JAKARTA, (NV) — Bupati Kuantan Singingi Dr. H. Suhardiman Amby, MM bersama Gubernur Riau Abdul Wahid dan seluruh Bupati dan Wali Kota se-Riau melakukan kunjungan kerja ke Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Senin (5/5/2025).
Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) menyampaikan langsung aspirasi dan rencana pembangunan daerah kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam rangka memperkuat sinergi antara program pembangunan Kabupaten, Provinsi, dan Nasional.
“Kami hadir di Bappenas untuk menyampaikan langsung aspirasi dan rencana pembangunan dari daerah. Pembangunan yang terintegrasi antara program kabupaten, provinsi, dan nasional sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas pembangunan,” ujar Bupati Kuansing dalam pertemuan tersebut.
Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah rencana percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Kuansing, yaitu pembangunan jalan tol, ruas jalan kereta api, serta proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Lubuk Ambacang.
Bupati menjelaskan bahwa keberadaan infrastruktur yang andal menjadi kebutuhan mendesak, mengingat potensi ekonomi yang dimiliki wilayahnya.
Kenapa tol? Karena Kuansing memiliki 31 pabrik kelapa sawit, 5 pertambangan batubara, dan aktivitas pengangkutan CPO kelapa sawit yang sangat tinggi.
Ini tentu harus didukung oleh infrastruktur yang memadai untuk efisiensi logistik dan Peningkatan, Bupati Kuantan Singingi Dr. H. Suhardiman Amby, MM bersama Gubernur Riau Abdul Wahid dan seluruh Bupati dan Wali Kota se-Riau melakukan kunjungan kerja ke Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Senin (5/5/2025).
Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) menyampaikan langsung aspirasi dan rencana pembangunan daerah kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam rangka memperkuat sinergi antara program pembangunan Kabupaten, Provinsi, dan Nasional.
“Kami hadir di Bappenas untuk menyampaikan langsung aspirasi dan rencana pembangunan dari daerah. Pembangunan yang terintegrasi antara program kabupaten, provinsi, dan nasional sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas pembangunan,” ujar Bupati Kuansing dalam pertemuan tersebut.
Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah rencana percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Kuansing, yaitu pembangunan jalan tol, ruas jalan kereta api, serta proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Lubuk Ambacang.
Bupati menjelaskan bahwa keberadaan infrastruktur yang andal menjadi kebutuhan mendesak, mengingat potensi ekonomi yang dimiliki wilayahnya.
“Kenapa tol? Karena Kuansing memiliki 31 pabrik kelapa sawit, 5 pertambangan batubara, dan aktivitas pengangkutan CPO kelapa sawit yang sangat tinggi. Ini tentu harus didukung oleh infrastruktur yang memadai untuk efisiensi logistik dan peningkatan daya saing daerah,” ungkapnya.
Selain proyek infrastruktur besar, Pemkab Kuansing juga menyerahkan secara tertulis usulan kegiatan lokal yang berfokus pada sektor pendidikan dan kesehatan. Dua sektor ini dinilai sebagai fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Dengan penyampaian langsung ke Bappenas ini, diharapkan aspirasi dan kebutuhan riil dari daerah dapat lebih dipahami dan masuk dalam perencanaan pembangunan nasional secara komprehensif dan tepat sasaran.
Sementara itu, Gubernur Riau juga menyampaikan bahwa pentingnya kolaborasi antara daerah dan Bappenas dalam menyusun program yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Ia berharap agar hasil kunjungan ini bisa menjadi pintu masuk bagi proyek-proyek strategis nasional yang sasarannya langsung pada kepentingan masyarakat Riau.
Menanggapi hal itu, Kepala Bappenas, Rachmat Pambudi menegaskan pentingnya pembangunan daerah sebagai fondasi keberhasilan pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa Bappenas akan terus mendorong kolaborasi dan saling bantu antar pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan.
“Saya selama menjadi Kepala Bappenas, berharap kemiskinan ekstrim berkurang habis, tidak ada kemiskinan ekstrim dari Aceh sampai Papua. Jadi, mari kita saling membantu,” ucapnya.
“Tidak ada pembangunan nasional tanpa pembangunan daerah yang sukses dan berhasil. Sebaliknya, banyak pembangunan daerah berhasil, pembangunan nasionalnya belum tentu berhasil, jadi peran bapak sekalian ini penting sekali dan saya ingin bapak justru bukan hanya kami bantu, tapi kita saling bantu,” tandasnya. (**/Sad)
Editor : RedViral