Waketum PPRI Minta Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Jamaah Masjid Agung Darul Hikmah

- Jurnalis

Selasa, 10 September 2024 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAMBANG, KAMPAR, RIAU, (NV) — Mardiyus, S.Pd salah seorang pengurus Masjid Agung Darul Hikmah di Jalan Suka Karya, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau di aniaya oleh oknum Imam Masjid pada Ahad (08/09/2024) sekira Pukul 05:30.WIB, dimana akibat pemukulan tersebut Mardiyus terpaksa harus berobat untuk mendapat perawatan intensif.

Menurut Mardiyus, oknum Imam Masjid inisial BA (57) melakukan pemukulan di bagian Kepala dan menginjak Jari tangan sebelah kiri sampai memar, serta bagian tubuh lainnya.

Diduga karna tidak senang dan emosi saat Mardiyus menyampaikan aspirasi sebagian besar Jama’ah Masjid yang tidak setuju menerima Jama’ah WNA asal Negara Banglades dan Pakistan.

Beberapa waktu lalu, lanjut Mardiyus yang merupakan Bendahara Masjid ini menceritakan kepada Awak Media, hal serupa juga sudah pernah terjadi penolakan terhadap Jama’ah yang hendak tidur bermalam di Masjid secara berkelompok.

“Bahkan, masalah itu sudah di sepakati dan di saksikan Babinkamtibmas Desa Tarai Bangun, namun sepertinya kesepakatan yang tidak tertulis itu di lupakan BA,” kata Mardiyus. Selasa, (10/09/2024).

Ditambahkan lelaki yang juga Ketua BPD Desa Tarai Bangun ini, bahwa ada dugaan BA sengaja meninju karena terlebih dahulu sudah merencanakan.

“Pasalnya, pada Jumat (06/09/2024) seusai Shalat, BA sudah mencoba membuat ribut tetapi saya menghindar, namun pada Ahad subuh setelah saya di panggil Khairunnas, terjadilah penganiayaan,” ungkap Mardiyus.

“Kejadian tersebut, sudah saya laporkan ke Polsek Tambang dan kita berharap agar Polisi segera melakukan proses hukum terhadap pelaku,” tutup nya.

Sementara itu, di tempat terpisah, BA yang di konfirmasi Pewarta pada Senin (10/09/2024) di Ruko-nya mengakui melakukan pemukulan karena merasa tidak senang kepada Mardiyus. “Saya menganggap Mardiyus tidak becus sebagai pengurus Masjid,” kata BA.

Menurut nya lagi, Mardiyus di hantam sampai tersungkur dan setelah terjatuh, wajah Mardiyus kembali di tinju.

Baca Juga :  Polsek Tambang Ciduk Pelaku Judi Online di Counter Handphone, Asyik Jual Beli Chip Higgs Domino!

“Cuma Mardiyus yang tidak setuju, sedangkan semua masyarakat setuju, juga Ketua Masjid,” kilah nya.

Menanggapi permasalahan ini, di tempat terpisah, Ketua Masjid, Yuznilla, A.Md yang di konfirmasi mengatakan, tidak pernah menyetujui tetapi tidak juga pernah melarang orang untuk datang Sholat ke Masjid.

“Saya sangat menyayangkan pemukulan ini terjadi, menurut saya pemukulan itu salah karena Masjid merupakan tempat ibadah,” tutur Yuznilla dengan tegas.

Salah seorang Jama’ah Masjid yang tidak bersedia menyebut namanya turut menanggapi agar Imam Masjid yang melakukan pemukulan agar tidak menjadi Imam di Masjid Agung Darul Hikmah.

“Saya berharap agar Imam yang melakukan pemukulan di Kepala Jama’ah segera di berhentikan karena tidak dapat menjadi contoh dan tauladan yang benar,” harapnya.

Wakil Ketua Umum DPP Perkumpulan Pemimpin Redaksi Intelektual (PPRI), Bowoziduhu Bawamenewi sangat menyayangkan sikap seorang Imam melakukan penganiayaan terhadap Jama’ah nya dan bahkan korban ternyata pengurus Masjid itu sendiri.

Menurut Bowozi, seorang Imam harus memiliki kesabaran yang tinggi, tidak mudah emosional, mengingat tugas dan pekerjaan seorang Imam adalah, memberikan motivasi, membangun mental untuk memperkuat Iman para Jama’ah melalui ceramah nya. Hal itu dapat dipertanggung jawabkan kepada Allah nantinya.

“Oleh karena emosional pelaku secara brutal menganiaya Jama’ah nya, saya berharap kepada Polsek Tambang, Polres Kampar untuk mengamankan oknum BA, diproses secara hukum, mempertanggung jawabkan setimpal dengan perbuatannya,” harapnya.

Peristiwa ini harus dijadikan sebagai pengalaman dan tidak perlu ditiru oleh Imam Masjid lainnya. Hal yang lebih mulia adalah saling introspeksi diri masing-masing dengan membangun silaturahmi antar Jama’ah dengan seorang Imam Masjid.

“Saya kira perlu kita saling mengingatkan antara satu sama lain, lebih banyak berinteraksi, memberikan edukasi yang baik. Mungkin itu lebih baik dan mulia serta semakin memperkuat iman kita dalam aspek beragama tentunya,” pungkas Bowozi.

Editor : Bomen

Berita Terkait

Sidang Praperadilan Kasus Karhutla di Rupat Utara, Dimenangkan oleh Polres Bengkalis
Curanmor di Hotel Grand Stabat Digagalkan Berkat Kolaborasi Polisi dan Security
Polres Tapteng Kembalikan 3 Unit Sepeda Motor Hasil Ungkap Kasus Curanmor ke Pemiliknya
Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi!
Di Era Irjen Herry Heryawan, Polda Riau Berhasil Pidanakan PT Musim Mas!!
Kaban Kesbangpol Riau Jadi Pemateri Bertajuk Etika dalam Kepemimpinan di Unilak
DPD PDI Perjuangan Gelar MUSANCAB di Kota Dumai
UNDER COVER PETUGAS MEMBUAHKAN HASIL

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:47 WIB

Sidang Praperadilan Kasus Karhutla di Rupat Utara, Dimenangkan oleh Polres Bengkalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:34 WIB

Curanmor di Hotel Grand Stabat Digagalkan Berkat Kolaborasi Polisi dan Security

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:30 WIB

Polres Tapteng Kembalikan 3 Unit Sepeda Motor Hasil Ungkap Kasus Curanmor ke Pemiliknya

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:26 WIB

Tanam Ganja di Balik Tembok, Pria di Tanjung Morawa Diciduk Polisi!

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:18 WIB

Di Era Irjen Herry Heryawan, Polda Riau Berhasil Pidanakan PT Musim Mas!!

Berita Terbaru