Mantan Kades Sungai Sarik Dilaporkan KTH kepada KPH Kampar Kiri

- Jurnalis

Sabtu, 6 April 2024 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampar, RIAU, (NVC) — Akhirnya, saat ini pihak dari Sekretaris Kelompok Tani Hutan (KTH) Sungai Otan Tunggal Mandiri, yaitu Junaidi Yunus, sudah membuat laporan pada pihak berwenang. Hal itu atas dugaan tindakan pengrusakan kawasan hutan.

“Yah. Pada hari Senin (1/4/2024) kemarin. Saya selaku Sekretaris dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Sungai Otan Tunggal Mandiri. Hal ini telah melaporkan pada KPH Kampar Kiri di Sungai Pagar. Laporan itu adanya hal pengrusakan kawasan hutan. Yang dilapor adalah Nasrul mantan Kades Sungai Sarik dan Cs,” kata Junaidi Yunus.

Laporan ini, diterima Kepala KPH Kampar Kiri melalui Bagian Penindakan Dedi yang bertempat Kantor KPH Sungai Pagar. Hal ini, sambung Junaid yang akrab dipanggil Jon PKMT, bahwa dalam hal KPH Kampar Kiri akan segera memanggil oknum Nasrul Cs, dan serta akan melakukan penindakan terhadap perusak hutan.

“KPH Kampar Kiri itu menyampaikan akan melakukan pemanggilan pada Nasrul yang telah menyetujui dijual lahan tersebut. Hal ini, diharapkan bisa menghasilkan putusan dengan memberi sanksi. Karena, memang kalau pihak Nasrul dan Saikin Cs ini, sudah melakukan pengrusakan kawasan hutan di daerah tersebut,” sebutnya.

Kesempatan itu, Junaidi menyebut, bahwa hal yang dilakukan oleh Nasrul pada ketika itu, masih menjabat Kepala Desa (Kades) pada Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri. Yang mana dia menjual lahan KTH Sungai Otan Tunggal Mandiri. Aksi itu dilakukanya oleh Saini dkk yang menjual lahan. Namun, surat diterbitkannya Kades.

Baca Juga :  Kepala SDN 85 Krui Diduga Tilap Dana BOS, Hambat Perbaikan Kerusakan Gedung Sekolah!

“Saini sebagai wakil Datuok Bandaro, yang menjual lahan telah diperuntukan program Perhutanan Sosial (PS) sesuai dalam surat
Maka, kami buat laporannya ke KPH Kampar Kiri di Sungai Pagar. Karena diketahui Saini dkk telah melakukan penjualan lokasi PS/HKM dari lokasi KTH Sungai Otan Tunggal Mandiri dalam hutan kawasan,” ujarnya.

Nasrul yang saat itu menjabat Kades pada Sungai Sarik, katanya, bersekongkol untuk menjual lahan tersebut yang padahal telah diketahui itu merupakan lahan Ulayat. Dan kala itu Nasrul menerbitkannya sesuai surat jual beli. Sambung Junaidi, karena lahan ini sudah diperuntukan PS pengelolaan yaitu KTH Sungai Otan Tunggal Mandiri.

“Selain dari halnya perusak hutan kawasan tersebut. Juga terindikasi bahwa Nasrul dkk itu adalah jaringan mafia tanah. Sebab semua surat yang diterbitkan itu dua desa yaitu Desa Balung, dan Desa Sungai Sarik. Hal itu diduga Nasrul yang mantan Kades ini gunakan untuk pencalegan di Gerindra maju DPRD Kampar,” sebutnya. (Rls)

Editor: Bamen

Berita Terkait

Komisi I Tekankan Sinkronisasi Antara Dinas Terkait dengan Pemerintah Desa
DPRD dan Pemkab Bengkalis Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Penyerahan KUA-PPAS APBD TA 2027 Tepat Waktu, DPRD Apresiasi Pemkab Bengkalis
Tindak Lanjuti Masalah BBM, DPRD Bengkalis Minta Kejelasan Data dari Disperindag
Bupati Siak Sampaikan ke Wapres Gibran Jangan Dipotong Dana Bagi Hasil
Dirres PPA dan PPO Polda Sumut Koordinasi dengan USU, Dorong Korban Dugaan Pelecehan Seksual Segera Melapor
Ditressiber Polda Sumut Bongkar Modus Pornografi Digital, Pelaku Gunakan AI Manipulasi Foto Korban
Polda Sumut Siapkan 10 Personel Terlatih Jadi Pengemudi Truk Tangki BBM

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:07 WIB

Komisi I Tekankan Sinkronisasi Antara Dinas Terkait dengan Pemerintah Desa

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:01 WIB

DPRD dan Pemkab Bengkalis Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:38 WIB

Penyerahan KUA-PPAS APBD TA 2027 Tepat Waktu, DPRD Apresiasi Pemkab Bengkalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:34 WIB

Tindak Lanjuti Masalah BBM, DPRD Bengkalis Minta Kejelasan Data dari Disperindag

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:28 WIB

Bupati Siak Sampaikan ke Wapres Gibran Jangan Dipotong Dana Bagi Hasil

Berita Terbaru