Bangkalan Madura — SPPG di wilayah Kecamatan Tragah ada tiga dapur, diduga Paket liburan 6 hari makan gratis tidak sesuai harga menu. Berdasarkan informasi terbaru per Maret 2026.
Terdapat banyak laporan mengenai paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dapur di wilayah Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan Madura yang dianggap tidak sesuai dengan anggaran yang dialokasikan, terutama saat libur sekolah atau libur Ramadan, makanan dibagikan secara rapel. banyak keluhan siswa.
Poin masalah Paket MBG 6 Hari/Libur, inilah yang menjadi keluhan utama orang tua siswa, isi makanan yang diterima dinilai jauh di bawah nilai anggaran Rp15.000 per porsi, dengan temuan di lapangan seringkali hanya berupa menu kering atau makanan ringan.
Kualitas & Gizi Rendah: Paket liburan/rapel sering berupa roti kemasan, susu kotak kecil, kacang rebus, kurma, atau makanan olahan yang dianggap kurang bergizi dibandingkan makanan segar.
Contoh Temuan: Laporan menunjukkan paket untuk beberapa hari ini hanya berisi sedikit buah seperti apel dan lengkeng, 1 jeruk atau makanan ringan yang harganya jauh di bawah standar gizi yang dijanjikan.
Penolakan di beberapa sekolah dilaporkan menolak paket MBG karena dianggap tidak layak konsumsi dan tidak memenuhi standar gizi, terutama untuk anak sekolah. (16/03/2026)
Tanggapan Badan Gizi Nasional (BGN):
Pecahan Anggaran: BGN mengklarifikasi bahwa dari Rp15.000, tidak seluruhnya untuk bahan makanan. Rinciannya adalah Rp8.000–10.000 untuk bahan, Rp3.000 operasional, dan Rp2.000 untuk sewa/peremajaan alat.
Distribusi Saat Libur: MBG tetap berjalan selama libur dengan skema makanan dibawa pulang (rapel) untuk memastikan pemenuhan gizi, namun pengawasan diperketat karena banyaknya keluhan. dari media sosial atau di Instagram.
Cara Melaporkan/Komplain:
Jika menemui ketidaksesuaian kualitas atau harga, laporan dapat disampaikan ke pihak sekolah atau SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) setempat.
“Di beberapa daerah, masyarakat dapat menghubungi hotline pengaduan yang disediakan,” ujarnya
Progam MBG ini menjadi perbincangan publik intensif jadi sorotan terhadap menu anggaran per porsi (sekitar Rp.10.000) menjadi makanan.
Polemik melibatkan kritik politik agar di evaluasi diduga korupsi, sementara Pemerintah nya tetap melanjutkan program ini melalui Badan Gizi Nasional. ***






















