Pemkab Siak Matangkan Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan untuk Petani Bungaraya

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIAK — Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, menegaskan komitmennya dalam mematangkan langkah dan mencari solusi atas persoalan air di Bungaraya, sebagai upaya berkelanjutan untuk memastikan pasokan bagi petani.

“Kami mengajak kita semua serius mengatasi persoalan ini. Secara teknis saya mau ada sistem yang bekerja, ada early warning system, bukan manusia yang harus terus mengecek kanal. Kita tidak mau omong-omong saja, tapi harus ada hasil nyata,” ujar Bupati Afni, saat memimpin rapat di Zamrud Room, Komplek Rumah Rakyat Siak, Jumat sore (5/12/2025).

Afni menjelaskan, meski sebelumnya pihak BWS Sumatera III mengatakan bersedia membantu melalui sumur artesi, persoalan di lapangan membutuhkan solusi cepat dan langkah tegas.

“Kita harus menyiapkan berbagai cara, karena petani terus menjerit-jerit soal kekeringan. Hari ini kita berbagi pengalaman dulu dengan ahlinya. MoU akan kita matangkan dan segera dilakukan,” tegasnya.

Ia minta, semua pihak wajib berkolaborasi, termasuk perusahaan, sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Bupati menekankan pembentukan tim khusus atau Satgas Pengelolaan Air untuk mendiskusikan langkah lebih lanjut, melibatkan PII, perusahaan di Bungaraya seperti PT Balai Kayang Mandiri, PT Rimba Mandau Lestari, dan PT TKWL, camat serta OPD terkait.

Baca Juga :  Bupati Suhardiman Amby Sidak Kawasan Wisata Air Terjun Guruh Gemurai yang Mengalami Banyak Kerusakan

“Kita kejar kolaborasi bersama. Semoga satgas cepat terbentuk agar bisa langsung bekerja sesuai SK Bupati, menghantarkan air ke sawah petani,” tambah Afni.

Dalam sesi diskusi, Dewan Penasihat PII Riau sekaligus mantan Kadis PU Siak, Irving Kahar Arifin, membagikan pengalaman mengenai kondisi wilayah yang dulunya rawa lebat dengan banyak air dan sejarah pengaturan aliran dari Tasik Air Hitam.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara pemerintah dan perusahaan, termasuk pengaturan jadwal pembukaan pintu air, pemanfaatan sumber air melalui water management system, dan dukungan pompanisasi untuk memastikan aliran air ke lahan petani.

“MoU bisa menjadi solusi awal untuk kolaborasi. Perusahaan harus ikut mengatur jadwal pembukaan pintu air dan pemanfaatan sumber air. Saran saya, set pompa kedua diserahkan ke Pemkab agar bisa dikelola langsung,” jelas Irving.

Langkah ini akan menjadi kunci kolaborasi seluruh pihak terkait dalam mewujudkan pengelolaan air yang harmonis dan bermanfaat bagi semua pihak, termasuk petani, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. ***

Berita Terkait

Kapolda Riau bersama Pangdam XIX dan Menteri Kehutanan Bahas Restorasi Gambut dan Karhutla
Polsek Pangkalan Susu Monitoring Pembangunan Jembatan Merah Putih
Perkuat Ketahanan Pangan, Rutan Dumai Kembali Panen Sayur Pakcoy dan Kangkung
GWI Soroti Pemusnahan Barang Bukti Secara Tertutup oleh Kejari Rohul
Polda Riau Perkuat Deteksi Dini dan Patroli, Sejumlah Isu Kamtibmas Jadi Atensi
Peduli Kasih, IPB Kunjungi Korban Laka Lantas, Asali Bawamenewi di Batam
Polres Binjai Tangkap Terduga Pengedar 8 Paket Sabu di Binjai Barat
Jawaban Pemerintah untuk Fraksi PKB Tak Dibacakan, Desi Tantang Satria Mandala Tunjukkan Dasar Aturannya

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:23 WIB

Kapolda Riau bersama Pangdam XIX dan Menteri Kehutanan Bahas Restorasi Gambut dan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 - 17:51 WIB

Polsek Pangkalan Susu Monitoring Pembangunan Jembatan Merah Putih

Rabu, 30 September 2026 - 17:47 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Rutan Dumai Kembali Panen Sayur Pakcoy dan Kangkung

Rabu, 30 September 2026 - 17:41 WIB

GWI Soroti Pemusnahan Barang Bukti Secara Tertutup oleh Kejari Rohul

Rabu, 30 September 2026 - 17:34 WIB

Polda Riau Perkuat Deteksi Dini dan Patroli, Sejumlah Isu Kamtibmas Jadi Atensi

Berita Terbaru