Dana BOS SMKN 1 POGALAN Diduga di Mark-Up Oknum Kuasa Pengguna Anggaran

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRENGGALEK – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMKN 1 POGALAN dari tahun 2023-2024 sebesar Rp 6.370.880.000, diduga dikorupsi dengan modus Mark-Up Anggaran belanja di beberapa Komponen.

Menurut informasi data yang dapat dipercaya, pada tahun 2023 Tahap 1 dan 2 mendapatkan kucuran dana bos sebesar Rp 3.175.120.000,.

Ada beberapa komponen, diduga anggaranya tidak diyakini kebenarannya yaitu;

a. Komponen administrasi kegiatan sekolah tahun 2023 sebesar Rp 1.065.201.658,.

b. Komponen pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan tahun sebesar Rp 29.394.250,.

c. Komponen pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah tahun 2023 sebesar Rp 458.970.588,.

d. Komponen pembayaran honor tahun 2023 sebesar Rp 153.705.000,.

Tahun 2024 Tahap 1 dan 2 dengan Anggaran sebesar Rp 3.195.760.000

a. Komponen pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan Tahun 2024 sebesar Rp 1.130.940.543,.

b. Komponen pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan Tahun 2024 sebesar Rp 23.236.200,.

c. Komponen pemeliharaan sarana dan prasarana Tahun 2024 sebesar Rp 530.269.335,.

Baca Juga :  Bupati Bengkalis Kasmarni Ikuti Apel Siaga Karhutla Tahun 2025

d. Komponen pembayaran honor Tahun 2024 sebesar Rp 217.690.000,.

Komponen tersebut diduga hanya modus Oknum Kepala SMKN 1 dan beberapa stafnya, untuk mengelabui pemerintah dan masyarakat khususnya wali murid, agar mendapatkan keuntungan besar guna memperkaya diri.

Pada saat di konfirmasi, Kepala SMKN 1 POGALAN, Supriadi melalui telepon/pesan WhatsApp pada hari Selasa (24/6/2025), tidak memberikan jawaban/tanggapan apapun.

Terkait hal tersebut, salah satu Aktivis Anti Korupsi mengatakan, supaya penegak hukum dapat segera menindaklanjuti terkait dugaan korupsi dana BOS tahun 2023-2024 di SMKN 1 POGALAN, diduga merugikan Negara hingga ratusan juta.

“Kita minta kepada APH, BPKP dan BPK RI di Provinsi Jawa Timur segera melakukan penyelidikan, pemeriksaan, memanggil dan memeriksa Kepala SMKN 1 POGALAN. Kita optimis pernyataan keras Presiden Prabowo, bahwa tidak boleh Korupsi uang Rakyat, apa lagi di Bidang Pendidikan,” tegasnya. Rabu, (19/11/2025). (Tim/Wwn)

Editor : Redaksi — Bersambung…

Berita Terkait

GWI Kecam Keras Sejumlah Oknum Meminta Uang kepada Korban Penganiayaan!!
Ketua DPRD Pelalawan Ikuti Retreat di Jawa Tengah, Tingkatkan Jiwa Kepemimpinan Daerah
Parah! Oknum Wartawan Inisial O Laia Tipu dan Peras Lefistina Zalukhu Isteri Korban Penganiayaan
Galian C Diduga Ilegal Penyebab Meninggalnya Warga, Keluarga Korban Tuding Polsek Kulim Biarkan Pelaku Bebas, Alat Berat Tak Diamankan
IKKS Inhu Siap Sukseskan MTQ Riau di Kuansing, Komitmen Jadi Kekuatan Perantau untuk Daerah
Sinergi Taktis Brimob dan Polda Sumut Matangkan Sispamkota Lewat Tactical Floor Game
Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Wafat, Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam
Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Gerebek Sarang Narkoba di Klambir V, 3 Orang Diamankan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 12:02 WIB

GWI Kecam Keras Sejumlah Oknum Meminta Uang kepada Korban Penganiayaan!!

Minggu, 19 April 2026 - 10:19 WIB

Ketua DPRD Pelalawan Ikuti Retreat di Jawa Tengah, Tingkatkan Jiwa Kepemimpinan Daerah

Sabtu, 18 April 2026 - 22:44 WIB

Parah! Oknum Wartawan Inisial O Laia Tipu dan Peras Lefistina Zalukhu Isteri Korban Penganiayaan

Sabtu, 18 April 2026 - 21:43 WIB

Galian C Diduga Ilegal Penyebab Meninggalnya Warga, Keluarga Korban Tuding Polsek Kulim Biarkan Pelaku Bebas, Alat Berat Tak Diamankan

Sabtu, 18 April 2026 - 18:23 WIB

IKKS Inhu Siap Sukseskan MTQ Riau di Kuansing, Komitmen Jadi Kekuatan Perantau untuk Daerah

Berita Terbaru