Sukseskan Rehabilitasi, Kakanwil Kemenkumham Riau Berharap Warga Binaan Lapas Perempuan Berubah

- Jurnalis

Rabu, 27 November 2024 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, (NVC) – Dalam upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Pekanbaru telah melaksanakan program rehabilitasi sosial selama enam bulan terakhir. Program yang melibatkan 30 warga binaan ini telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan, terlihat dari perubahan perilaku para peserta.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Budi Argap Situngkir, dalam penutupan program rehabilitasi sosial ini pada Selasa (26/11/2024) menyampaikan apresiasinya jajaran Lapas Perempuan Pekanbaru di bawah komando Kalapas Sri Astiana atas keberhasilan program ini. “Program rehabilitasi ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan upaya serius dalam mengubah hidup para warga binaan,” ujar Budi.

Selama enam bulan, para peserta dibimbing oleh konselor dari Yayasan Gemuni. Mereka mengikuti berbagai kegiatan edukasi, seminar, dan konseling intensif untuk memahami dampak buruk narkoba serta membangun kesadaran akan pentingnya hidup sehat.

Kepala BNN Kota Pekanbaru, AKBP Wawan turut mengapresiasi program ini. “Kami optimis bahwa program rehabilitasi ini akan menghasilkan warga binaan yang benar-benar bersih dari kecanduan narkoba,” ungkapnya. Wawan berharap para peserta dapat menjadi contoh bagi warga binaan lainnya dan tidak kembali ke jalan yang salah.

Pada kegiatan penutupan program rehabilitasi sosial ini tampak hadir Kepala Divisi Administrasi Johan Manurung, Kepala Divisi Pemasyarakatan Ricky Dwi Biantoro, dan Kepala UPT Pemasyarakatan se-Kota Pekanbaru.

Meskipun program ini telah berjalan dengan baik, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran. Budi Argap mengakui bahwa dukungan anggaran untuk program rehabilitasi masih sangat minim. “Kami berharap BNN dan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih besar agar program ini dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Personel Sat Lantas Polrestabes Medan Melaksanakan Pengaturan Pos Padat Pagi

Budi juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam membantu para mantan narapidana untuk beradaptasi kembali dengan kehidupan masyarakat. “Masyarakat harus memberikan kesempatan kedua bagi mereka untuk membuktikan bahwa mereka bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” imbuhnya.

Budi juga mengajak para petugas pemasyarakatan untuk lebih proaktif dalam memberikan pembinaan kepada warga binaan. “Jangan hanya berfokus pada penjagaan, tetapi juga berikan perhatian dan kasih sayang kepada mereka,” tegasnya.

Dengan berakhirnya program rehabilitasi ini, diharapkan para peserta dapat menjadi duta anti-narkoba di tengah masyarakat. Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas program rehabilitasi, sehingga semakin banyak warga binaan yang dapat sembuh dari kecanduan narkoba dan kembali ke kehidupan yang lebih baik.

Selain mengikuti program rehabilitasi, para warga binaan Lapas Perempuan Pekanbaru juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pembinaan kerja. Kakanwil beserta rombongan menyempatkan diri untuk melihat langsung proses pembinaan kerja yang ada di Lapas Perempuan Pekanbaru. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah budidaya ikan lele. Dalam kunjungannya, Kakanwil secara simbolis melepaskan 1.500 bibit ikan lele ke kolam yang telah disiapkan.

Selain budidaya ikan lele, Lapas Perempuan Pekanbaru juga menawarkan berbagai program pembinaan kerja lainnya, seperti menjahit, merajut dan menyanting batik, salon, serta memasak aneka kue dan roti. Program-program ini tidak hanya bertujuan untuk mengisi waktu luang para warga binaan, tetapi juga untuk membekali mereka dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas dari masa pidana. ***

EDITOR : REDNV

Berita Terkait

Wabup Bagus Santoso Buka Bengkalis Durian Fest, Dorong Pelestarian Warisan Lokal dan Penguatan Ekonomi
Pemkab Bengkalis Gelar Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026
MTQ XLIV Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 di Kabupaten Kuansing Resmi Ditutup
Alih Fungsi Pos Polisi Jadi Tempat Tinggal Warga Telantar Menuai Kritik Tajam
Kabupaten Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Kuansing
Bengkalis Raih Peringkat Kedua pada MTQ ke-44 Riau, Bupati Tetap Apresiasi Perjuangan Kafilah
Sportivitas dan Jiwa Ksatria Warnai Pembukaan Kejurda INKANAS Sumut 2026
Kapolda Sumut: Nugraha Sakanti Jadi Amanah, Personel Diminta Tingkatkan Pengabdian

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:51 WIB

Wabup Bagus Santoso Buka Bengkalis Durian Fest, Dorong Pelestarian Warisan Lokal dan Penguatan Ekonomi

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Pemkab Bengkalis Gelar Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:07 WIB

MTQ XLIV Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 di Kabupaten Kuansing Resmi Ditutup

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:38 WIB

Alih Fungsi Pos Polisi Jadi Tempat Tinggal Warga Telantar Menuai Kritik Tajam

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:33 WIB

Kabupaten Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Kuansing

Berita Terbaru

Headlines

Pemkab Bengkalis Gelar Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026

Minggu, 5 Jul 2026 - 17:47 WIB