Meranti, RIAU, (NVC) — Warga Desa Pelantai, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau berharap Kapolda Riau, Irjen Muhammad Iqbal mengusut tuntas hilangnya 3 (tiga) ABK KM Raffa Sahira, yang hilang secara misterius sejak empat tahun lalu (5 Desember 2020), sebelum Kapolda M Iqbal mengakhiri masa jabatannya di Provinsi Riau.
Harapan ini disampaikan ratusan warga Desa Pelantai, yang diwakili Kepala Desa Pelantai, Khairi Antoni, kepada para Awak Media, Senin 15 Juli 2024.
“Dari 3 AbK.KM Raffa yang hilang tersebut, dua di antaranya warga Desa Pelantai dan satu lagi warga Kab.Inhil. Jadi warga sangat berharap betul kepada Bapak Kapolda Riau, M Iqbal, untuk memberi atensi khusus dan memberi titik terang terhadap hilangnya 3 ABK KM Raffa yang telah dilaporkan sejak tahun 2020 lalu,” ujarnya.
Dikatakannya, hingga saat ini masih ada kejanggalan dalam pengusutan hilangnya tiga ABK KM Raffa Sahira, atas nama Azni, Sudirman Efendi dan Arifin. Hingga saat ini, Asiong, pemilik Kelapa yang diangkut KM Raffa Sahira, serta yang menyatakan menemukan Nakhoda KM Raffa Sahira, atas nama M Akil alias Likek, dalam kondisi hidup dan mengapung di Laut, belum pernah diperiksa oleh Kepolisian.
Selain itu, Nakhoda Kapal, M Akil alias Likek juga tidak diajukan secara hukum ke pengadilan untuk mempertanggung jawabkan hilangnya tiga ABK KM Raffa Sahira yang dinakhodai nya.
“Melihat kejanggalan-kejanggalan ini, kami warga Desa Pelantai sangat berharap Kapolda Riau, M.Iqbal dapat mengusut tuntas kasus ini sampai ada titik terang keberadaan tiga ABK yang hilang dan orang yang bertanggungjawab dalam peristiwa tersebut. Kasihan istri dan anak-anak tiga ABK yang hilang tersebut, hingga saat ini masih mempertanyakan kejelasan Ayahnya yang hilang,” ujar Khairi.
Disebutkan hilangnya tiga ABK KM Raffa Sahira ini pada 5 Desember 2020 lalu. KM Raffa Sahira dinakhodai M Akil alias Likek dengan tiga ABK berlayar dari Sei Lokan, Provinsi Jambi, menuju Sei Guntung, Kabupaten Inhil, Provinsi Riau. KM Raffa saat itu disebut membawa Kelapa.
Namun sejak saat itu, kapal tidak pernah berlayar di Guntung, dan tiga ABK juga dinyatakan hilang. Sementara M Akil disebut ditemukan di tengah laut. ***
Editor: Bomen






















