Masih dalam Kegiatan Seremonial dan Pencitraan, Ketua KNPI Riau: Potensi Besar Terjadi KKN di Masa Kepemimpinan Gubernur Riau Abdul Wahid

- Jurnalis

Jumat, 25 April 2025 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, (NV) — Masa Kepemimpinan Gubernur Riau, Abdul Wahid S.Pd.i M.Si sudah masuk pada perhitungan Seratus Hari Kerja. Kegiatan yang dilakukan Gubernur masih sebatas seremonial dan atau pencitraan dirinya saja, belum menyentuh objek vital di tengah masyarakat.

Namun, berbagai elemen masyarakat menilai bahwa Seratus Hari Kerja itu hanya diisi dengan Aktivitas Pencitraan dan Kegiatan yang sifatnya kurang Produktif.

Bahkan, Gubernur Abdul Wahid sendiri terlihat lebih sering menggunakan Fasilitas Negara dan Fasilitas milik Perusahaan yang “Bermasalah” terkait dengan Agenda “Jalan-Jalan” yang dibungkus dengan istilah Silaturahmi maupun Halal Bi Halal Mengelilingi Wilayah Provinsi Riau.

Beginilah Kelakuan Pejabat Setelah Berkuasa! Jarak Dekat Gunakan Fasilitas Perusahaan Bermasalah, Ketua KNPI Riau: “Potensi Besar Terjadinya KKN di Masa Kepemimpinan Gubernur Abdul Wahid”

Banyak dari kalangan masyarakat bertanya soal Kinerja para Pemimpin di Provinsi Riau ini, baik itu Bupati, Walikota maupun Gubernur yang sedari awal Kampanye hingga Menang dan di Lantik berjanji untuk Memperbaiki Tata Kelola Pemerintahan, Sarana dan Prasarana maupun Infrastruktur yang ada. Tetapi apalah daya, Masyarakat hanya bisa menunggu dan terus menunggu. Kinerja “Seratus Hari Kerja” yang dilakukan Gubernur Riau Abdul Wahid adalah Cerminan dari Kualitas Kepemimpinannya dalam satu periode ini.

“Bagaimana mungkin Gubernur dan para Walikota maupun Bupati itu mengetahui persis Kondisi Jalan-Jalan yang Rusak, Berlubang dan Tergenang air di Riau ini, Kondisi Jalan yang penuh dengan Kemacetan dan Longsor, sementara dalam mengunjungi suatu daerah yang dekat saja mereka justru menggunakan Fasilitas Negara dengan percuma, bahkan tanpa rasa malu menggunakan Helikopter milik Perusahaan yang terkenal ‘Bermasalah’ Kita ini semua memang berasal dari Kampung, tapi ya jangan pula Kampungan” ungkap Larshen Yunus, dengan nada sesal.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau itu tegaskan lagi, bahwa Seratus Hari Kerja Gubernur Abdul Wahid benar-benar diisi dengan berbagai Kegiatan yang kurang Produktif, bahkan hanya sekedar Menghabiskan Keuangan Negara, ditengah kondisi yang selalu dikatakannya Defisit, sementara faktanya!!! dia sendiri yang memberi contoh terhadap para bawahannya yang bekerja di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

“Sedari dulu kami masih menyimpan banyak keraguan terhadap Mental dan integritas yang dimiliki oleh para Pejabat di Riau ini, terkesan dengan istilah Pejabat Tekejut Badan. Sewaktu Kampanye penyampaiannya manis sekali, bahasanya Optimis dan luar biasa, giliran sudah dilantik dan memimpin rapat perdana, justru tanpa malu menyampaikan Riau ini sedang Defisit dan Gubernur Abdul Wahid berkali-kali bilang Pusing Tujuh Kelilingi, ALFATEHAH” tutur Ketua DPD KNPI Provinsi Riau, Larshen Yunus.

