Kuansing, RIAU — Dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali dilaporkan warga masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Kali ini, sedikitnya 10 rakit bermesin stingkai dan aktivitas tambang darat menggunakan mesin dompeng disebut beroperasi di Desa Kampung Baru, Kecamatan Sentajo Raya, sekitar perbatasan kebun warga dengan kawasan yang diduga merupakan hutan lindung.
Laporan yang diterima redaksi Media Intelijen Jendral.com pada Sabtu (24/10/2026) itu disertai dokumentasi foto dan video. Berdasarkan keterangan pelapor, lokasi aktivitas tersebut hanya berjarak sekitar 100 meter dari gerbang bertuliskan “Selamat Datang di Kawasan Hutan Lindung”.
Salah satu dokumentasi mencantumkan waktu 24 Oktober 2026 pukul 10.47.53, dengan informasi lokasi Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, serta ketinggian sekitar 87,1 meter di atas permukaan laut.
Meski dokumentasi tersebut menjadi bahan awal penelusuran, titik koordinat dan status kawasan tetap perlu diverifikasi oleh instansi berwenang untuk memastikan apakah lokasi kegiatan benar-benar berada di dalam kawasan hutan lindung.
Namun, di balik laporan terbaru tersebut, muncul kembali persoalan yang sebelumnya telah berulang kali disorot: belum diperolehnya tanggapan dari Kanit Tipidter Satreskrim Polres Kuansing, IPDA Geraldo Ivanco Pandelaki, S.Tr.K., atas konfirmasi jurnalistik yang disampaikan ATHIA, wartawan sekaligus redaksi Media Intelijen Jendral.com.
Berulang Kali Diberitakan, Konfirmasi Disebut Tak Kunjung Dijawab
Persoalan komunikasi dengan Kanit Tipidter bukan pertama kali diangkat oleh Media Intelijen Jendral.com.
Pada 15 Agustus 2026, media ini menerbitkan pemberitaan mengenai penggalian tanah urug skala besar di Desa Beringin Taluk yang menjadi sorotan, sementara konfirmasi kepada Kanit Tipidter belum memperoleh tanggapan.
Sorotan berlanjut pada 19 September 2026 melalui pemberitaan mengenai temuan aktivitas PETI di sejumlah wilayah Kuansing. Dalam laporan tersebut, ATHIA juga meminta Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., mengevaluasi kinerja Kanit Tipidter, terutama terkait respons terhadap informasi dan konfirmasi jurnalistik.
Kemudian, pada 30 September 2026, Media Intelijen Jendral.com kembali menerbitkan berita mengenai temuan dugaan aktivitas PETI di wilayah Muara Lembu, Kecamatan Singingi. Dalam pemberitaan itu, redaksi menjelaskan bahwa tautan berita dan video hasil penelusuran lapangan telah disampaikan kepada Kanit Tipidter, tetapi tanggapan belum diperoleh hingga berita diterbitkan.
Tiga pemberitaan tersebut dapat dibaca melalui tautan berikut:
Tiga pemberitaan tersebut dapat dibaca melalui tautan berikut:
1. https://intelijenjenderal.com/2026/08/15/penggalian-tanah-urug-skala-besar-di-beringin-taluk-jadi-sorotan-kanit-tipidter-polres-belum-beri-tanggapan/
2. https://intelijenjenderal.com/2026/09/19/ratusan-rakit-peti-kembali-ditemukan-geraldo-kanit-tipidter-tak-merespons-kapolres-kuansing-diminta-evaluasi/
3. https://intelijenjenderal.com/2026/09/30/berita-peti-dibaca-video-dikirim-konfirmasi-dilayangkan-geraldo-kanit-tipidter-masih-memilih-bungkam/
“Saya kembali meminta Kapolres Kuansing agar memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini dan mengevaluasi pola komunikasi serta respons terhadap konfirmasi jurnalistik yang saya alami. Jangan sampai pertanyaan mengenai dugaan PETI terus berulang, sementara wartawan kesulitan memperoleh penjelasan resmi dari pihak yang berwenang,” lanjutnya ATHIA.
Permintaan tersebut merupakan sikap dan penilaian ATHIA berdasarkan pengalaman komunikasinya. Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh penjelasan dari IPDA Geraldo Ivanco Pandelaki mengenai alasan tidak adanya respons sebagaimana disampaikan ATHIA.
Hingga berita ini diterbitkan, tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan kepada Kapolsek Kuantan Tengah, Kanit Tipidter, dan Kasat Reskrim Polres Kuansing belum diterima.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebutkan. Apabila tanggapan resmi diterima setelah berita diterbitkan, redaksi akan mempertimbangkan pemuatannya sebagai bagian dari komitmen terhadap keberimbangan dan akurasi pemberitaan.
Tim/Red






















