Ogan Komering Ilir, (NVC) — Komarudin bersama kakaknya, Zainal Abidin babak belur diduga dianiaya sejumlah petugas keamanan perusahaan Sawit di Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatra Selatan pada 20 Oktober 2025 sekitar pukul 16.00 WIB.
Aksi penganiayaan itu juga diduga turut dilakukan sejumlah oknum Anggota TNI. Permasalahan ini bermula saat Komarudin mendapat kabar ada seorang warganya ditangkap dan diduga dipukuli pihak keamanan perusahaan karena dituduh mencuri Sawit.
Merasa khawatir dengan kondisi warganya, ia pun berinisiatif mendatangi lokasi guna memastikan kebenaran informasi dengan mengendarai Sepeda Motor seorang diri menuju area kebun.
Di tengah perjalanan di area kebun Blok 8, Komarudin berpapasan dengan rombongan besar petugas keamanan perusahaan diperkirakan mencapai puluhan orang dan sebagian mengendarai Mobil dan Motor.
Bahkan beberapa di antaranya sedang menenteng Senjata Laras panjang. “Saya tanya, izin Komandan, dimana ada warga saya yang ditangkap, awalnya mereka bilang tidak ada,” tuturnya.
Masih kata dia, merasa harus menjalankan tugasnya, Komarudin lantas perkenalkan identitasnya, bukannya mendapat respon yang baik, justru menjadi pemicu amarah oknum petugas.
“Ketika aku ngomong begitu, mereka seperti tidak bisa menahan emosi lagi, saya langsung diserang, dipukul,” ungkapnya.
Melihat adiknya pergi seorang diri sang kakak dengan Motor terpisah tiba di lokasi, seorang Kepala Desa tengah menjadi bulan-bulanan para petugas keamanan.
Setelah turun dari Motor, Zainal refleks mengeluarkan ponselnya untuk merekam aksi brutal tersebut sebagai barang bukti. Zainal bahkan diancam akan dibunuh dan dipukul menggunakan gagang senjata. (Tim/HBL)






















