PEKANBARU — Belum selesai, Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK-RI) kembali melakukan penggeledahan terhadap Mobil Dinas Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto dan Mobil Dinas Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau di halaman Kantor Gubernur Riau. Senin, (10/11/2025).
Seorang Penyidik KPK tampak memeriksa sejumlah Dokumen dan barang di dalam kendaraan Dinas tersebut.
Penggeledahan dilakukan dengan pendampingan dari Sopir pribadi SF Hariyanto. Pemeriksaan berlangsung teliti, mulai dari ruang Kabin hingga ke bagian bagasi mobil Dinas.
Namun, hingga proses pencarian yang dimulai Pukul 11.00 WIB berakhir pada Pukul 16.30 WIB, tidak terlihat adanya pengambilan Dokumen maupun barang dari kendaraan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak KPK mengenai tujuan serta kaitan penggeledahan Mobil Dinas tersebut dengan Penyidikan kasus dugaan Korupsi yang sebelumnya menyeret Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid.
Sementara petugas keamanan di lingkungan kantor Gubernur mengatakan, kedatangan Penyidik membuat suasana kerja menjadi tegang.
“Suasana pagi tadi, kantor langsung hening begitu mobil KPK datang. Banyak Pegawai memilih tetap di ruangan dan menunggu arahan atasan,” ungkapnya.
Sejak kedatangan tim KPK, area kantor tampak dijaga ketat. Beberapa Pegawai tampak membatasi aktivitas di luar ruangan sambil menunggu informasi resmi dari Pimpinan.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan Mobil Dinas Plt Gubri dan Mobil Dinas Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, dikabarkan KPK mengamankan Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi dan Kabag Protokol, Raja Faisal.
Dikonfirmasi Awak Media nadaviral.com pada Pukul 17.29 WIB, ternyata, HP milik SF Hariyanto sedang dalam kondisi tidak aktif lagi. Namun, usai penggeledahan oleh KPK, SF Hariyanto mengatakan kepada sejumlah Wartawan di kantor Gubernur, bahwa kantor nya tidak digeledah.
“Tidak menggeledah kantor, kegiatan KPK hanya permintaan data saja. Suasana seperti biasa saja, saya di sini ngobrol,” kata SF Hariyanto.
Terpisah, salah satu Aktivis Anti Korupsi mengatakan, KPK tidak berhenti begitu saja menahan dan menetapkan Gubri nonaktif AW.
Apa lagi, ternyata AW tidak terlibat dalam OTT di kantor Dinas PUPR-PKPP Riau, sebab AW berada di lokasi lain saat terjadi OTT, hal itu juga belakangan ini dibenarkan oleh KPK, bahwa AW berada di Barbershop.
“Kita menduga, ada aktor di balik penetapan AW sebagai Tersangka. Kita semakin optimis karena yang di OTT KPK adalah Kadis PUPR-PKPP Riau, Muhammad Arief Setiawan yang tidak pernah dimutasi selama ini bersama 5 orang Kepala UPT Wilayah I, III, IV, V dan IV. Kecuali Kepala UPT Wilayah II, Ardi Irfandi yang baru saja dilantik Bupati Siak Afni sebagai Kadis PUPR Siak,” ungkap sumber yang tidak mau disebut identitasnya, Senin malam.
Ia juga menghimbau agar Masyarakat Riau tetap tenang dan tidak terprovokasi serta sebaliknya tidak memprovokasi, kenyamanan, ketenangan dan kesejukan harus tetap berjalan.
“Kasus penangkapan dan penetapan status Tersangka terhadap Gubernur Riau Ke-4 kali ini, adalah kasus paling menggemparkan di tengah Masyarakat Riau karena cerita OTT nya terbilang unik dan membuat Rakyat penasaran. Namun mari lah kita tetap tenang dan menunggu proses hukum selanjutnya,” ungkapnya.
Ia merasa sangat yakin dan optimis, bahwa penangkapan Gubernur Riau nonaktif diwarnai oleh skenario politik jahanam, persaingan tidak sehat, kepentingan pribadi dan kelompok.
“Namun demikian, saya tidak mendahului, tetapi saya merasa skenario ini bahkan sudah terpikir oleh oknum tertentu sejak dimulainya pertarungan pada Pilgubri sebelumnya. Bahkan ada pernyataan mengejutkan dari salah satu Peserta Pilgubri mengatakan “Kita Lihat Saja Nanti Siapa Gubernurnya”. Kita lihat saja apa yang akan terjadi dalam proses hukum ke depan,” ujarnya sambil tersenyum. (Tim)
Editor : Redaksi






















