Gunungsitoli, SUMUT, (NadaViral.com) — Tidak berapa jauh dari Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Jalan Mistar Dusun 2, Desa Lasara Bahili, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Provinsi Sumatera Utara, Jalan ini penghubung antara Desa Mudik ke arah jalan Karet yang banyak dilalui oleh Anak sekolah maupun warga yang berjalan kaki maupun yang menggunakan Roda dua.
Jalan ini di genangi Air terlebih bila musim hujan, meskipun berada di atas perbukitan walaupun demikian Genangan air bisa mencapai hingga 50 Cm, bahkan bisa lebih dari itu tergantung Curah hujan, Dikatakan oleh Mawar (nama samaran) seorang siswi di Sebuah sekolah swasta Yayasan Pembda Nias di Kota Gunungsitoli.
Mawar menceritakan kisah perjalanannya setiap hari bila ke sekolah dengan berjalan kaki bersama teman, kadang Juga hanya sendirian, “Setiap kali saya lewat ditempat ini harus melepas sepatu dulu Pak baik ketika pergi mau pun ketika pulang Sekolah selalu saja seperti itu. Saya lebih memilih jalur ini karena inilah jalur terdekat bila saya menuju ke sekolah,” Tuturnya.
Senada dengan ucapan Mawar, Fahmi juga seorang pelajar di sebuah Sekolah Menengah pertama di Jalan Pelita, “Ia pak sejak saya kelas VII hingga mau kelas IX saya sering lewat di sini memang sering digenangi air, pernah suatu hari saya melintas di sini hingga terjatuh yang akhirnya seluruh pakaian jadi basah termasuk perlengkapan sekolah, membuat saya terpaksa Pulang kerumah tidak jadi ke sekolah saya Pak.” kenang fahmi dengan nada kesal.
Darwis Zendato, yang tinggal tidak jauh dari lokasi genangan air tersebut, saat awak media meminta tanggapannya, ” Beliau mengakui bahwa benar jalan itu sudah sejak lama digenangi air bang, sepertinya untuk saat ini lebih cocok dijadikan kolam ikan Lele saja untuk mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Kurang-lebih sudah 2 tahun lalu jalan itu tergenangi air.
Harusnya jalan itu secepatnya diperbaiki dengan membuat parit saluran airnya serta juga meninggikan jalan itu.
Bila seandainya jalan itu tidak digenangi air seperti itu, maka dapat mengurangi kemacetan di kota, Karena warga tidak harus keliling dari Jalan Pattimura bila hendak ke Jalan Karet.
Sejak jalan karet di tetapkan oleh Dinas perhubungan sebagai jalan satu arah maka warga Mudik dan juga warga yang lain biasanya menggunakan jalan ini sebagai salah satu jalan alternatif yang dapat mengurangi kemacetan dan juga dapat mempersingkat waktu tempuh bagi masyarakat,” ungkapnya.
Masih menurut Darwis Zendrato, yang juga salah seorang Aktivis dan Pemerhati Sosial Kepulauan Nias, “Beliau sangat prihatin dengan situasi tersebut sekaligus menghimbau kepada Pemerintah kota Gunungsitoli terutama Dinas terkait supaya segera memberikan perhatian dan tindakan yang serius dan cepat sebagai solusi praktis terhadap ruas jalan tersebut,” kata Darwis mengakhiri pernyataannya.
Hingga berita ini di terbitkan, Awak Media ini belum berhasil menemui pihak Pemko Gunungsitoli. (Jamil Mendrofa)






















