Bupati Siak Hadiri Rakor Karhutla Riau, Siap Kolaborasi dengan Semua Pihak

- Jurnalis

Kamis, 24 Juli 2025 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, (HT) — Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni membuka Rapat Koordinasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Rakor ini di gelar tindak lanjut Karhutla di Riau bertambah luas di wilayah Rokan Hulu dan Rokan Hilir.

Menteri LHK Raja Juli menyampaikan, bahwa kondisi karhutla di beberapa wilayah Riau sudah cukup mengkhawatirkan dan perlu penanganan serius.

“Hari ini kita sudah menghadapi tantangan di mana beberapa tempat di Riau telah mengalami peningkatan hotspot dan sebaran asap. Tadi pagi saya langsung melihat kondisi di lapangan,” kata dia, di Balai Serindit, Pekanbaru, Rabu (7/23/2025) sore.

Rakor ini, dilakukan memperkuat koordinasi Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah di Provinsi Riau menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol, mengungkapkan bahwa karhutla di Riau telah menimbulkan keberatan dari dua negara tetangga Malaysia dan Singapura.

“Kebakaran lahan ini menjadi perhatian kita, karena hari ini sudah dua negara menyampaikan keberatan secara diplomatik. Ini menunjukkan betapa penting posisi Riau dalam penanganan karhutla,” katanya.

Ia juga menambahkan, titik api terus bertambah meski berbagai upaya pemadaman telah dilakukan, termasuk melalui teknologi modifikasi cuaca oleh BMKG serta penanganan darurat oleh BNPB.

“Berdasarkan pemantauan dan peta kawasan hutan, kebakaran di Rokan Hilir berada di dalam kawasan hutan gambut. Sehari sebelumnya saya juga meninjau lokasi karhutla di Rokan Hulu,” kata dia.

Baca Juga :  Satgas Patroli Laut Bea Cukai Dumai 8006 Menangkap Kapal Bermuatan Bawang Ilegal

“Karakter kebakarannya berbeda Rokan Hulu berada di lahan mineral berbukit, sedangkan Rokan Hilir berada di lahan gambut basah dengan kedalaman 3–5 meter,” jelasnya.

Ia menegaskan perlunya strategi khusus dan pengerahan pasukan darat secara maksimal, karena pemadaman di lahan gambut sangat kompleks.

“Water bombing efektif di udara, tapi kita butuh pagar betis dan pompa air untuk pemadaman di darat. Kami melihat masih banyak kekurangan mesin dan selang di lapangan,” tambahnya.

Kepala BNPB RI juga menyampaikan bahwa penguatan pasukan darat dan keterlibatan masyarakat peduli api (MPA) wajib terus ditingkatkan. Dukungan dari perusahaan atau pemegang konsesi di sekitar lokasi kebakaran juga sangat penting untuk mempercepat upaya pengendalian.

Gubernur Riau, Abdul Wahid, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia mendorong adanya sistem patroli dan pengawasan hingga tingkat rukun tetangga (RT) untuk mencegah pembakaran sejak dini.

“Siapa pun yang beraktivitas di kebun, harus ada pengawasan. Edukasi masyarakat juga perlu dilakukan, terutama untuk mengingatkan agar tidak sembarangan membuang puntung rokok,” ujarnya.

Bupati Siak, Afni, yang turut hadir dalam rakor tersebut, menyatakan kesiapan daerahnya untuk berkolaborasi dengan seluruh pihak dalam mencegah karhutla di Kabupaten Siak.

“Pencegahan harus menjadi prioritas agar kebakaran tidak menyebar luas dan merugikan semua pihak. Kami mengusulkan pembangunan waduk sebagai sumber air, sehingga dapat memudahkan tim Karhutla,” singkatnya. (**/Sul)

Berita Terkait

Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan Ajak NU Jaga Keamanan dan Kerukunan
Selaso Cafe di Kantor Bupati Siak Jadi Ruang Tunggu Rakyat Temui Bupati
Dapat Gaji 13 dan THR, Bupati Siak Perpanjang SK 2.994 ASN PPPK Paruh Waktu
Kolaborasi SKK Migas Sumbagut dan EMP Raih Juara II Stan Terbaik di Helat Pelalawan 2026
Polrestabes Medan Gagalkan Pengiriman 24.000 Gram Sabu ke Palembang, Terjadi Aksi Kejar-Kejaran
Polres Kuansing Tindak PETI di Bawah Kantor DPRD, Athia: Kenapa Aktivitas PETI Dekat Mapolres Dibiarkan?
Siang Terpantau Beberapa Rakit PETI Dekat Kantor DPRD, Malam Polisi Hanya Temukan Satu Unit, Sisanya Kemana?
KPPU Nyatakan Para Terlapor Tidak Terbukti Melanggar Pasal 22 Dalam Perkara Tender Geomembrane PHR

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan Ajak NU Jaga Keamanan dan Kerukunan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Selaso Cafe di Kantor Bupati Siak Jadi Ruang Tunggu Rakyat Temui Bupati

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Dapat Gaji 13 dan THR, Bupati Siak Perpanjang SK 2.994 ASN PPPK Paruh Waktu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kolaborasi SKK Migas Sumbagut dan EMP Raih Juara II Stan Terbaik di Helat Pelalawan 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Polrestabes Medan Gagalkan Pengiriman 24.000 Gram Sabu ke Palembang, Terjadi Aksi Kejar-Kejaran

Berita Terbaru