Tim Wartawan Temukan Aktivitas PETI di Pulau Kopuang, Alat Berat CAT Terpantau

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUANSING — Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) jenis stingkai di Desa Pulau Kopuang, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, kembali menjadi sorotan. Meski sebelumnya telah ditinjau Camat Sentajo Raya bersama kepala desa setempat, aktivitas yang diduga menggunakan puluhan rakit mesin stingkai itu kembali dilaporkan berlangsung.

Pada Senin (12/10/2026), tim wartawan melakukan investigasi ke salah satu lokasi dan menemukan sekitar 15 rakit mesin stingkai sedang beroperasi serta satu unit alat berat merek CAT yang tengah mengupas lahan.

Temuan tersebut diperoleh setelah redaksi menerima laporan berulang dari warga yang menyebut aktivitas PETI di kawasan itu tidak pernah benar-benar berhenti, bahkan diduga semakin bertambah.

Neki Mengaku sebagai Pengurus

Saat tim berada di lokasi, seorang pria bernama Neki mendatangi wartawan dan mengajak mereka berbicara di luar area aktivitas.

Ketika ditanya mengenai pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut, termasuk penggunaan alat berat, Neki disebut meminta agar informasi dikonfirmasikan kepadanya karena mengaku sebagai pengurus seluruh aktivitas di lokasi itu.

“Di sini sebelumnya ada sekitar 30 rakit mesin stingkai dan sekarang yang beroperasi sekitar 15 rakit, Bang. Saya semua pengurusnya,” demikian keterangan Neki sebagaimana disampaikan tim kepada redaksi.

Namun, investigasi tim hanya menjangkau satu titik lokasi. Keberadaan kelompok lain yang disebut warga beroperasi di sekitar kawasan tersebut, dengan jarak antarlokasi diperkirakan 100 hingga 200 meter, belum dapat diverifikasi secara langsung setelah Neki mengajak tim wartawan meninggalkan lokasi.

Menurut sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, sebagian mesin hanya berhenti sementara ketika lahan yang telah dikupas menggunakan alat berat selesai dikerjakan. Setelah pengupasan kembali dilakukan, mesin stingkai disebut kembali beroperasi.

Informasi warga sebelumnya menyebutkan jumlahnya mencapai sekitar 30 rakit. Akan tetapi, jumlah keseluruhan dan aktivitas di titik-titik lainnya masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Camat Akui Banyak Laporan Warga

Pada Minggu malam (11/10/2026), Camat Sentajo Raya, Wandi Gunawan, S.P., membenarkan bahwa dirinya telah menerima banyak laporan masyarakat mengenai aktivitas PETI tersebut.

“Iya, Bang, sudah banyak warga yang melaporkan kepada saya mengenai aktivitas PETI tersebut. Bahkan, disebut semakin bertambah jumlahnya setelah kami turun ke lokasi sebelumnya. Oleh karena itu, akan kita dalami dan akan saya sampaikan kepada pihak kepolisian,” ujar Wandi kepada redaksi.

Sebelumnya, Wandi bersama kepala desa setempat telah turun ke lokasi pada September 2026 dan menyampaikan bahwa para pelaku telah diminta menghentikan aktivitas serta meninggalkan lokasi.

Baca Juga :  UNDER COVER PETUGAS MEMBUAHKAN HASIL

Namun, laporan terbaru warga dan temuan tim pada 12 Oktober 2026 menunjukkan bahwa aktivitas di salah satu titik yang didatangi masih berlangsung.

Dokumentasi Disampaikan kepada Polres Kuansing

Sebelum investigasi dilakukan, Kasihumas Polres Kuansing, IPTU Romlan, meminta redaksi memastikan titik lokasi serta mengumpulkan dokumentasi foto dan video.

Setelah tim kembali dari lapangan, redaksi menyampaikan perkembangan temuan beserta dokumentasi yang berhasil dihimpun.

Menanggapi penyampaian tersebut pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 19.27 WIB, IPTU Romlan menyampaikan, “Terima kasih, Abangku. Nanti kalau ada yang perlu saya konfirmasi lagi.”

