Ibu Bhayangkari Penunjuk Arah Helikopter: Kisah Perjuangan Menembus Desa Terisolir di Tapanuli Tengah

- Jurnalis

Minggu, 7 Desember 2025 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapanuli Tengah — 7 Desember 2025. Di balik viralnya rekaman helikopter bantuan mendarat di kawasan terisolir pascabencana banjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu Bhayangkari yang menyentuh hati. Marlina, istri dari anggota Polri yang bertugas di Polres Tapanuli Tengah, menjadi sosok penting yang memandu langsung pilot helikopter menuju Desa Bonandolok, titik yang sebelumnya tak terjangkau jalur darat.

Dalam kesaksiannya, Marlina menceritakan bagaimana bencana besar itu terjadi tiba-tiba. Pada Selasa pagi keluarga besar mereka masih berduka karena empat anggota keluarga satu marga Tobing meninggal akibat tertimbun longsor. Namun tak sampai beberapa jam kemudian, banjir dan longsor melumpuhkan seluruh wilayah.

“Kami masih berencana melayat ketika tiba-tiba banjir dan longsor terjadi di mana-mana. Rumah kami tidak kena air, jadi warga mengungsi ke rumah kami. Listrik mati, air hilang, jaringan putus total. Rasanya gelap sekali,” ungkap Marlina lirih.

Rumah Marlina menjadi tumpuan pengungsian banyak warga. Pada Rabu pagi, ratusan orang datang berlindung. Bahkan Wakapolres sempat singgah sebentar untuk sekadar memulihkan tenaga.

Pada Jumat pagi, Marlina bertemu warga dari kampungnya yang berjalan kaki selama 3–4 jam hanya untuk mendapatkan beras. Mereka menitipkan uang dan meminta Marlina membelikan beras untuk dibawa pulang.

“Kami menangis semua ketika itu. Mereka benar-benar berjalan jauh hanya demi mencari beras. Saya antar dan saya doakan agar mereka tiba selamat ke kampung,” tuturnya.

Kondisi semakin mengkhawatirkan ketika Marlina mengetahui rumah orang tua, saudara, dan beberapa keluarganya sudah amblas terbawa longsor.

Demi membuka akses, Marlina bersama warga mencari jalur alternatif menuju Bukit Anugrah dan mulai menebas hutan secara manual.

Upaya membuka jalur berlangsung hingga larut malam. Dalam kondisi tersesat, kehabisan baterai ponsel, dan gelap tanpa penerangan, Marlina memutuskan pergi ke GOR sekadar untuk mengisi daya telepon.

Baca Juga :  Hari Pertama Pelaksanaan Kompetensi Profiling ASN Pemkab Siak, Menjadi Agenda Prioritas 2025

Tak disangka, pertemuan itu mempertemukan dirinya dengan Wakil Bupati dan kemudian Gubernur Sumut, yang saat itu juga sedang berada di lokasi.

Karena mengetahui Marlina memahami titik lokasi yang terdampak, Gubernur mengajaknya ikut dalam penerbangan survei titik landing.

“Dari atas terlihat seperti tidak ada penghuni, padahal warga sudah menyebar mencari tempat aman,” katanya.

Dengan koordinasi lanjutan bersama pihak Lanud, titik pendaratan ditemukan. Selasa siang, helikopter menembus kabut dan darurat mendarat di wilayah terbuka yang dipandu Marlina.

“Ketika saya turun dan melihat keluarga, kami langsung berpelukan. Itu hanya detik, tapi rasanya seperti selamanya,” ungkap Marlina, menahan tangis.

Pada saat itu, bantuan logistik diturunkan dan menjadi harapan pertama yang nyata bagi warga desa terisolir.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan memberikan apresiasi atas keberanian Marlina.

“Bu Marlina menunjukkan bahwa Bhayangkari tidak hanya mendampingi suami, tetapi juga hadir sebagai garda kemanusiaan. Keberaniannya membuka jalan komunikasi dan akses bantuan sangat berarti bagi keselamatan warga di wilayah terisolir,” tegas Ferry.

Ia menyebut bahwa tindakan Marlina menggambarkan kepedulian tulus tanpa pamrih, bahkan ketika keluarganya sendiri menjadi korban.

“Kami bangga, karena di tengah situasi darurat, ia memilih berdiri paling depan membantu warga, meski dirinya juga sedang berduka. Itu bentuk nyata pengabdian,” lanjutnya.

Hingga kini, jalur menuju desa asal Marlina masih belum terbuka secara penuh.

“Kalau ada bantuan, saya bilang: turunkan saja sejauh mobil bisa masuk, nanti saya antar. Yang penting bantuan sampai ke warga,” ujarnya.

Kisah Marlina bukan sekadar viral. Ia adalah representasi kepedulian, keberanian, dan rasa cinta pada kampung halaman. Sebagai seorang Bhayangkari, ia berdiri tegar—menguatkan warga, mengantar bantuan, dan membuka jalan harapan di tengah gelapnya bencana. (ICT)

Berita Terkait

Kepala POLRI Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi untuk Indonesia Emas 2045
Cegah 3C dan Balap Liar, Polres Langkat Perkuat Patroli Malam
Kendaraan Dinas DPRD Dicurigai, Sekwan Sebut untuk Ketua, Juprizal: Data BPKAD, itu untuk Ajudan
Sikat Pelaku Curat-Curas dalam 2 Pekan, Polda Sumut dan Jajaran Ungkap 441 Kasus, Tangkap 485
Kapolres Binjai Terima Sertifikat Pelatihan Barista, Dorong Pengembangan Kompetensi Personel
Satresnarkoba Polres Binjai Bekuk Empat Terduga Bandar Narkoba, Sita Sabu dan Ekstasi
Wujudkan Rasa Aman Beribadah, Polsek Stabat Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Kasih
Curi Sepeda Motor dan Uang Rp10 Juta, Pria 33 Tahun Diamankan Polsek Hamparan Perak

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 19:08 WIB

Kepala POLRI Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi untuk Indonesia Emas 2045

Senin, 28 September 2026 - 19:06 WIB

Cegah 3C dan Balap Liar, Polres Langkat Perkuat Patroli Malam

Senin, 28 September 2026 - 16:04 WIB

Kendaraan Dinas DPRD Dicurigai, Sekwan Sebut untuk Ketua, Juprizal: Data BPKAD, itu untuk Ajudan

Senin, 28 September 2026 - 15:56 WIB

Sikat Pelaku Curat-Curas dalam 2 Pekan, Polda Sumut dan Jajaran Ungkap 441 Kasus, Tangkap 485

Senin, 28 September 2026 - 15:54 WIB

Kapolres Binjai Terima Sertifikat Pelatihan Barista, Dorong Pengembangan Kompetensi Personel

Berita Terbaru