Kapolri Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang, Masyarakat Diimbau Atur Waktu Perjalanan

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang pada akhir Maret, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pasca libur Idul Fitri.

Hal itu disampaikan Kapolri saat doorstop di Pos Pengamanan Terpadu Lapangan Merdeka, Medan, Jumat (20/3), usai memimpin pengecekan situasi kamtibmas secara daring terhadap jajaran Polda di seluruh Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi Panglima TNI Laksamana TNI Agus Subianto, Kadiv Humas Polri, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, Pangdam I/Bukit Barisan, Wakil Gubernur Sumatera Utara, serta Wali Kota Medan.

“Puncak arus balik diperkirakan akan terjadi di kisaran tanggal 24 atau 25 Maret 2026, dan yang kedua adalah tanggal 28 dan 29 Maret 2026,” ujar Kapolri.

Ia menjelaskan, prediksi tersebut menjadi dasar bagi seluruh jajaran untuk menyiapkan langkah antisipasi, baik dari sisi rekayasa lalu lintas maupun pengamanan di lapangan.

Kapolri menekankan pentingnya strategi penguraian kepadatan, terutama di jalur-jalur utama seperti tol Trans Jawa, jalur arteri, serta titik-titik rawan kemacetan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari penumpukan kendaraan pada puncak arus balik.

“Kementerian Perhubungan menyarankan agar masyarakat bisa menghindari puncak arus balik dengan menjalankan program work from anywhere (WFA) pada tanggal 25, 26, dan 27,” katanya.

Menurut Kapolri, kebijakan tersebut diharapkan mampu mendistribusikan pergerakan kendaraan sehingga tidak terfokus pada satu waktu tertentu.

Di sisi lain, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas tetap diberlakukan hingga 29 Maret 2026, kecuali untuk kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok masyarakat.

“Kebijakan ini tetap berjalan sampai dengan tanggal 29, kecuali yang memang diberikan prioritas karena menyangkut kebutuhan masyarakat sehari-hari,” ujarnya.

Kapolri juga mengingatkan bahwa potensi kepadatan tidak hanya terjadi di jalur mudik dan balik, tetapi juga di kawasan destinasi wisata yang dipadati masyarakat setelah Hari Raya.

Baca Juga :  Bupati Siak Imbau Dua Kali Jumat Sedekah Khusus untuk Bantu Korban Bencana Sumatera

Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran untuk meningkatkan pengawasan dan memastikan standar keselamatan dipenuhi, khususnya di lokasi wisata air.

“Tolong betul-betul dipastikan untuk keselamatan masyarakat yang melaksanakan kegiatan wisata, khususnya di wisata air, kapasitas jangan sampai melebihi dan alat-alat penyelamat harus disesuaikan dengan jumlah pengunjung,” katanya.

Selain faktor kepadatan, kondisi cuaca juga menjadi perhatian serius dalam pengamanan arus balik tahun ini. Kapolri menyebutkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan operasi modifikasi cuaca guna mengurangi potensi hujan ekstrem.

“Ini bagian dari upaya untuk mengelola agar tidak terjadi banjir dan tanah longsor di jalur mudik maupun balik, dan alhamdulillah berhasil mengurangi potensi hujan ekstrem,” ujarnya.

Meski demikian, Kapolri menegaskan seluruh satuan tugas di lapangan harus tetap siaga menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah rawan longsor dan banjir.

Ia juga menginstruksikan agar pos-pos terpadu yang telah disiapkan dapat dimaksimalkan, tidak hanya untuk pengamanan tetapi juga sebagai pusat layanan bagi masyarakat.

Kapolri mengimbau para pemudik untuk memanfaatkan fasilitas tersebut guna beristirahat dan menjaga kondisi fisik selama perjalanan arus balik.

“Manfaatkan rest area dan pos-pos terpadu yang ada, jangan dipaksakan apabila kondisi lelah karena keselamatan adalah yang utama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolri mengapresiasi sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam pengamanan arus mudik yang dinilai berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia berharap pola koordinasi tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam menghadapi arus balik Lebaran 2026.

“Terima kasih kepada seluruh stakeholder dan anggota di lapangan yang telah bekerja keras, sehingga pengamanan mudik berjalan dengan baik,” katanya.

Kapolri menegaskan bahwa seluruh jajaran akan terus siaga hingga seluruh rangkaian arus balik selesai, guna memastikan masyarakat dapat kembali ke tempat asal dengan aman dan lancar. (*/ICT)

Berita Terkait

Tim RAGA Polresta Pekanbaru Tetap Bergerak di Titik Rawan, Cegah Keresahan Warga
Melalui Kampanye Anti Korupsi, Kejari Kuansing Ingatkan ASN Jangan Korupsi
GELPER HOKKI Bear Muncul di BCS Mall Setelah Agustus Lalu Polda Kepri bersama Bareskrim Polri Gerebek KASINO di Batu Selicin
APBD Kuansing Naik Jadi Rp 1,651 Triliun, Fraksi PKB Pertanyakan Tunda Bayar dan Utang Rp 50 Miliar
Polres Langkat Salurkan 100 Sak Material untuk Pembangunan Gereja GBKP Runggun Titi Besi
17 Ranperda Masuk Agenda DPRD, Pemkab Kuansing Percepat Pembahasan Regulasi
Kepala POLRI Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi untuk Indonesia Emas 2045
Cegah 3C dan Balap Liar, Polres Langkat Perkuat Patroli Malam

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 12:38 WIB

Tim RAGA Polresta Pekanbaru Tetap Bergerak di Titik Rawan, Cegah Keresahan Warga

Selasa, 29 September 2026 - 12:32 WIB

Melalui Kampanye Anti Korupsi, Kejari Kuansing Ingatkan ASN Jangan Korupsi

Selasa, 29 September 2026 - 10:26 WIB

GELPER HOKKI Bear Muncul di BCS Mall Setelah Agustus Lalu Polda Kepri bersama Bareskrim Polri Gerebek KASINO di Batu Selicin

Senin, 28 September 2026 - 22:14 WIB

APBD Kuansing Naik Jadi Rp 1,651 Triliun, Fraksi PKB Pertanyakan Tunda Bayar dan Utang Rp 50 Miliar

Senin, 28 September 2026 - 22:10 WIB

Polres Langkat Salurkan 100 Sak Material untuk Pembangunan Gereja GBKP Runggun Titi Besi

Berita Terbaru