Bupati Afni Pastikan Bukti Akar Budaya Melayu Terjaga di Kabupaten Siak

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIAK — Pemerintah Kabupaten Siak bersama Perhimpunan Keluarga Siak Riau (PKSR) menggelar Simposium Siak Sebagai Pusat Kebudayaan Melayu. Sebagai bukti nyata akar budaya melayu di Siak masih hidup dan berkembang pesat,

“Ini bukan sekedar pertemuan ilmiah, melainkan bukti nyata bahwa akar budaya melayu di Siak masih hidup dan berkembang dengan pesat dijaga oleh kita semuanya” ucap Bupati Afni Zulkifli saat memberi sambutan di Balairung Datuk Empat Suku Komplek Rumah Rakyat, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, apa yang telah diwariskan sejak masa Kesultanan Siak Sri Indrapura pada abad ke-17 Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah, di masa itu Istana Siak menjadi loka karya bagi pengembangan bahasa Melayu yang kaya dengan kiasan dan makna, serta rumah bagi berbagai bentuk kesenian yang menghibur sekaligus mendidik.

Hal ini menjadi bukti bahwa Siak bukan hanya menyimpan budaya, melainkan menjadikannya sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas melayu yang menunjukkan bahwa budaya melayu di sini selalu terbuka dan menghargai keberagaman.

Baca Juga :  Polda Sumut Sampaikan Materi Penegakan Hukum pada MAPERCA PERMAHI Medan, Tekankan Integritas Calon Penegak Hukum

“Itu benar-benar akan terjaga sampai berbilang zaman. Apa yang tidak diwariskan Siak kepada Riau, dan apa yang tidak diwariskan Siak kepada Indonesia, kita adalah bagian yang tidak terpisahkan dari republik ini” ujarnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli menyampaikan apresiasi kepada Perhimpunan Keluarga Siak Riau bersama Pemerintah Kabupaten Siak yang telah menggagas, menyelenggarakan simposium secara serius, terencana dan berorientasi jangka panjang.

“Siak kami posisikan sebagai simpul utama pengembangan kebudayaan melayu dan pariwisata berbasis sejarah, yang terintegrasi dengan ekonomi kreatif dan pendidikan kebudayaan. Bukan hanya karena sejarah kesultanannya tetapi karena kelengkapan unsur peradabannya, adat, tata kelola, bahasa, sastra dan nilai keagamaan” ucapnya. (**/Inf)

Berita Terkait

Bupati Siak Ajak Semua Elemen Dukung SNT 2026, Perluas Akses Pendidikan Gratis
Perketat Pengawasan, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Blok Hunian dan Tes Urine
Bobol Gudang Di Binjai Timur, Akhirnya Pelaku Diciduk Polres Binjai
Patroli Gabungan Tengah Malam di Belawan, Polisi Tekan Potensi Premanisme hingga Tawuran
Sekda Kuansing Tekankan Disiplin dan Publikasi Berita MTQ Riau Saat Apel di Dinas Kominfoss
Respons Cepat dan Profesional, Polsek Bosar Maligas Tuntaskan Kasus Pencurian Kabel di Kawasan Industri Sei Mangkei
Kades Titian Modang Kopah Apresiasi Komitmen Bupati, Pabrik Hilirisasi Karet Siap Dongkrak Ekonomi Petani Kuansing
Penguatan Kemandirian WBP, Kasi Binadik dan Giatja Berikan Arahan Pembinaan

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:59 WIB

Bupati Siak Ajak Semua Elemen Dukung SNT 2026, Perluas Akses Pendidikan Gratis

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:51 WIB

Perketat Pengawasan, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Blok Hunian dan Tes Urine

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:41 WIB

Bobol Gudang Di Binjai Timur, Akhirnya Pelaku Diciduk Polres Binjai

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:39 WIB

Patroli Gabungan Tengah Malam di Belawan, Polisi Tekan Potensi Premanisme hingga Tawuran

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:36 WIB

Sekda Kuansing Tekankan Disiplin dan Publikasi Berita MTQ Riau Saat Apel di Dinas Kominfoss

Berita Terbaru