Hingga berita ini disusun, redaksi belum menerima keterangan lebih lanjut mengenai langkah pemeriksaan atau penindakan yang akan dilakukan terhadap aktivitas yang dilaporkan tersebut.

Redaksi juga mengungkapkan bahwa dalam pemberitaan sebelumnya, Neki pernah menemui pimpinan redaksi di sebuah warung di Teluk Kuantan. Menurut keterangan pimpinan redaksi, pertemuan tersebut berlangsung ketika pemberitaan mengenai aktivitas PETI di Pulau Kopuang sedang menjadi sorotan.

Pimpinan redaksi menilai pertemuan itu sebagai upaya untuk memengaruhi agar pemberitaan dihentikan. Namun, penilaian tersebut merupakan pandangan redaksi atas peristiwa yang dialaminya.

“Saya tidak mencari-cari kesalahan siapa pun. Namun, selama ada narasumber yang kembali melaporkan aktivitas tersebut atau ada dokumentasi yang kami terima, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai tugas dan fungsi kami sebagai redaksi,” tegas pimpinan redaksi.

Redaksi menegaskan bahwa pemberitaan dilakukan berdasarkan laporan narasumber, dokumentasi, investigasi lapangan, dan konfirmasi kepada pihak terkait, bukan untuk menyerang pribadi atau kelompok tertentu.

Aparat Diharapkan Periksa Seluruh Lokasi

Dengan adanya laporan warga yang berulang, temuan 15 rakit mesin stingkai dan satu alat berat CAT, serta informasi mengenai dugaan beberapa titik aktivitas lainnya, aparat kepolisian diharapkan melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan legalitas kegiatan, pihak yang bertanggung jawab, penggunaan alat berat, serta kemungkinan dampak lingkungan dari aktivitas tersebut.

Redaksi menegaskan bahwa temuan di satu lokasi belum menggambarkan keseluruhan aktivitas di kawasan Pulau Kopuang. Karena itu, pengecekan langsung oleh aparat diperlukan agar seluruh informasi dapat diuji secara objektif.

Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada Neki, pihak yang mengoperasikan mesin stingkai, pemilik atau pengguna alat berat, pemerintah setempat, serta Polres Kuansing.

Bagi redaksi, setiap laporan masyarakat yang disertai informasi dan dokumentasi layak ditindaklanjuti secara profesional. Kebenaran harus diuji melalui fakta, konfirmasi, dan pemeriksaan pihak berwenang, bukan dihentikan hanya karena suatu aktivitas menjadi sorotan pemberitaan. (*/Red)

Sumber : intelijenjenderal.com

Berita Terkait

Bupati Afni Pastikan Kabupaten Siak Terima Dana APBN 2026 Rp 371 Miliar
Bareskrim Polri dan Polda Riau Amankan 68 Orang di THM Melalui Operasi Gabungan
Tim Jatanras Polres Asahan Amankan Empat Terduga Pelaku Pencurian
Pakai Baju Melayu Sultanah Latifah, Bupati Afni Pimpin Upacara HUT Siak Sekaligus Sampaikan Pesan Setia dan Keadilan
Bupati Afni Sampaikan Pesan Melayu Jaga Marwah Negeri pada Puncak Perayaan Hari Jadi Siak ke-27
Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Mursyid Siap Kawal Aspirasi Jalan Tol Inhu–Kuansing–Sumbar
Bupati Afni Lepas Kontingen PORSENI IGTKI ke Kuansing, Selamat Bertanding!
Tingkatkan Pembinaan Kepribadian, Karutan Dumai Beri Penguatan Kerohanian kepada Warga Binaan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Bupati Afni Pastikan Kabupaten Siak Terima Dana APBN 2026 Rp 371 Miliar

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:58 WIB

Tim Wartawan Temukan Aktivitas PETI di Pulau Kopuang, Alat Berat CAT Terpantau

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Bareskrim Polri dan Polda Riau Amankan 68 Orang di THM Melalui Operasi Gabungan

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:43 WIB

Tim Jatanras Polres Asahan Amankan Empat Terduga Pelaku Pencurian

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Pakai Baju Melayu Sultanah Latifah, Bupati Afni Pimpin Upacara HUT Siak Sekaligus Sampaikan Pesan Setia dan Keadilan

Berita Terbaru