BUNGA RAYA – Bupati Siak Afni secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-15 tingkat Kecamatan Bunga Raya di halaman Kantor Camat Bunga Raya, Senin (21/9/2026). Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Bupati Siak, sebagai tanda dimulainya rangkaian MTQ yang diikuti kafilah dari kampung-kampung se-Kecamatan Bunga Raya.
Bupati Afni hadir didampingi suaminya, Bapak Triono. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Siak Laiskar Jaya, anggota DPRD Siak Sujarwo dan Janhan Ali, unsur Forkopimda dan Forkopimcam, para penghulu, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus LPTQ, MUI dan KUA, dewan hakim, qori-qoriah, hafiz-hafizah, para kafilah serta masyarakat Kecamatan Bunga Raya.
Dalam sambutannya, Bupati Afni menyampaikan rasa syukur karena MTQ tingkat kecamatan kembali dapat dilaksanakan. Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan memahami Alquran, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun generasi Qurani sekaligus memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.
“Di tengah keterbatasan anggaran, kami ingin membuktikan bahwa kepemimpinan Afni-Syamsurizal tetap akan mengedepankan dan memuliakan Alquran. Efisiensi anggaran tidak boleh menjauhkan kita dari Alquran,” kata Afni.
Ia mengatakan, pelaksanaan MTQ tetap menjadi perhatian pemerintah meskipun Kabupaten Siak menghadapi keterbatasan anggaran. Bagi Afni, yang paling penting bukan kemegahan pelaksanaan, melainkan bagaimana pembinaan terhadap para peserta dan kafilah dilakukan secara berkelanjutan.
“Tidak perlu astaka yang bagus-bagus. Astaka itu nomor sekian. Yang paling utama adalah bagaimana kita membimbing dan mendidik anak-anak kita,” ujarnya.
Afni juga mengapresiasi prestasi yang telah ditorehkan kafilah Kabupaten Siak. Pada MTQ tingkat Provinsi Riau di Kuantan Singingi, peringkat Kabupaten Siak mengalami peningkatan. Empat putra-putri Siak juga dipercaya masuk dalam kafilah MTQ Provinsi Riau.
Salah satunya adalah Afif, kafilah asal Kecamatan Mempura pada cabang tartil, yang berhasil meraih juara II tingkat nasional. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Siak sekaligus diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta MTQ di tingkat kecamatan.
“Ini suatu kebanggaan dan semoga menjadi inspirasi bagi seluruh peserta yang ada. Kita ingin prestasi seperti ini terus lahir dari anak-anak Siak,” katanya.
Menurut Bupati, capaian tersebut tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan secara berjenjang. Setelah MTQ tingkat kecamatan, rangkaian pembinaan akan berlanjut pada MTQ tingkat Kabupaten Siak yang akan dilaksanakan di Kecamatan Koto Gasib, kemudian MTQ tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Rokan Hulu.
Untuk memperkuat pembinaan, Pemerintah Kabupaten Siak juga terus mendorong penguatan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Siak. Afni menyebut LPTQ kini terbuka bagi masyarakat yang ingin belajar Alquran, termasuk para santri, pelatih dan peserta yang membutuhkan tempat untuk belajar serta mengembangkan kemampuan.
“Bagi siapa pun yang ingin belajar Alquran, LPTQ Kabupaten Siak terbuka. Pembelajaran dilakukan secara gratis dan tersedia tempat untuk menginap. Ini kita siapkan agar pembinaan Alquran semakin mudah diakses masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengajak para camat, penghulu, ulama, ustaz, guru mengaji, pondok pesantren dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat pembinaan generasi Qurani.
Selain kegiatan keagamaan, Bupati Afni menyampaikan bahwa Pemkab Siak juga terus berupaya memberikan ruang bagi pengembangan kebudayaan di setiap kecamatan. Salah satunya melalui kegiatan Julang Budaya yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan ciri khas budaya masing-masing daerah.
Usai membuka MTQ secara resmi, Bupati Afni menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stand bazar yang berada di lokasi kegiatan. Bazar yang diikuti kampung-kampung se-Kecamatan Bunga Raya tersebut turut menambah semarak pelaksanaan MTQ ke-15 sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan produk dan potensi kampung.
Kegiatan MTQ ke-15 Kecamatan Bunga Raya diharapkan tidak hanya menjadi ajang mencari bibit-bibit unggul untuk mewakili kecamatan pada tingkat kabupaten, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Alquran dan membangun generasi muda yang berkarakter Qurani.
“Dengan dukungan para alim ulama, tokoh masyarakat dan seluruh rakyat yang kami cintai, segala niat baik ini insyaallah mendapatkan keberkahan dan keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tutup Afni. (*/Inf)






















