Oknum ASN Pemprov Riau Tipu Pensiunan Guru Rp 600 juta, Pelaku Merupakan Tetangga Korban

- Jurnalis

Jumat, 9 Mei 2025 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, (NV) — Seorang pensiunan guru berusia 75 tahun dan hidup sebatang kara, Yuharti Yusuf diduga menjadi korban penipuan oleh seorang ASN di lingkungan Pemprov Riau, berinisial Bkl.

Modusnya, lumayan licik. Pelaku yang tak lain adalah tetangga korban berpura pura bersimpati terhadap Yuharti yang baru saja kehilangan anak gadisnya yang telah pergi untuk selama lamanya.

Baikal lalu menawarkan kepada Yuharti untuk membeli rumah yang ditempatinya seharga Rp600 juta. Pelaku lalu meminjam sertifikat hak milik (SHM) rumah tersebut.

Yuharti pun menyerahkan SHM rumahnya. Ternyata, oleh Baikal, SHM tersebut dibaliknamakan atas nama istrinya, KDS, anak mantan Bupati yang juga pernah menjabat anggota DPRD Pekanbaru.

Setelah SHM itu sudah berubah nama kepemilikan, sertifikat itu diagunkan ke BPR Hasanah. Pihak bank lalu mentransfer dana sebesar Rp450 juta melalui rekening BRI Yunarti Yusuf.

Liciknya Bkl, dia lalu meminjam ATM Yuharti. Katanya saat itu untuk memastikan pinjamannya benar benar sudah masuk.

Karena sudah menganggap Baikal dan istrinya anak sendiri, Yuharti lalu menyerahkan saja ATM-nya. Ketika itu, lah secara bertahap dana hasil agunan sertifikat Yuharti itu dikuras Bkl. Dananya dipindahkan beberapa kali ke rekening istri Bkl dan juga diduga rekening anaknya.

Tak hanya uang hasil menggadaikan SHM Yuharti, uang sagu hati ketika dia ditabrak orang tak dikenal di Jalan Jenderal Sudirman sebesar Rp8 juta juga digasak oleh Bkl.

Yang paling mirisnya pasa hari pertama lebaran idulfitri yang lalu yuharti mengalami kecelakaan di tabrak oleh seseorang di jalan sudirman depan halte bus metro mpp ,ketika hendak menyeberang jalan, akan tetapi yuharti kembali menelepon baikal untuk mengurusnya di rumah sakit dan urusan di kepolisian.

Alangkah mirisnya baikal kembali melakukan perbuatan yang tidak berperikemanusiaan dengan melakukan perdamaian sepihak dengan pihak penabrak tampa sepengetahuan yuharti dengan ganti kerugian materil dan inmateril sebesar 8 juta rupiah dan dengan teganya hingga sekarang belum satu sen pun yang ia serahkan pada yunarti.

Baca Juga :  Semangat Kemerdekaan, Rutan Kelas I Medan Gelar Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-80

Sedangkan yuharti sekarang dengan kondisi terbaring patah tulang kaki dan tangan.
Rumah Terancam Disita Bank

Yuharti baru tersadar menjadi korban penipuan Bkl ketika ada beberapa orang yang mengaku dari pihak bank akan menyita rumahnya.

Saat itu, Yuharti betul betul kaget karena dia diminta mengosongkan rumah karena rumah tersebut akan di lelang bank

Tentu saja Yuharti tak mau. Karena dia tak pernah merasa meminjam uang ke bank mana pun. Lalu orang bank menjelaskan jika rumah itu atas nama KDS, istrinya Bkl.

Puncak kemarahan Yuharti ke Bkl, sang pensiunan guru yang hidup sebatang kara lalu mengatakan;

”Kalau tak sanggup bayar (untuk beli rumahnya, Red), tolong Sertifikat rumah Mama dikembalikan,” katanya.

Namun SHM yang sudah berubah nama tanpa persetujuan Yuharti dan diagunkan ke bank itu tetap tidak diserahkan Bkl.

Akhirnya tetangga korban pun mengetahui kejadian itu, dan meminta surat perjanjian di atas meterai yang ditandatangani Bsikal pada 17 Nopember 2024.

Dalam perjanjian yang disaksikan Sekretaris RT setempat, Baikal berjanji akan membayar uang pembelian rumah itu ke Yuharti paling lambat bulan 28 Februari 2025.

Tetapi sejak perjanjian itu dibuat, dan orang orang bank sering mencarinya, Bkl sudah jarang tinggal di rumah Yuharti. Tetapi barang barangnya masih ditinggal di rumah itu.

Karena tidak ada itikad baik Bkl untuk membayar utangnya itu dan ”menguras” uang di dalam rekening Yuharti, dia pun dilaporkan ke Polda Riau dengan tuduhan penggelapan dan penipuan.

”Kami memohon terlapor secepatnya dipanggil dan ditangkap pihak penyidik Ditreskrimum Polda Riau,” kepada wartawan.

Sedangkan pihak terlapor Bkl yang dikonfirmasi melalui handphonenya tidak mau menjawab.

Begitu pun pesan WhatsApp (WA) pun tidak ditanggapi Bkl. (Kemal)

Editor : RedViral

Berita Terkait

LAPAS Narkotika Kelas IIB Rumbai Laksanakan Rutinitas Apel Penuh dengan Khidmat
Tak Surut di Tengah Efisiensi, Bupati Afni Tetap Siapkan Bonus Bagi Qori Berprestasi
Riau Zero Karhutla, Satgas Tetap Siaga Cegah Api
Dipanggil Polres Kuansing, Desi Guswita: Jangan Jadikan Saya Kambing Hitam
Rio Rahman Tegaskan Penyegelan KIOS Sudah Sesuai Putusan PTUN
Satu Lagi Pelaku Pencurian Bentor dan Baterai Truk Diamankan Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan
Wakil Ketua dan Sekwan Sebut Berkas Diangkut APH, Ketua DPRD Sebut Tak Ada Penyitaan, Desi: Bongkar Perbedaan Keterangan!
Pemanggilan Anggota DPRD Kuansing Mulai Terkuak, Desi: Berawal dari Laporan, Bukan Pemberitaan Media

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 12:40 WIB

LAPAS Narkotika Kelas IIB Rumbai Laksanakan Rutinitas Apel Penuh dengan Khidmat

Senin, 28 September 2026 - 00:09 WIB

Tak Surut di Tengah Efisiensi, Bupati Afni Tetap Siapkan Bonus Bagi Qori Berprestasi

Senin, 28 September 2026 - 00:07 WIB

Riau Zero Karhutla, Satgas Tetap Siaga Cegah Api

Senin, 28 September 2026 - 00:03 WIB

Dipanggil Polres Kuansing, Desi Guswita: Jangan Jadikan Saya Kambing Hitam

Minggu, 27 September 2026 - 23:48 WIB

Rio Rahman Tegaskan Penyegelan KIOS Sudah Sesuai Putusan PTUN

Berita Terbaru

Headlines

Riau Zero Karhutla, Satgas Tetap Siaga Cegah Api

Senin, 28 Sep 2026 - 00:07 WIB

Headlines

Rio Rahman Tegaskan Penyegelan KIOS Sudah Sesuai Putusan PTUN

Minggu, 27 Sep 2026 - 23:48 WIB