Nias Utara, (NVC) — Keluhan warga dari sebaran debu dampak dari pembangunan Peningkatan struktur ruas jalan Provinsi. Penghubung antara Kota Gunungsitoli hingga Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara. Keluhan ini terutama oleh warga Gunungsitoli, terlebih warga Kecamatan Gunungsitoli Utara dan pengguna jalan, beberapa hari belakangan ini.
Namun masalah debu yang keluhkan akibat proyek peningkatan jalan Provinsi dari Gunungsitoli-Afia dan Afia -Tuhemberua akhirnya mendapat perhatian dari Salah seorang Anggota Legislatif. Proyek senilai lebih 67 miliar rupiah, yang dikerjakan oleh PT. Mitra Agung Indonesia dan PT. Multi Pilar Indah Jaya, kini tampak lebih serius dalam melakukan mitigasi debu.
Pantauan tim jurnalis di lapangan pada Sabtu (20/9/2025) memperlihatkan perubahan signifikan. Tampak Dua armada tangki dengan rutin menyirami jalan, kontradiksi dengan kondisi sebelumnya yang memicu gelombang protes dari warga, aktivis lingkungan, LSM, dan media.
Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Ridwan Saleh Zega, yang selama ini vokal menyuarakan keluhan masyarakat, menyambut baik langkah dilakukan Rekanan dalam menyikapi keluhan warga.
“Kita bersyukur pembangunan ini berjalan. Namun, kami tetap mengingatkan kontraktor untuk rutin menyiram jalan agar debu tidak mengganggu aktivitas warga,” tegasnya saat ditemui. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan dalam setiap proyek pembangunan.” Harapnya. Sabtu (20/9/2025).
Tak hanya masalah debu, Ridwan Saleh biasa di panggil (Ama Dilman) oleh warga Gunungsitoli Utara juga menyoroti pengelolaan material sisa pengikisan drainase. Ia mengingatkan kontraktor, melalui pengawas proyek, agar tidak membuang material sembarangan demi menjaga kelestarian lingkungan.

Berharap adanya bangunan pendukung Perbaikan gorong-gorong di Desa Olora Dusun Tiga juga menjadi perhatiannya, dengan harapan dapat meningkatkan fungsi drainase dan mencegah banjir yang berpotensi merusak jalan.
Syarifudidin Halawa, warga Desa Olora, mengungkapkan rasa syukur atas upaya penyiraman rutin dari Kontraktor.
“Alhamdulillah, debunya sudah jauh berkurang. Semoga kegiatan ini terus dilakukan sampai proyek selesai,” ujarnya. Dampak positifnya kini mulai dirasakan: kualitas udara membaik, risiko gangguan pernapasan berkurang, dan lingkungan sekitar menjadi lebih bersih.
Dengan adanya respons positif dari kontraktor dan pengawasan yang ketat, diharapkan proyek ini dapat berjalan lancar, meminimalkan dampak negatif, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Gunungsitoli dan Nias Utara.
Tim akan terus memantau perkembangan proyek ini dan melaporkan secara mendalam kepada publik. (Jamil Mendrofa).






















