Ribuan Ekor Ikan Mati di Sungai Singingi, DPRD Kuansing Segera Gelar RDP

- Jurnalis

Selasa, 27 Mei 2025 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

KUANSING, (NV) – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuantan Singingi (Kuansing) akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin (26/5/2025), terkait dugaan pencemaran Sungai Singingi yang menyebabkan ribuan ikan mati pada Sabtu (24/5/2025).

Hearing ini akan melibatkan pihak PT Sinergi Inti Makmur (SIM), Tokoh Adat Antau Singingi, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Ketua Komisi II DPRD Kuansing, Fedrios Gusni, menyatakan bahwa pencemaran ini diduga kuat akibat perusahaan yang abai terhadap aspek lingkungan.

“Kami masyarakat Antau Singingi meminta pertanggung jawaban pihak perusahaan yang membuang limbah,” tegas Fedrios, Minggu (25/5/2025).

Dampak pencemaran ini tak hanya dirasakan warga Singingi dan Singingi Hilir, namun juga meluas hingga ke Kampar Kiri, di mana ribuan ikan mati ditemukan di muara Sungai Singingi yang bermuara ke Sungai Kampar Kiri. Warga Kampar Kiri pun berencana menggelar pertemuan untuk membahas masalah ini.

Dugaan awal mengarah pada pembuangan limbah pabrik kelapa sawit PT SIM. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuansing bahkan telah menutup sementara operasional PT SIM pada Sabtu kemarin hingga persoalan tuntas.

Baca Juga :  Dari TPA hingga Terminal, Aksi Berbagi Takjil Batalyon B Satbrimob Polda Sumut

Kepala DLH Kuansing, Deflides Gusni, mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut belum memiliki izin operasional kelayakan pembuangan limbah.

Mantan anggota DPRD Provinsi Riau, Mardianto Manan, menyarankan agar Pemkab Kuansing segera menguji sampel air dan ikan yang tercemar di laboratorium untuk mengetahui kandungan zat penyebabnya.

“Gampang saja mencari faktor penyebabnya kalau Pemkab berani sebagai penguasa kabupaten kita,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer PT SIM, Toni Wijaya, membenarkan penghentian sementara operasional pabriknya. Namun, ia membantah tudingan bahwa ikan-ikan mati disebabkan oleh limbah pabriknya.

Toni mengklaim tidak ada kolam penampungan limbah yang bocor, bahkan di Sungai Lantak Payo dan Sungai Lembu Keruh yang lebih dekat dengan pabrik, tidak ditemukan ikan mati.

“Logikanya, kalau memang oleh limbah pabrik kami, maka ikan lebih dulu mati di Sungai Lantak Payo atau Sungai Lembu Keruh yang berada di dekat pabrik bukan di Sungai Singingi yang lebih jauh jaraknya. Jadi penyebab kami belum tahu, tapi kami ikut anjuran DLH dulu,” jelas Toni. (Sad/Inf)

Berita Terkait

Wali Kota dan Wawako Salurkan Mesin dan Alat Pertanian kepada 13 Kelompok Tani
Bongkar Modus Judi Online, Ditressiber Polda Sumut Ungkap Peran SEO hingga Pengelola Situs
Ditressiber Polda Sumut Bongkar Jaringan Judi Online, 2 Orang Jadi Tersangka
PT DSI Kalah di MA, Warga Minta Pemerintah Evaluasi dan Cabut Izin
Kapolres Langkat Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Pj Sekda Muradi Ajak Pegawai dan Masyarakat Kuansing Isi Survei Sensus Ekonomi BPS
Ditanya Dasar Hukum Pemerintah tidak Menjawab Fraksi PKB, Satria Mandala Malah Bungkam
Kapolda Sumut Tekankan Penguatan Fungsi Pengawasan dalam Sertijab Irwasda

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Wali Kota dan Wawako Salurkan Mesin dan Alat Pertanian kepada 13 Kelompok Tani

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Bongkar Modus Judi Online, Ditressiber Polda Sumut Ungkap Peran SEO hingga Pengelola Situs

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Ditressiber Polda Sumut Bongkar Jaringan Judi Online, 2 Orang Jadi Tersangka

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:25 WIB

PT DSI Kalah di MA, Warga Minta Pemerintah Evaluasi dan Cabut Izin

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Kapolres Langkat Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Berita Terbaru

Headlines

Kapolres Langkat Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Kamis, 1 Okt 2026 - 14:32 WIB