PPRI Yakin Ada Unsur Pidana dan Minta DLHK Riau Libatkan PPNS, Kabid PPLH: Tidak Ada Unsur Pidana Pencemaran Lingkungan Dilakukan PT SKA

- Jurnalis

Rabu, 14 Agustus 2024 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, RIAU, (NVC) – Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Pemimpin Redaksi Intelektual (DPP – PPRI) melalui Ketua Bidang Putra Rezeky, S.PdI mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau melibatkan PPNS karena diduga pencemaran lingkungan PT SKA memenuhi unsur pidana yang mengakibatkan ikan milik warga mati, sudah terjadi lebih dari satu kali dan diduga ada unsur kesengajaan.

Pasalnya, pada laporan pencemaran limbah PT SKA tanggal 4 – 5 Agustus lalu, DLHK Riau hanya menurunkan 2 orang pegawai fungsional pada bidang P4LH.

Putra menilai adanya unsur kelalaian PT. Sumatra Karya Agri (SKA) dimana kajian Tehnis/janji di awal beroperasinya sebuah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tentu adanya rekomendasi atau menyepakati bentuk pengelolaan lingkungan sebuah Pabrik.

“Kita ingin DLHK libatkan juga PPNS dalam peninjauan laporan warga tentang ikan mati diduga akibat limbah perusahaan, jika memenuhi unsur pidana, proses secara hukum pidana, adili managemen perusahaan dipersidangan, agar memiliki efek jera bagi pengusaha, karena disini ada masyarakat yang dirugikan dan sudah terjadi lebih dari satu kali,” ujar Putra.

Sesuai Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelengaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yakni persetujuan Lingkungan, perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air, Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup, pengelolaan Limbah.

Baca Juga :  Polda Riau Tangani 45 Kasus Karhutla, Tersangka Bertambah Menjadi 49 Orang

Dan Undang Undang Pencemaran lingkungan hidup menurut Pasal 1 angka 14 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UU PPLH”).

Dan Jika Perusahaan melakukan pengerusakan lingkungan akibat lalai maka dipidana dengan pidana penjara paling singkat paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 9 (sembilan) tahun dan denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp 9 miliar.

Putra meminta agar DLHK Riau tak hanya menurunkan tim P4LH namun, juga menurunkan tim PPNS, agar jika ditemukan unsur yang memenuhi ranah pidana, dapat diproses secara hukum tidak hanya sanksi administratif saja.

Sementara Plt Kadis LHK Provinsi Riau M. Job Kurniawan ketika dikonfirmasi melalui Kabid Perencanaan Embyarman saat dikonfirmasi apakah dalam peninjau dugaan kerusakan lingkungan mengakibatkan ribuan ikan mati melibatkan PPNS.”Didalam regulasi yang ada itu hanya PPLH,” ujarnya.

Ia juga menyebut tidak ada unsur kelalaian dan pidana dalam pencemaran limbah PT SKA. ***

Editor: RedNVC

Berita Terkait

Tim RAGA Polresta Pekanbaru Tetap Bergerak di Titik Rawan, Cegah Keresahan Warga
Melalui Kampanye Anti Korupsi, Kejari Kuansing Ingatkan ASN Jangan Korupsi
GELPER HOKKI Bear Muncul di BCS Mall Setelah Agustus Lalu Polda Kepri bersama Bareskrim Polri Gerebek KASINO di Batu Selicin
APBD Kuansing Naik Jadi Rp 1,651 Triliun, Fraksi PKB Pertanyakan Tunda Bayar dan Utang Rp 50 Miliar
Polres Langkat Salurkan 100 Sak Material untuk Pembangunan Gereja GBKP Runggun Titi Besi
17 Ranperda Masuk Agenda DPRD, Pemkab Kuansing Percepat Pembahasan Regulasi
Kepala POLRI Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi untuk Indonesia Emas 2045
Cegah 3C dan Balap Liar, Polres Langkat Perkuat Patroli Malam

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 12:38 WIB

Tim RAGA Polresta Pekanbaru Tetap Bergerak di Titik Rawan, Cegah Keresahan Warga

Selasa, 29 September 2026 - 12:32 WIB

Melalui Kampanye Anti Korupsi, Kejari Kuansing Ingatkan ASN Jangan Korupsi

Selasa, 29 September 2026 - 10:26 WIB

GELPER HOKKI Bear Muncul di BCS Mall Setelah Agustus Lalu Polda Kepri bersama Bareskrim Polri Gerebek KASINO di Batu Selicin

Senin, 28 September 2026 - 22:14 WIB

APBD Kuansing Naik Jadi Rp 1,651 Triliun, Fraksi PKB Pertanyakan Tunda Bayar dan Utang Rp 50 Miliar

Senin, 28 September 2026 - 22:10 WIB

Polres Langkat Salurkan 100 Sak Material untuk Pembangunan Gereja GBKP Runggun Titi Besi

Berita Terbaru