MEDAN — Peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang menjalani program magang di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pelestarian lingkungan.
Kontribusi tersebut diwujudkan melalui inovasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan limbah dapur berupa sisa sayur dan buah.
Inovasi Pengelolaan Limbah Organik
Kegiatan pembuatan POC ini bersumber dari sisa sayuran dan buah-buahan yang berasal dari Dapur Sehat Rutan Kelas I Medan.
Limbah organik yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini diolah menjadi produk bernilai guna, sehingga mengurangi sampah sekaligus mendukung praktik ramah lingkungan.
Proses pembuatan POC dilakukan melalui metode fermentasi sederhana, yang mudah diterapkan dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Kegiatan ini menjadi sarana edukatif bagi peserta magang untuk memahami pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan.
Aplikasi Langsung untuk Ketahanan Pangan
Pupuk Organik Cair yang dihasilkan tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi langsung diaplikasikan pada berbagai tanaman yang dibudidayakan di lingkungan rutan.
Beberapa di antaranya adalah tanaman hidroponik dan selada yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan Rutan Kelas I Medan.
Penggunaan POC ini diharapkan mampu:
Meningkatkan kesuburan media tanam,
Mempercepat pertumbuhan tanaman, serta
Menghasilkan tanaman yang lebih sehat dan berkualitas.
Pembelajaran, Kepedulian, dan Keberlanjutan
Selain memberi manfaat ekologis, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran praktik bagi peserta magang Kemenaker.
Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan dan pentingnya inovasi dalam mendukung ketahanan pangan.
“Tak ada sisa bagi mereka yang mau berpikir”
“Alam pulih ketika manusia belajar bijak”
“Ketahanan pangan lahir dari tangan-tangan sederhana yang peduli”
Kegiatan ini membuktikan bahwa dari ruang terbatas sekalipun, inovasi dan kepedulian mampu melahirkan solusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan dan kemandirian pangan.
(Red/lNDRA Cahaya tanjung)






















