Forum LSM RIAU BERSATU, Gelar Konferensi Pers Soal Kebun Sawit Milik PT NSR dan Agus Awal Bross

- Jurnalis

Rabu, 19 Juni 2024 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, RIAU, (NVC) — PT. Nusantara Sentosa Raya (NSR), diduga membuka Kebun Sawit di duga di dalam kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI).

Diperkirakan, Sawit yang berada di dalam Kawasan HTI ratusan Hektar ini sudah dipanen atau hasilnya telah di nikmati, meski pun status hukum Lahan Kebunnya milik Asiang ini belum jelas legal standingnya.

Ada juga disebut nama Agus Awal Bross. Agus diduga dari Awal Bross juga membuka dan memiliki Kebun Sawit di dalam kawasan HTI yang cukup luas hingga ratusan Hektar.

“Sejauh ini, dari investigasi yang dilakukan Team Forum LSM Riau Bersatu, menemukan adanya dugaan kebun ilegal di dalam HTI, belum diketahui dari mana mereka beli Lahan tersebut,” kata Robert Hendrico.

“Kita meminta kepada pihak Polisi Kehutanan di Riau bekerjasama dengan APH untuk segera melakukan pemeriksaan lapangan terkait temuan Forum LSM Riau Bersatu. Supaya segera dilakukan penindakan sesuai aturan yang ada,” harap Robert Hendrico di hadapan belasan Wartawan di Pekanbaru. Rabu, (19/6/2024), Pukul 12.30.WIB.

Diduga ada oknum dari Yayasan atas nama Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Riau back up oknum yang menguasai Lahan dalam kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Yayasan BIN ini, begitu berani meletakkan atau mendirikan merk plang Yayasan BIN nya di atas Kebun Sawit yang dinilai belum jelas status kepemilikannya.

Baca Juga :  Kapolda Sumut Tinjau Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis, Dukung Generasi Sehat dan Cerdas

“Hal ini sangat merisaukan kita, karena diduga ada indikasi mencaplok lahan yang status nya belum jelas dan di luar prosedur ketentuan UU yang berlaku. Kita menduga Kebun Sawit tersebut adalah ilegal,” ungkap Ketua Umum Forum LSM Riau Bersatu, Robert Hendrico.

Kawasan Hutan yang dikuasai oleh PT NSR dan Agus Awal Bross ini berada di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, diperkiraan luasnya ratusan Hektar.

“Perusahaan atau Kebun resmi tentu memiliki legal atau izin usaha resmi, dan berkewajiban membayar Pajak. Tetapi jika usahanya ilegal tentu tidak berkewajiban membayar Pajak pula karena terkendala melanggar ketentuan yang ada,” sebut Hendrico.

Bila mana temuan Forum LSM Riau Bersatu ini, maka ada kemungkinan pelanggaran UU No.18 Tahun 13 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan serta UU tentang Lingkungan Hidup.

Pihak PT. NSR, Asiang maupun Agus Awal Bross, serta pihak Yayasan BIN, belum dapat dikonfirmasi Awak Media karena belum ada akses komunikasi, namun akan dilanjutkan konfirmasi oleh Team Media kepada semua pihak terkait persoalan ini untuk menciptakan pemberitaan yang berimbang dan profesional. ***

Penulis : Bomen

Berita Terkait

Kapolres Binjai Bersama Timsus Anti Begal Melaksanakan Patroli KRYD
Konsolidasi Pihak Terkait Lanjutkan Pembahasan Aliansi Koperasi TKBM
Razia Capital Building, Polda Sumut Tes Acak 19 Pengunjung untuk Deteksi Narkoba
Puncak Ibadah Jamaah Haji Siak di Arafah, Wukuf Segera Dimulai
KPU Provinsi Riau dan Universitas Riau Jalin Kerja Sama melalui Penandatanganan MoU
Komitmen Tegas Polres Binjai, Berhasil Ungkap Belasan Kasus Narkoba
Polres Binjai Gelar Patroli Skala Besar Antisipasi 3C dan Kejahatan Pasca Pemadaman Listrik
Polda Sumut: Pemulihan Listrik Sudah Mencapai 71 Persen

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:34 WIB

Kapolres Binjai Bersama Timsus Anti Begal Melaksanakan Patroli KRYD

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:31 WIB

Konsolidasi Pihak Terkait Lanjutkan Pembahasan Aliansi Koperasi TKBM

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:18 WIB

Razia Capital Building, Polda Sumut Tes Acak 19 Pengunjung untuk Deteksi Narkoba

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:14 WIB

Puncak Ibadah Jamaah Haji Siak di Arafah, Wukuf Segera Dimulai

Senin, 25 Mei 2026 - 18:41 WIB

KPU Provinsi Riau dan Universitas Riau Jalin Kerja Sama melalui Penandatanganan MoU

Berita Terbaru