Menjadi Daerah Jaringan Irigasi Terbanyak, Bupati Siak Mendapat Solusi Atasi Krisis Air di Sawah Petani dari BWSS III Riau

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIAK — Kabupaten Siak menjadi daerah penerima program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) terbanyak pada 2025, yakni sebanyak 23 titik dengan total anggaran sekitar Rp36,8 miliar bersumber dari APBN.

Informasi tersebut disampaikan Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, seusai melakukan silaturahmi ke Balai Wilayah Sungai Sumatera III Kementerian PUPR, Senin (1/12/2025).

Dalam pertemuan itu, Bupati Afni menyampaikan apresiasi kepada pihak balai yang telah menerima dan mendukung langkah pemerintah daerah.

Menurutnya, bantuan JIAT sangat berarti bagi petani di Kabupaten Siak yang selama ini menghadapi persoalan keterbatasan air untuk mengairi sawah pada saat musim kemarau.

Orang nomor satu di negeri Istana itu menjelaskan, program JIAT menjadi salah satu solusi jangka pendek untuk mengatasi kelangkaan air, terutama pada musim tanam. Afni menilai pemenuhan air untuk sawah harus segera ditangani agar produksi pertanian tetap stabil.

Selain program JIAT, pemerintah daerah juga menyoroti kondisi saluran tersier yang mengalami pendangkalan. Afni menegaskan bahwa perbaikan jaringan tersier menjadi kebutuhan mendesak agar distribusi air ke lahan petani dapat berjalan optimal.

Baca Juga :  Siapkan MoU dengan APJII Riau, Diskominfo Pekanbaru Perkuat Jaringan Internet untuk Masyarakat

Pemkab Siak, ungkap Afni, akan kembali mengajukan lebih banyak titik program JIAT pada tahun mendatang. Hal itu dilakukan untuk memastikan petani memperoleh akses air yang memadai sambil menunggu solusi permanen yang tengah disiapkan.

Sejalan dengan upaya jangka pendek tersebut, Pemkab Siak mulai menjajaki opsi jangka panjang dengan mengusulkan pembangunan waduk atau long storage seluas sekitar 100 hektare.

Waduk ini diharapkan mampu menjadi sumber air yang lebih stabil bagi pertanian.

Menurut Afni, rencana pembangunan waduk membutuhkan dukungan dari kementerian terkait, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian ATR/BPN.

Dukungan tersebut diperlukan untuk proses pelepasan kawasan demi kepentingan rakyat dan penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Siak. (**/Inf)

Berita Terkait

Patroli Skala Besar Brimob Polda Sumut Sisir Belawan, Sajam hingga Miras Diamankan
Gerak Cepat Polsek Gunung Malela Tangkap Pencurian HP Pekerja Bangunan
Ungkap Jaringan Narkoba Simalungun-Batubara, Polisi Sita 142 Gram Sabu dan Air Soft Gun
Polres Tapteng Ungkap Kasus Pencabulan Anak dan Berhasil Menangkap Pelakunya
Pengedar Sabu di Karo Ditangkap, Polisi Sita Timbangan hingga 7 Paket Narkoba
Polres Karo Gerebek Judi Tembak Ikan di Tigabinanga, Dua Perempuan Diamankan
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai Melaksanakan Kegiatan Ikrar Bersama
Wujudkan Komitmen Moral, Rutan Kelas IIB Dumai Gelar Ikrar Bersih dari Halinar dan Penipuan

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:57 WIB

Patroli Skala Besar Brimob Polda Sumut Sisir Belawan, Sajam hingga Miras Diamankan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:55 WIB

Gerak Cepat Polsek Gunung Malela Tangkap Pencurian HP Pekerja Bangunan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:51 WIB

Ungkap Jaringan Narkoba Simalungun-Batubara, Polisi Sita 142 Gram Sabu dan Air Soft Gun

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:33 WIB

Polres Tapteng Ungkap Kasus Pencabulan Anak dan Berhasil Menangkap Pelakunya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:30 WIB

Pengedar Sabu di Karo Ditangkap, Polisi Sita Timbangan hingga 7 Paket Narkoba

Berita Terbaru