Bengkalis — Aktivitas kolam-kolam udang milik pengusaha dari luar Daerah yang beroperasi di Jalan Nelayan dan kawasan Wisata Mangrove, Desa Sungai Batang, diduga kuat telah mencemari sungai setempat, Limbah kolam disebut-sebut langsung dibuang ke aliran sungai terus kelaut tanpa pengolahan memadai, sehingga merusak kualitas air dan mengancam kelangsungan hidup masyarakat nelayan Desa Sungai Batang. Selasa(03/02/2026)
Salah sorang Masyarakat nelayan menyatakan sejak kolam udang tersebut berdiri, kondisi sungai berubah drastis. Air yang sebelumnya jernih kini keruh dan berbau, menyebabkan hasil tangkapan nelayan menurun tajam. Dampak ini dirasakan setiap hari dan secara langsung memukul ekonomi keluarga nelayan.
“Kami hidup dari sungai. Sekarang airnya kotor seperti limbah. Tangkapan menurun, pendapatan berkurang, sementara kolam udang terus beroperasi tanpa memperhatikan dampaknya,” ungkap salah satu masyarakat Desa Sungai Batang.
Ironisnya, persoalan ini bukan baru terjadi. Masyarakat menyebut pencemaran tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun, namun hingga kini tidak terlihat langkah tegas dari pihak berwenang.

Aktivitas kolam Udang yang terletak di Desa Sungai Batang, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau ini, tetap berjalan, sementara Nelayan terus menanggung kerugian.
Tak hanya merusak lingkungan, masyarakat juga menilai pengelola kolam udang tidak memberikan kontribusi apa pun kepada Desa, maupun masyarakat Desa Sungai Batang. Berbagai permohonan bantuan sosial maupun kegiatan masyarakat tidak pernah di indahkan dan ditanggapi. (*/Mhd Jamil)
Editor : Red






















