GWI Dukung Penuh Penutupan New Paragon KTV Pasca Kontes Kecantikan Waria

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

PEKANBARU — Langkah yang diperjuangkan oleh sejumlah Tokoh mulai dari mantan Wakil Gubernur sekaligus Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau Zulhusni Domo, Tokoh Masyarakat (TOMAS) Riau, Azlaini Agus dan Warga Riau, sudah tepat!

Ketua DPD Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Provisi Riau, Bomen, menegaskan bahwa, para TOMAS Riau saat ini berupaya menjaga Marwah Riau dan Bumi Lancang Kuning terhindar dari berbagai kerusakan lingkungan, merusak citra Adat Melayu hingga menjerumuskan banyak kalangan Muda.

“Saya mendukung langkah strategis ini benar-benar terlaksana dengan baik. Kita mendukung penuh upaya dan ketegasan TOMAS dan MUI Riau agar New Paragon KTV yang merupakan Tempat Hiburan Malam (THM) untuk segera ditutup. Pemerintah Provinsi Riau dan Pemko Pekanbaru supaya segera merealisasikan permintaan para Tokoh tersebut,” kata Ketua GWI Riau, Bomen. Senin malam, (2/1/2026).

“Saya mendukung langkah Kepala Pemerintahan Provinsi Riau melalui Plt Gubernur Riau, Ir. H. SF Hariyanto, MT, TNI-POLRI, Pemko Pekanbaru, Pemerintah Kabupaten dan Kota di Riau serta TOMAS, TOGA dan TODA untuk kolaborasi dalam penindakan terhadap pengelola THM yang dinilai merusak Marwah Riau. Tindakan itu harus dimulai dari sekarang demi keberlangsungan hidup Anak dan Cucu kita dimasa mendatang,” harap Bomen.

Salah satu Wartawan senior itu yang sudah aktif menulis sejak tahun 1999 hingga saat ini, selain Alumni PJC, juga meraih Piagam Penghargaan dan Sertifikat sebagai Juara I Penulis Terbaik dari Lembaga Pendidikan Wartawan, Pekanbaru Journalist Center (PJC), juga Owner di tiga Media Siber / Online.

Ia mengajak semua pihak untuk melakukan yang terbaik, edukasi, tunjuk ajar dan implementasi soal kemajuan Riau menjadi Pusat Budaya Melayu dan Pusat Ekonomi Melayu di Asia.

Baca Juga :  Bupati Kasmarni Berharap Sinergitas Dapat Ditingkatkan, 27 Politeknik di Indonesia Datang ke Bengkalis

“Lebih baik kita bekerjasama untuk membangun Riau ini dengan cara menghindari segala bentuk tindakan kejahatan yang bisa merusak Marwah Melayu Riau. Pelaku kejahatan hanya menjadi target Hukum Pidana, kasihan Isteri, Anak dan Cucu kita ke depan,” pungkasnya.

Umat Muslim Tegaskan Penutupan THM New Paragon KTV di Pekanbaru!!

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya. Ratusan Umat Muslim menggelar aksi unjuk rasa di depan THM New Paragon KTV, Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Pekanbaru. Senin, 2 Februari 2026.

Aksi ini merupakan buntut dari dugaan Kontes Kecantikan Waria yang digelar di lokasi tersebut pada Minggu, 25 Januari 2026 lalu.

Pantauan di lokasi, massa memadati area depan New Paragon KTV dengan membawa spanduk dan menyampaikan orasi kecaman terhadap aktivitas yang dinilai bertentangan dengan nilai agama dan budaya Melayu.

Sejumlah Tokoh Masyarakat (TOMAS) turut hadir dalam aksi tersebut, di antaranya mantan Wakil Gubernur sekaligus Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, serta Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau Zulhusni Domo dan tokoh masyarakat Riau, Azlaini Agus.

Dalam orasinya, Edy Natar Nasution dengan tegas mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mencabut izin operasional New Paragon KTV. Ia menilai keberadaan dan aktivitas tempat hiburan tersebut telah melanggar norma agama dan mencederai marwah Kota Pekanbaru.

“Saya ingin tempat hiburan malam ini dicabut izinnya. Kewenangan itu ada di Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru. Saya yakin Pemko Pekanbaru bisa dan harus mencabut izinnya,” tegas Edy Natar di hadapan massa.

Edy Natar juga menyatakan dirinya tidak akan berhenti menyuarakan tuntutan tersebut hingga New Paragon KTV benar-benar ditutup.

Ia juga mengingatkan tentang tanggung jawab moral dan spiritual para pemimpin. Menurutnya, sebagai putra daerah, ia tidak rela tanah kelahirannya dicemari oleh perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Agama.

“Saya pernah menjadi Danrem, Wakil Gubernur, dan Gubernur Riau. Saya sadar suatu saat kita semua akan dipanggil Allah. Saya tidak rela bumi tempat saya dilahirkan dikotori dengan maksiat,” ucapnya.

Edy Natar bahkan mempertanyakan komitmen Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemerintah Daerah dalam menjaga marwah Bumi Lancang Kuning. (Tim)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tindaklanjuti Surat Edaran Kapolri, Kapolda Sumut Larang Seluruh Personel Pakai Vape
Polda Sumut Catat 7.264 Penindakan dan Teguran, Edukasi Lalu Lintas Terus Dikedepankan
Kapolda Sumut Turun Langsung Atur Lalu Lintas, Wujudkan Semangat Polisi Bersama Masyarakat
Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS
Pengemudi Land Cruiser Kasus Laka Lantas di KM 10 Perawang, Resmi Ditahan
Ungkap Kasus Curanmor di Dua Tempat Berbeda, Kapolres : Jangan Ragu Manfaatkan Layanan Call Center 110
5 Kali Beraksi, Polsek Medan Labuhan Tangkap 2 Orang Curanmor
Minggu Kasih Kapolda Sumut: Merawat Kebhinekaan, Menjaga Generasi dan Mewujudkan Sumut Aman

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:49 WIB

Tindaklanjuti Surat Edaran Kapolri, Kapolda Sumut Larang Seluruh Personel Pakai Vape

Senin, 2 November 2026 - 21:47 WIB

Polda Sumut Catat 7.264 Penindakan dan Teguran, Edukasi Lalu Lintas Terus Dikedepankan

Senin, 2 November 2026 - 16:44 WIB

Kapolda Sumut Turun Langsung Atur Lalu Lintas, Wujudkan Semangat Polisi Bersama Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 16:40 WIB

Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS

Senin, 2 November 2026 - 16:33 WIB

Pengemudi Land Cruiser Kasus Laka Lantas di KM 10 Perawang, Resmi Ditahan

Berita Terbaru