Bupati Siak Lantik Pengurus KTNA, Tegaskan Siap Dampingi Petani dan Nelayan!

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIAK – Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan Pemerintah Kabupaten Siak akan terus mendampingi petani dan nelayan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan lahan, akses permodalan, hingga pemasaran hasil produksi.

Menurutnya, ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Komitmen tersebut disampaikan Afni saat melantik 60 pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Siak periode 2026–2031 di Balairung Datuk Empat Suku, Rumah Rakyat, Sabtu (11/7/2026).

Pelantikan dirangkaikan dengan forum sarasehan yang mempertemukan petani, nelayan, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas persoalan sektor pertanian dan perikanan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Siak, unsur Forkopimda, DPRD Kabupaten Siak, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Gizi Nasional (BGN), BUMD, Baznas, pelaku usaha, para camat, serta jajaran Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan Kabupaten Siak.

Afni mengatakan, forum dialog sengaja digelar agar pemerintah memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi yang dihadapi petani dan nelayan sehingga kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Ketahanan pangan bukan hanya urusan petani, bukan hanya urusan pemerintah daerah. Karena itu saya mengundang semua pihak. KTNA adalah mitra strategis pemerintah. Kita harus banyak mendengar dan mendampingi karena masih banyak urusan petani dan nelayan yang harus kita selesaikan bersama,” kata Afni.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Siak akan menyusun kebijakan pembangunan pertanian berdasarkan data yang akurat. Untuk itu, BPS dilibatkan dalam forum tersebut guna memaparkan data sebagai dasar penyusunan program yang lebih terarah dan berbasis kondisi riil di lapangan.

Meski dihadapkan pada keterbatasan kemampuan fiskal daerah, Afni memastikan sektor pertanian tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan karena memiliki kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

“Urusan petani dan nelayan itu urusan rakyat kita setiap hari yang harus kita jaga. Petani gak bisa jalan sendiri. KTNA Siak tidak berjalan sendiri, kami akan membersamai. Kalau petani kita kenapa-kenapa, seperempat Kabupaten Siak bisa terguncang ekonominya,” ujarnya.

Baca Juga :  Polda Sumut Tegas Berantas Premanisme, Tim Subsatgas Tindak Amankan Pelaku Pemalakan di Medan

Dalam sesi dialog, petani menyampaikan sejumlah persoalan, antara lain keterbatasan lahan, sulitnya akses permodalan, hingga pemasaran hasil panen. Menanggapi hal itu, Afni menegaskan pemerintah daerah akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan.

Ia juga berharap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi salah satu pasar potensial bagi produk pertanian dan perikanan lokal sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani dan nelayan.

Sementara itu, Ketua KTNA Kabupaten Siak Dannyanto Keleka Bediona mengatakan hasil sarasehan akan menjadi dasar penyusunan program kerja organisasi selama lima tahun ke depan. Program tersebut meliputi pengembangan petani milenial, pemetaan kebutuhan petani di setiap kecamatan, serta penguatan kolaborasi dalam penyelesaian persoalan lahan, permodalan, dan pemasaran hasil pertanian.

“Kami akan menjadikan seluruh masukan yang diterima hari ini sebagai dasar penyusunan program kerja KTNA. Kami juga akan memfasilitasi dialog secara berkala agar setiap persoalan petani di kecamatan dapat segera ditindaklanjuti bersama pemerintah dan pihak terkait,” kata Dannyanto.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Siak juga menyerahkan 70 unit bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian kepada kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) di Kabupaten Siak.

Bantuan tersebut meliputi 20 unit pompa air diesel portable 4 inci, 5 unit pompa air diesel 4 inci, 10 unit pompa air diesel 6 inci, 5 unit traktor roda empat, 17 unit traktor roda dua, 4 unit combine harvester, 3 unit rotavator, serta 6 unit power thresher. Bantuan itu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Siak. (**/Inf)

Berita Terkait

Polres Batu Bara Ungkap Peredaran Etomidate, Empat Tersangka Diamankan
Jumat Berkah, Kepala Rutan Dumai Berikan Nasi Kotak Kepada Warga Binaan
Polres Dumai Ungkap Kasus Peredaran Narkotika, Dua Pria Diamankan
Satnarkoba Polres Dumai Gerak Cepat, Amankan Sabu dari Tangan Remaja
Kodam XIX Tuanku Tambusai Masuki Fase Krusial Pembangunan Jembatan Garuda di Tembilahan
Polres Pelabuhan Belawan Intensifkan Patroli Malam Antisipasi Kejahatan Jalanan
Kapolda Sumut Gelar Esports Kapolda Cup 2026, Ajak Generasi Muda Berkarya
Dukung Swasembada Pangan, BUMDes Maju Bersama Lakukan Penanaman Jagung Pipil

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:19 WIB

Polres Batu Bara Ungkap Peredaran Etomidate, Empat Tersangka Diamankan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:45 WIB

Jumat Berkah, Kepala Rutan Dumai Berikan Nasi Kotak Kepada Warga Binaan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:28 WIB

Polres Dumai Ungkap Kasus Peredaran Narkotika, Dua Pria Diamankan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:21 WIB

Satnarkoba Polres Dumai Gerak Cepat, Amankan Sabu dari Tangan Remaja

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:13 WIB

Kodam XIX Tuanku Tambusai Masuki Fase Krusial Pembangunan Jembatan Garuda di Tembilahan

Berita Terbaru