Aliansi Anak Kuansing Kecam Wakil Ketua DPRD Terlibat Tambang Emas Ilegal: Kami Tidak Butuh Wakil Rakyat Rakus!!

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teluk Kuantan, (NVC) — Aliansi Anak Kuansing (AAK) mengecam keras perilaku oknum pejabat publik yang harusnya menjadi contoh bagi masyarakat Kuantan Singingi.

Malah sebaliknya menorehkan luka mendalam bagi masyarakat, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kuansing, Satria Mandala Putra, kini disebut-sebut publik terlibat dalam aktivitas Tambang Emas Tanpa Izin (PETI) secara ilegal di wilayah Gunung Toar.

Dugaan ini telah menimbulkan kemarahan luas di tengah masyarakat yang muak melihat aparat hukum dan pejabat seolah menutup mata terhadap perusakan lingkungan yang dilakukan secara terang-terangan.

Kegiatan PETI di Gunung Toar bukan sekadar persoalan hukum, tetapi bentuk pengkhianatan moral dan politik terhadap rakyat Kuantan Singingi.

Sementara masyarakat kecil dihantui ancaman penangkapan ketika menambang Emas, justru muncul kabar bahwa seorang Wakil Rakyat menikmati hasil dari penambangan Emas tanpa izin. Bila benar demikian, ini adalah tanda matinya rasa malu di parlemen daerah.

AAK menegaskan, rakyat tidak butuh wakil yang bersembunyi di balik kursi kekuasaan sambil mengeruk Sumber Daya Alam di daerah nya sendiri secara ilegal.

Kuansing kini berdarah oleh merkuri, Sungai-sungai tercemar, Hutan gundul, sementara para pejabat berpura-pura tidak tahu.

Baca Juga :  Kegiatan MPLS Tahun Ajaran 2024/2025 SMA Negeri 3 Siak Hulu, Berjalan Sukses

“Kami menyebut hal ini sebagai penjahat secara struktural, kejahatan yang lahir dari kolusi politik, uang, dan kebisuan hukum,” tegas AAK kepada Awak Media. Selasa, 21/10/2025).

“Kepada Kapolda Riau, Kapolres Kuansing, dan Kejati Riau untuk tidak lagi diam. Rakyat menunggu bukti nyata bahwa hukum masih bisa tegak di Negeri ini. Jangan lagi ada kesan hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Bila aparat gagal menindak, berarti mereka turut melindungi kejahatan,” sambungnya.

AAK Kuansing juga akan terus memantau, mengumpulkan bukti, dan menyuarakan kebenaran.

“Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah hukum yang jelas, kami siap menggelar aksi besar di Riau dan Jakarta untuk menuntut penegakan hukum tanpa pandang bulu. Ini bukan sekadar soal tambang, tapi ini soal masa depan moral dan keberanian Bangsa melawan kebusukan kekuasaan,” ungkapnya.

“Kepada Satria Mandala Putra, kami menantang untuk bicara terbuka di hadapan rakyat. Jika tidak bersalah, buktikan. Jika benar terlibat, mundur lah dengan hormat sebelum rakyat yang memaksa,” tegasnya. (**/Roby)

Berita Terkait

Perangi Narkoba, Polres Dairi Ungkap 33 Kasus dan Sita 70 Kg Ganja
Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Tangkap 2 Pelaku Curanmor di Marelan
Hak Pengelolaan Lahan Pasar Simpang Baru Berakhir, Putusan PTUN Melindungi Ahli Waris Pungut Sewa
Kapolda Riau bersama Pangdam XIX dan Menteri Kehutanan Bahas Restorasi Gambut dan Karhutla
Polsek Pangkalan Susu Monitoring Pembangunan Jembatan Merah Putih
Perkuat Ketahanan Pangan, Rutan Dumai Kembali Panen Sayur Pakcoy dan Kangkung
GWI Soroti Pemusnahan Barang Bukti Secara Tertutup oleh Kejari Rohul
Polda Riau Perkuat Deteksi Dini dan Patroli, Sejumlah Isu Kamtibmas Jadi Atensi

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:50 WIB

Perangi Narkoba, Polres Dairi Ungkap 33 Kasus dan Sita 70 Kg Ganja

Rabu, 30 September 2026 - 21:49 WIB

Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Tangkap 2 Pelaku Curanmor di Marelan

Rabu, 30 September 2026 - 21:38 WIB

Hak Pengelolaan Lahan Pasar Simpang Baru Berakhir, Putusan PTUN Melindungi Ahli Waris Pungut Sewa

Rabu, 30 September 2026 - 20:23 WIB

Kapolda Riau bersama Pangdam XIX dan Menteri Kehutanan Bahas Restorasi Gambut dan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 - 17:51 WIB

Polsek Pangkalan Susu Monitoring Pembangunan Jembatan Merah Putih

Berita Terbaru