Pj Sekda Siak Bahas Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Bersama Mendragri 

- Jurnalis

Senin, 21 April 2025 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIAK, (NV) – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Siak, didampingi Kepala Dinas Sosial Wan Idris, mengikuti rapat pengendalian inflasi nasional tahun 2025 yang dirangkaikan dengan sosialisasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Rapat berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dari Ruang Pucuk Rebung, Kantor Bupati Siak, Senin (21/4/2025).

Rapat tersebut dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diikuti oleh kementerian/lembaga serta pemerintah daerah seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Tito menyampaikan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo untuk mewujudkan keadilan sosial, terutama dalam bidang pendidikan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

“Target beliau adalah agar Sekolah Rakyat memberikan kesempatan pendidikan yang inklusif, menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk keluarga kurang mampu, baik yang miskin biasa maupun miskin ekstrem,” ujar Tito.

Pendidikan adalah jalur utama dalam meningkatkan taraf hidup. Program ini diharapkan mampu membawa anak-anak dari kelompok termiskin untuk bisa menamatkan SMA/sederajat dan mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga mampu mengubah masa depan mereka dan keluarganya.

Program Sekolah Rakyat akan berbentuk sekolah berasrama dengan kurikulum formal dan pendidikan karakter. Sasarannya adalah siswa dari kelompok desil 1 dan 2 (20 persen penduduk termiskin).

Proses penerimaan dilakukan melalui tes kesehatan dan verifikasi administrasi. Orang tua siswa juga diwajibkan menandatangani komitmen pendampingan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan, hingga April 2025 telah masuk 356 titik usulan lokasi pembangunan dari daerah.

Pada tahap awal tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan 200 titik Sekolah Rakyat, diprioritaskan berdasarkan kesiapan lahan dan tingkat kemiskinan daerah. Dari jumlah itu, 53 titik sudah disurvei dan dalam proses perencanaan, dan akan mulai pembelajaran tahun 2025/2026 untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan daya tampung ditargetkan minimal 1.000 siswa.

Baca Juga :  Kapolres bersama Wali Kota Pagar Alam Buka Secara Resmi Acara Gerak Jalan Santai

Setiap sekolah akan dibangun di atas lahan minimal 6–7 hektare, dilengkapi fasilitas seperti gedung belajar, asrama siswa, lapangan olahraga, dan perumahan guru. Lokasi sekolah tersebar di Sumatera 10 titik, Kalimantan 3 titik, Sulawesi 8 titik, Papua 1 titik, Maluku 2 titik, Bali Nusra 3 titik, termasuk 26 titik di Pulau Jawa.

Mendagri Tito mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyukseskan program ini sesuai Inpres No. 8 Tahun 2025. Peran tersebut mencakup penyediaan lahan yang clear and clean, rekrutmen guru, serta koordinasi antar instansi terkait di daerah. Ia juga mengingatkan agar daerah tidak mengajukan usulan lokasi tanpa kesiapan riil di lapangan.

Tito juga menyoroti pentingnya penggunaan data tunggal sosial ekonomi nasional agar bantuan sosial dan bantuan program pendidikan seperti Sekolah Rakyat benar-benar tepat sasaran.

Menurutnya, data yang akurat akan memastikan bantuan dari pusat maupun daerah menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya kelompok miskin ekstrem.

“Kita termasuk negara dengan populasi besar. Maka data tunggal itu penting, khususnya terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat. Kita ingin program ini mengurangi kemiskinan secara signifikan dan tepat sasaran,” tegas Tito.

Untuk mendorong kinerja daerah, Tito mengusulkan adanya kompetisi penurunan angka kemiskinan ekstrem antar provinsi dan kabupaten/kota.

“Setiap enam bulan, bisa diberikan penghargaan kepada daerah terbaik dalam menurunkan kemiskinan ekstrem. Ini menjadi pemicu semangat bagi yang lain,” sebutnya.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Siak Fauzi Asni menyambut baik program tersebut, upaya mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat miskin di daerah.

“Tentu kita sangat mendukung program yang baik ini, dengan Sekolah Rakyat (SR) ini masyarakat kurang mampu bisa memperoleh akses pendidikan yang layak dan gratis,” ringkasnya. (**/Inf)

Editor : RedViral!

Berita Terkait

Kapolrestabes Medan Berkumpul bersama Masyarakat, Menolak Narkoba dari Desa
Kapolda Sumut Bangun Pos Literasi di Belawan, Perkuat Edukasi dan Keselamatan Berlalu Lintas
10 Hari Operasi Patuh Toba 2026, Polres Binjai Keluarkan 144 Tilang dan 222 Teguran
Kapolda Sumut Tekankan Profesionalisme dan Integritas Reserse dalam Rakernis 2026
Ladang Ganja Seluas 5 Hektare Terbongkar di Madina, Polda Sumut Musnahkan 150.000 Batang
Polda Sumut Intensifkan Edukasi Humanis, 14.237 Pengendara Diberi Tilang Teguran
Sekda Siak Tegaskan Keterbukaan Informasi Harus Dijadikan Budaya Kerja
Jaga Warisan Kesultanan Siak, Dua Cagar Budaya Direvitalisasi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:22 WIB

Kapolrestabes Medan Berkumpul bersama Masyarakat, Menolak Narkoba dari Desa

Kamis, 5 November 2026 - 22:17 WIB

Kapolda Sumut Bangun Pos Literasi di Belawan, Perkuat Edukasi dan Keselamatan Berlalu Lintas

Kamis, 5 November 2026 - 22:15 WIB

10 Hari Operasi Patuh Toba 2026, Polres Binjai Keluarkan 144 Tilang dan 222 Teguran

Kamis, 5 November 2026 - 22:14 WIB

Kapolda Sumut Tekankan Profesionalisme dan Integritas Reserse dalam Rakernis 2026

Kamis, 5 November 2026 - 22:10 WIB

Ladang Ganja Seluas 5 Hektare Terbongkar di Madina, Polda Sumut Musnahkan 150.000 Batang

Berita Terbaru