Kampar, RIAU — Pihak Kerja Sama Operasional (KSO) dari PT. Agrinas pastikan situasi di dalam Lahan eks CV. Makmur Jaya Sentosa (MJS) yang disebut-sebut Kebun Jimmy di Kampung Pinang, Desa Kampung Pinang, Kecamatan Perhentian Raja, dan di Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, sudah tenang.
Humas, sekaligus Juru Bicara (Jubir) KSO, Aroel Champay menjawab konfirmasi Awak Media NadaViral.com pada Jumat malam (5/12/2025), Pukul 22.12 WIB.
“Malam ini saya kumpulkan Pekerja, hari Senin kembali bekerja dengan KSO seperti biasanya,” kata Arul.
“Kita dari pihak resmi, dari Negara berupaya membujuk para Pekerja bersama KSO. Ini bukan masalah Pekerja, ini Lahan Jimmy yang bermasalah dengan Negara,” tambah Arul.
Terkait dengan viral nya di beberapa Akun Sosmed dan di Media Siber adanya upaya memaksa dan atau pengusiran para Pekerja oleh sekelompok diduga Premanisme harus keluar dari Kebun itu dalam tempo 5 jam.
Dalam cuplikan Video yang diperoleh Redaksi Media ini, terlihat salah satu oknum Ketua Umum PKMNR inisial (SH) memakai baju seragam kebesaran salah satu Paguyuban, dengan jelas menyatakan, “Saya beri waktu dalam tempo 5 jam, kalian semua harus keluar dari tempat ini,” ucap SH.
Jubir KSO menanggapi hal itu dengan tegas. “Kita melakukan penertiban dengan membujuk para Pekerja sesuai prosedur hukum dan aturan yang berlaku. Bukan dengan cara-cara Premanisme!,” tegas Arul.
Sebagaimana telah heboh sebelumnya di beberapa Media Online / Siber, terjadi konflik pengelolaan Lahan eks CV MJS atau yang sering disebut Kebun Jimmy, semakin panas dan tak ubahnya Medan Pertempuran antara masyarakat dan oknum para Mafia berkedok pengusaha.
Pihak Kelompok Tani Kampar Jaya (KTKJ), pemegang KSO sah dengan Lahan seluas 1.004,67 Hektare, terus mendapatkan teror terencana dari pemilik kebun sebelumnya, Jimmy.
Terjadi gangguan dilakukan mulai dari menghadang KSO, memprovokasi warga, hingga menggerakkan oknum Preman bayaran dan menuding kebijakan Presiden RI Prabowo salah untuk mengusir KTKJ dari Kebun Jimmy.
Ternyata Sebelumnya, Jimmy Pernah Masuk Daftar Hitam Menteri Kehutanan RI.

Pemilik Kebun yang disebut-sebut bernama Jimmy, jejak kelamnya sudah tercatat secara resmi di Negara ini.
Bahwa, CV MJS pernah dimasukkan ke dalam Daftar Hitam oleh Menteri Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar karena mengelola Kawasan Hutan tanpa izin. Daftar Hitam itu diterbitkan melalui SK Nomor: SK.531/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2021.
Setelah Kebun Jimmy dikuasai oleh Negara melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), kini pihak Jimmy kebakaran Jenggot, berteriak, berkoar-koar, merasa Sok Legal Kebun Jimmy. Padahal, Jimmy memiliki catatan panjang sebagai pelanggaran berat sesuai Daftar Hitam oleh Menhut RI.
Arul yang juga Jubir KTKJ ini, menegaskan bahwa KSO resmi dengan Agrinas sudah berjalan sejak Oktober 2025 dan disambut baik oleh masyarakat setempat.
“Saya anak asli Kampar. Kalau kami yang dapat KSO, itu wajar. Soal Legalitas, kalau ada yang ragu, laporkan saja. Kami tidak takut!!,” tegas Arul lagi.

Arul juga mengecam keras pola dan cara-cara serangan yang digunakan sekelompok pihak Jimmy.
“Ini adalah pola lama Mafia: Provokasi, adu domba, dan pakai Preman. Cara-cara begitu bukan cuma kotor, tapi merusak masyarakat setempat. Persis model Penjajah dahulu,” sebut Arul.
“APH diminta jangan diam saja, peristiwa ini ancaman terhadap semua Petani. Jika aksi Premanisme ini dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk yang bisa menular ke KSO lain di Riau ini,” pungkasnya.
Bagian Humas, Kasat Reskrim dan Kapolres Kampar tidak merespon Konfirmasi Awak Media
Upaya Konfirmasi yang dilakukan Awak Media ini sejak Jumat malam, hingga hari ini, Sabtu (6/12/2025), pihak yang dihubungi mulai dari Humas, Kasat dan Kapolres, nihil tanggapan.
Tadi malam Bagian Humas Polres Kampar, Adi, dihubungi Pukul 22.20 WIB, Kapolres Kampar AKBP Bobi dihubungi sekitar Pukul 22.21 WIB. Tidak merespon karena kemungkinan istirahat tidur.
Hari ini, Kasa Kasat Reskrim Polres Kampar, AKP Gian dihubungi Pukul 09.15 dan Pukul 13.46 WIB, namun tidak menjawab Telepon.
Sedangkan Adi, bagian Humas Polres Kampar yang mengaku tidak mengetahui informasi tentang insiden pengusiran warga oleh diduga sekelompok Preman suruhan Jimmy.
“Saya tidak mengetahui peristiwa itu, nanti saya kirim nomor WhatsApp Kapolseknya,” kata Adi yang tak kunjung mengirim no WA Kapolsek.
Sore ini, Adi kembali mengatakan bahwa dia sedang berada di Rumah Sakit mengawal keluarga yang sakit.
“Maaf, saya masih di Rumah Sakit,” kata Adi pada Pukul 15.06 WIB yang tetap tak kunjung atau tak mau mengirim no WA Kapolsek Pantai Raja guna untuk permintaan tanggapan tentang pengusiran warga oleh oknum Preman suruhan Jimmy.
Karena Pejabat Polres Kampar tidak merespon, upaya berikutnya Wartawan Media ini melanjutkan Konfirmasi kepada Kapolda Riau dan Wakapolda Riau, namun tidak berhasil. Kemudian menghubungi Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto.
Awalnya menghubungi Kabid Humas, namun tidak terjawab. Beberapa saat kemudian, Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom menghubungi balik Awak Media ini dan mengatakan sedang dalam Operasi Bencana Alam di Sumbar.
“Izin, saya sedang di Sumbar dalam Operasi Kemanusiaan Bencana Alam. Laporan saya terima dan setelah ini saya konfirmasi ke Polres Kampar terkait peristiwa itu,” kata Kombes Anom, Pukul 16.16 WIB.
Pada Pukul 16.33 WIB, dihubungi hingga dua kali Kapolsek Perhentian Raja, Iptu Fery Fadli, terlihat berdering tanda panggilan masuk, namun tidak merespon.
Terakhir, pada Pukul 17.21 WIB, Awak Media ini menghubungi Kapolsek Tambang, Polres Kampar, AKP Asril.
Sayang sekali, dihubungi hingga dua kali, namun HP yang bersangkutan belum merespon. ***
Penulis : Bomen, Jurnalis NadaViral.com






