Baca Juga :  Jumat Curhat Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru Digelar di Masjid Nurul Ummi : Polri Tampung Aspirasi Warga

Tetapi walaupun demikian, Seratus Hari Kerja yang dilakukan Gubernur Abdul Wahid itu tetap saja menjadi Apresiasi dan Pujian yang disampaikan oleh para Kelompok Penjilat, yang mayoritas berasal dari Golongan Kampungan, berpendidikan rendah serta pihak-pihak yang kerap mencari makan lewat aksi Jilat Menjilat seperti itu.

“Secara jujur kami mau sampaikan!!! bahwa Gubernur Riau itu Wajib di Kritik. ini Wujud nyata kasih, rasa cinta dan hormat kami kepada beliau. Kami ingin Jabatan Gubernur Riau yang mengelola Trilyunan Rupiah Keuangan Daerah itu mampu bekerja lebih Maksimal Lagi. Kewenangan yang besar Harus ditandai dengan Kinerja yang baik dan Kebijakan Strategis yang bermanfaat bagi kepentingan umum, bukan justru sebaliknya” harap Larshen Yunus.

Hingga berita ini diterbitkan, Jum’at (25/4/2025) Ketua KNPI Provinsi Riau itu lagi-lagi mengajak semua pihak untuk selalu Optimis, Ikhtiar dan Istiqomah. Selalu Tabbayun dalam melihat segala sesuatunya. Terhadap kinerja Pemerintah jangan khawatir dalam menyampaikan Kritik Kerasnya. Prinsipnya! Jangan jadi Penjilat tanpa dasar yang jelas. Hiduplah dengan Jiwa yang Merdeka, sekalipun situasi itu terasa pahitnya.

“Seratus Hari Kerja, Gubernur Abdul Wahid Jalan-Jalan Menggunakan Fasilitas Perusahaan yang bermasalah, yang jelas-jelas berpotensi terjadinya Kolusi. Bagaimana mungkin Riau ini bisa selesai dengan urusan dan permasalahan Kebakaran Hutan dan Lahan, Penguasaan Kebun Kelapa Sawit dalam Kawasan Hutan serta praktek haram ilegal logging lainnya, sementara di satu sisi Para Pejabatnya bersekutu dengan para Cukong dan Mafia kelas kakap, para pemilik Perusahaan yang Jejak Rekamnya jelas-jelas pernah berbuat masalah” akhir Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, yang juga diketahui menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Rakyat Prabowo Gibran (GARAPAN), seraya menutup pernyataan persnya.

Awak Media ini sudah berupaya melakukan konfirmasi kepada Gubernur Abdul Wahid terkait kritisi keras dari Ketua KNPI Riau tersebut. Jumat (25/4/2025), Pukul 14.00 WIB melalui Telepon WhatsApp, namun Gubri tidak menjawab Teleponnya. ***

Editor : RedViral!

Berita Terkait

Sportivitas dan Jiwa Ksatria Warnai Pembukaan Kejurda INKANAS Sumut 2026
Kapolda Sumut: Nugraha Sakanti Jadi Amanah, Personel Diminta Tingkatkan Pengabdian
Bupati Siak Ajak Kepala Daerah Perkuat Soliditas Jaga Otonomi Daerah
Air Mata Bahagia Opung Sipayung: Kapolres dan Ketua Bhayangkari Simalungun Serahkan Rumah Baru
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumut Salurkan Bantuan Beras untuk Penggali Kubur
Afni Zulkifli Masuk 22 Sosok Reset Indonesia, Kebijakan Pangkas Anggaran Jadi Perhatian
Hari Bhayangkara ke-80, Sekda Siak: Polri Garda Terdepan Jaga Keamanan Rakyat

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:06 WIB

Sportivitas dan Jiwa Ksatria Warnai Pembukaan Kejurda INKANAS Sumut 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:02 WIB

Kapolda Sumut: Nugraha Sakanti Jadi Amanah, Personel Diminta Tingkatkan Pengabdian

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Bupati Siak Ajak Kepala Daerah Perkuat Soliditas Jaga Otonomi Daerah

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:05 WIB

Air Mata Bahagia Opung Sipayung: Kapolres dan Ketua Bhayangkari Simalungun Serahkan Rumah Baru

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:12 WIB

Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian

Berita Terbaru