Korupsi Dana SPPD Fiktif di DPRD Riau, LSM BERANTAS Demo Kantor BPKP Riau, Tuntut Keluarkan Hasil Pemeriksaan Keuangan!!

- Jurnalis

Sabtu, 12 April 2025 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, (NV) –– Ratusan Massa Aksi dari DPP LSM BERANTAS, Mahasiswa dan Pemuda Masyarakat Riau menggelar unjuk rasa menggeruduk Kantor Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau di Jalan Sudirman, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Jumat, (11/04/2025), Pukul 14.00 WIB.

Masa aksi menuntut BPKP Riau segera mengeluarkan hasil pemeriksaan terkait kasus Korupsi di Sekretariat DPRD Provinsi Riau. Kasus tersebut juga melibatkan Sekwan DPRD Riau ketika itu, Muflihun alias Uun.

Sebelum memasuki halaman bagian depan kantor BPKP, Massa lebih dulu berkumpul di depan MTQ, kemudian berjalan kaki menuju kantor BPKP Riau.

Aparat keamanan dari gabungan kepolisian bersiaga lebih dulu di lokasi unjuk rasa. Terlihat Kapolsek Bukit Raya, Kompol Syafnil turut hadir dalam pengamanan aksi massa tersebut.

Dalam orasi aksi unjuk rasa yang disampaikan langsung oleh Koordinator Lapangan, Kornelius dan disusul oleh Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat, Barisan Suara Rakyat Bersatu (LSM – BERANTAS), Endri Yunus Zai, meminta BPKP transparan dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan di Ditkrimsus Polda Riau.

“Kasus Korupsi SPPD Fiktif ini sudah berlangsung lama sekitar 2 (dua) tahun lalu. Sedangkan Polda Riau, sekitar 6 (enam) bulan lalu, telah mengirim surat ke BPKP Riau untuk meminta surat hasil pemeriksaan atas kasus tersebut. Namun sampai saat ini belum juga dikeluarkan suratnya,” teriak Kornelius dan Endri Yunus.

Pengunjuk rasa juga meminta pihak BPKP segera menemui mereka di depan kantor, mereka mendorong BPKP klarifikasi hasil penanganan kasus tersebut dan mendukung Polda Riau untuk segera mengungkap kasus ini secara transparan.

Selanjutnya, pihak BPKP yang diwakili oleh Ucup, Ririn dan Amir menemui pengunjuk rasa dan menanggapi semua tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi.

“Terima kasih kepada seluruh teman-teman yang hadir hari ini, terutama dari LSM BERANTAS, Mahasiswa dan Masyarakat yang menggelar aksi damai. Kami mewakili Pimpinan kami Kepala BPKP Riau karena saat ini Pimpinan kami sedang dalam kondisi sakit yang sedang menjalani perawatan di Jakarta,” kata Ririn.

Baca Juga :  Minim Anggaran Media dan Kurangnya Perhatian, Sejumlah Organisasi Pers dan Wartawan Surati dan Temui Bupati Rohil

Selanjutnya, Ucup yang merupakan pihak yang paling bertanggung jawab dalam penanganan pemeriksaan di BPKP terkait kasus SPPD Fiktif tersebut, memaparkan tahapan yang telah dilakukan.

“Setelah melalui proses analisis, kami dapat menyampaikan tahapan hasil pemeriksaan hingga tahap ini, kami menemukan kerugian Negara mencapai Rp 126 miliar. Kemungkinan masih ada tambahan, namun beri kami waktu menyelesaikannya,” kata Ucup.

Ucup mengakui, bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Kristus Polda Riau. “Secara rutin kami terus berkoordinasi dengan Polda Riau, bahkan para Penyidik sering datang ke kantor kami untuk menggesa penyelesaian pemeriksaan ini,” terang Ucup.

Menjawab desakan dari Demonstran tentang batas maksimal waktu pemeriksaan kasus SPPD Fiktif tersebut, secara tegas, Ucup mengatakan bahwa pemeriksaan tuntas di bulan Mei 2025 ini.

“Kami pastikan selesai bulan Mei 2025 ini, kami belum bisa memastikan di Minggu ke berapa, yang pasti nya dalam bulan Mei ke depan ini,” tegas Ucup didampingi Kapolsek Bukit Raya, Kompol Syafnil.

Pengunjuk rasa juga mengancam BPKP Riau untuk segera mengeluarkan hasil pemeriksaannya, apa bila lambat dan mengulur-ngulur waktu, kongkalikong dan konspirasi, maka Demonstran meminta semua pejabat BPKP Riau mundur!!

Pengunjuk rasa juga akan kembali bereaksi dengan jumlah Massa yang lebih banyak, melakukan Demo ke BPK-RI, ke Kejaksaan dan ke Kantor KPK-RI di Jakarta.

Usai pengunjuk menyampaikan aspirasi melalui orasinya, kemudian ditutup dengan salam-salaman, foto bersama dengan pihak BPKP lalu kemudian membubarkan diri secara tertib.

Pantauan Reporter nadaviral.com di lokasi, massa aksi melakukan unjuk rasa secara santun, tertib dan tidak anarkis. Datang secara tertib dan membubarkan diri secara teratur tanpa mengganggu akses aktivitas pengendara di jalan Sudirman. ***

Penulis    : Bomen
Foto         : Reporter / Doc
Kategori : Pemerintah dan Korupsi

Berita Terkait

Pemdes Bantan Air Tekankan Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Siak Temui Menko Pangan, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan dan Kampung Nelayan Masyarakat Siak
Bupati Bengkalis Hadiri Rakornas Pusat dan Daerah, Presiden Prabowo Tekankan Kerja Nyata dan Keberpihakan pada Rakyat
Diresmikan Dahulu Baru Muncul Kegiatan Baru dalam Proyek Stadion Mini Gelora Hangtuah
Ahli Pidana: Kasus Pancur Batu Berbeda Jauh dengan Sleman, Penganiayaan Terencana & Bukan Spontanitas
Operasi Keselamatan 2026 TMT 2 sd 15 Februari 2026
Pemerintah Desa Pambang Pesisir Mengucapkan Tahniah Kepada Ahmad Mulhadi Putra Asli Desa Pambang Pesisir
Polrestabes Medan Klarifikasi Isu Viral “Korban Jadi Tersangka”, Ini Fakta Penanganan Perkaranya

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:39 WIB

Pemdes Bantan Air Tekankan Disiplin dan Peduli Lingkungan

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:51 WIB

Bupati Siak Temui Menko Pangan, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan dan Kampung Nelayan Masyarakat Siak

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:20 WIB

Bupati Bengkalis Hadiri Rakornas Pusat dan Daerah, Presiden Prabowo Tekankan Kerja Nyata dan Keberpihakan pada Rakyat

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:13 WIB

Diresmikan Dahulu Baru Muncul Kegiatan Baru dalam Proyek Stadion Mini Gelora Hangtuah

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:17 WIB

Ahli Pidana: Kasus Pancur Batu Berbeda Jauh dengan Sleman, Penganiayaan Terencana & Bukan Spontanitas

Berita Terbaru

Headlines

Pemdes Bantan Air Tekankan Disiplin dan Peduli Lingkungan

Selasa, 3 Feb 2026 - 17:39 WIB