NVC) — Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru tampak ramai dan riuh alunan merdu Marawis. Masing-masing warga binaan yang duduk bersila memegang alat musik yang terbuat dari kayu dan kulit lembu itu.

Ada juga yang memainkan simbal dan salah seorang menjadi vokalis dalam grup marawis itu. Hari ini memang tengah dilakukan latihan Marawis oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Pekanbaru. Kegiatan latihan Marawis dilatih oleh Instruktur professional dan dilaksanakan dua kali dalam seminggu di Aula Sahardjo Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Rabu (18/12/2024).

Marawis adalah salah satu jenis “band tepuk” dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara Timur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta.

Marawis merupakan kesenian bernuansa Islami yang berkembang di Tangerang, Banten. Aslinya, kesenian ini berasal dari tradisi Muslim yang dibawa oleh Bangsa Yaman.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Erwin Fransiskus Simangunsong, melalui Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik (Kasi Binadik) Yopi Febrianda, menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu pembinaan keagamaan dan kesenian yang ada di Lapas Pekanbaru.

Baca Juga :  Musyawarah Desa Khusus Pembentukan Koperasi Merah Putih Desa Bantan Timur Kecamatan Bantan

Meskipun berada di balik tembok Lapas tidak membuat warga binaan Lapas Pekanbaru terkucil dan tidak bisa mengembangkan kemampuan dalam bermain Mawaris, sebaliknya justru warga binaan memiliki motivasi yang tinggi karena kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat warga binaan Lapas Pekanbaru.

“Latihan ini sebagai wujud kebersamaan dan kekompakan WBP dan kita berharap kegiatan ini tidak hanya sekedar kegiatan pengisi waktu luang saja, akan tetapi harus dapat dimaknai lebih mendalam lagi. Dimana kata dan syair yang diucapkan dalam melantunkan lagu lagunya punya makna religi yang mendalam tentang kebesaran sang pencipta allah swt,” ucap Yopi.

“Mudah mudahan kegiatan ini menjadikan Warga Binaan Pemasyarakatan menjadi insan yang bertaqwa dan semakin dekat dengan allah swt dan semoga hal ini dapat menambah Khasanah Islamiyah di Lapas Pekanbaru serta dapat menjadi bekal ketrampilan bermain Marawis bagi Warga Binaan Pemasyarakatan,” tambah Yopi.

(Red / Diah Vivian Sari SH)

Berita Terkait

Kapolda Sumut Rangkul Tokoh Agama Bersatu Perangi Narkoba
Kapolda Sumut Perkuat Sinergi dengan Muhammadiyah
Ditressiber Polda Sumut Edukasi Siswa SMAN 8 Medan, Perkuat Kesadaran Keamanan Digital
Polda Sumut Ungkap Penembakan di Tanjung Morawa, Dua Tersangka Diamankan
Polsek Binjai Kota Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan di Sekolah
Polres Binjai Tindaklanjuti Pemberitaan Media Terkait Dugaan Praktik Perjudian
Kapolres Binjai Gencarkan OSN, 12 Lokasi Diduga Sarang Narkoba
Polda Sumut Gerebek Sarang Narkoba di Medan Area, 29 Orang Diamankan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Kapolda Sumut Rangkul Tokoh Agama Bersatu Perangi Narkoba

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Kapolda Sumut Perkuat Sinergi dengan Muhammadiyah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Ditressiber Polda Sumut Edukasi Siswa SMAN 8 Medan, Perkuat Kesadaran Keamanan Digital

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Polda Sumut Ungkap Penembakan di Tanjung Morawa, Dua Tersangka Diamankan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Polsek Binjai Kota Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan di Sekolah

Berita Terbaru

Headlines

Kapolda Sumut Rangkul Tokoh Agama Bersatu Perangi Narkoba

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:53 WIB

Headlines

Kapolda Sumut Perkuat Sinergi dengan Muhammadiyah

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:51 WIB