Kuansing — Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) memastikan akan kembali membuka peluang keterlibatan sponsor jalur pada penyelenggaraan Festival Pacu Jalur (FPJ) 2026.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk dukungan terhadap desa-desa pemilik jalur yang selama ini menanggung biaya besar untuk pembuatan, perawatan, hingga operasional mengikuti festival budaya terbesar di Riau tersebut.
Kepastian itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing, H. Muklisin, saat memimpin Rapat Umum Festival Pacu Jalur 2026 di Ruang Rapat Multimedia Kantor Bupati Kuansing Senin (3/8 2026) .
Menurut Muklisin, pemerintah akan mengevaluasi sekaligus merevisi Peraturan Bupati yang sebelumnya melarang penyebutan nama sponsor jalur. Kebijakan itu dinilai perlu disesuaikan setelah banyak aspirasi masyarakat yang menginginkan keterlibatan sponsor kembali diperbolehkan.
“Setelah kami menerima berbagai masukan dari masyarakat, pemerintah memandang perlu melakukan penyesuaian terhadap regulasi tersebut. Sponsor selama ini terbukti membantu meringankan biaya yang harus ditanggung desa-desa pemilik jalur. Karena itu, kami akan merevisi aturan agar pelestarian budaya Pacu Jalur tetap berjalan tanpa membebani masyarakat,” ujar Muklisin.
Ia menegaskan, keberadaan sponsor bukan sekadar media promosi bagi perusahaan, tetapi juga menjadi bentuk partisipasi dunia usaha dalam menjaga warisan budaya daerah yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Menurutnya, biaya pembuatan hingga persiapan sebuah jalur tidaklah sedikit. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dinilai menjadi solusi untuk menjaga keberlangsungan Festival Pacu Jalur tanpa menghilangkan nilai-nilai adat yang melekat pada tradisi tersebut.
“Yang ingin kita jaga adalah keseimbangan antara pelestarian budaya dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Pemerintah ingin Festival Pacu Jalur semakin berkembang, namun tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi yang menjadi identitas Kabupaten Kuantan Singingi,” tambahnya.
Muklisin juga menegaskan, Festival Pacu Jalur merupakan ikon budaya sekaligus aset pariwisata daerah yang harus terus dikembangkan melalui sinergi berbagai pihak.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kuansing, Muradi, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bersama panitia pelaksana bekerja maksimal dalam mempersiapkan Festival Pacu Jalur 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 23 Agustus 2026.
Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Festival Pacu Jalur bukan hanya agenda budaya, tetapi juga menjadi etalase pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi. Karena itu, setiap OPD harus menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya agar penyelenggaraan tahun ini berlangsung sukses dan semakin meningkatkan citra Kuansing sebagai destinasi wisata budaya unggulan,” kata Muradi. (Adv)






















