KUANTAN SINGINGI — Penindakan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan bawah Kantor DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) oleh jajaran Polsek Kuantan Tengah pada Selasa malam (13/10/2026) menyisakan sejumlah pertanyaan yang perlu mendapat penjelasan lebih lanjut.
Pasalnya, berdasarkan pantauan langsung Athia bersama sejumlah anggota tim redaksi Intelijen Jendral.com pada Selasa siang menjelang sore, terlihat beberapa rakit tambang emas menggunakan mesin stingkai berada di lokasi tersebut. Aktivitas itu juga telah didokumentasikan melalui rekaman video dari jalan umum.
Namun, dalam rilis resmi Humas Polres Kuansing Nomor 1472/X/HUM.6.1.1/2026/HUMAS POLRES KUANSING yang diterima redaksi pada Rabu pagi (14/10/2026), disebutkan bahwa petugas yang melakukan pengecekan pada Selasa malam hanya menemukan satu unit rakit PETI jenis stingkai lengkap dengan mesin.
Menurut keterangan kepolisian, rakit tersebut ditemukan sekitar pukul 20.15 WIB dalam kondisi tidak beroperasi dan telah ditinggalkan pemiliknya. Karena pemiliknya tidak diketahui, petugas kemudian merusak dan membakar peralatan tersebut di lokasi.
Perbedaan temuan antara pantauan redaksi pada siang menjelang sore dan pemeriksaan polisi pada malam hari inilah yang menjadi perhatian.
Kemana perginya rakit-rakit lain yang sebelumnya terlihat di lokasi?
Pertanyaan tersebut penting untuk dijawab guna memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi lapangan sebelum dan ketika petugas tiba di lokasi.
Redaksi tidak berspekulasi mengenai penyebab hilangnya rakit-rakit tersebut dari lokasi. Namun, berdasarkan dokumentasi dan kesaksian tim yang melakukan pemantauan langsung, keberadaan beberapa rakit pada siang menjelang sore merupakan fakta yang perlu dipertemukan dengan hasil pengecekan petugas pada malam harinya.
Apakah rakit-rakit lainnya telah dipindahkan sebelum petugas tiba? Apakah aktivitas operasional dihentikan dan peralatan dibawa ke tempat lain? Ataukah terdapat kondisi lain yang dapat menjelaskan perbedaan temuan tersebut?
Pertanyaan-pertanyaan itu memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait, termasuk aparat yang melakukan penindakan dan pihak yang mengetahui kondisi lokasi sebelum kedatangan petugas.
Dokumentasi Lapangan Menjadi Bagian Penting dalam Penelusuran
Athia bersama tim redaksi menegaskan bahwa pantauan dilakukan secara langsung di lokasi pada Selasa siang menjelang sore, sebelum penindakan yang disebutkan dalam rilis resmi kepolisian berlangsung pada malam harinya.
Dalam pemantauan tersebut, redaksi melihat beberapa rakit tambang dengan mesin stingkai berada di kawasan bawah Kantor DPRD Kuansing, yang berdekatan dengan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.
Dokumentasi video kemudian disebarluaskan melalui sejumlah grup WhatsApp dan akun TikTok redaksi. Rekaman tersebut juga diteruskan kepada sejumlah nomor WhatsApp pribadi pejabat utama di lingkungan Polres Kuansing sebagai informasi awal mengenai dugaan aktivitas PETI tersebut.
Rangkaian waktu ini menjadi penting dalam memahami perkembangan peristiwa: redaksi mendokumentasikan beberapa rakit pada siang menjelang sore, sedangkan kepolisian menyatakan menemukan satu unit rakit pada malam hari.
Karena itu, redaksi memandang perlu adanya penjelasan yang lebih terperinci mengenai kondisi lokasi pada rentang waktu antara pemantauan media dan kedatangan petugas.
Apabila terdapat informasi mengenai pemindahan peralatan, penghentian aktivitas, atau keadaan lain yang menyebabkan rakit-rakit tersebut tidak lagi ditemukan, keterangan tersebut penting untuk disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan pertanyaan berkepanjangan di tengah masyarakat.
Penindakan Perlu Menjawab Persoalan Secara Menyeluruh
Redaksi mengapresiasi tindak lanjut kepolisian yang telah melakukan pengecekan dan memusnahkan satu unit peralatan PETI sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi.
Namun, penanganan persoalan ini juga perlu memberikan kejelasan mengenai keberadaan peralatan lain yang sebelumnya terlihat di lokasi, termasuk kemungkinan adanya aktivitas serupa yang berpindah ke titik lain.
Kepastian tersebut penting agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai tindak lanjut laporan dan dokumentasi yang telah disampaikan.
Redaksi juga memandang perlu adanya klarifikasi mengenai apakah petugas telah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh titik yang sebelumnya terlihat dalam dokumentasi, serta apakah terdapat informasi tambahan mengenai pihak yang mengoperasikan atau memiliki peralatan tersebut.
Hingga berita ini disusun, berdasarkan rilis resmi yang diterima redaksi, tidak ada pelaku yang diamankan dan tidak ada barang bukti yang dibawa ke Mapolsek Kuantan Tengah. Rilis tersebut juga belum menjelaskan keberadaan rakit-rakit lain yang sebelumnya terpantau oleh tim redaksi.
Oleh sebab itu, redaksi membuka ruang konfirmasi kepada Polres Kuansing, Polsek Kuantan Tengah, serta pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai perbedaan temuan tersebut.
Redaksi Intelijen Jendral.com akan terus melakukan penelusuran dan meminta konfirmasi kepada pihak terkait agar persoalan ini mendapat penjelasan yang utuh, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. (*/Red)
Sumber : Athia






















