Pelatihan Jurnalistik Se-Indonesia, Diikuti 13 Provinsi, Dirut PJC: Kompetensi Wartawan Diharapkan Meningkat Tajam

- Jurnalis

Jumat, 6 September 2024 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, (NVC) — Lembaga Pendidikan Wartawan Pekanbaru Journalist Center (PJC) sukses menggelar pelatihan Jurnalistik Se-Indonesia tahap III, Kamis, (5/9/2024) pagi.

Direktur Pendidikan PJC Abdul Kadir, S. Pd., M. Pd., M.I.Kom mengatakan, pelatihan jurnalistik ini diikuti peserta dari 13 Provinsi yang ada di Indonesia.

Diantaranya peserta dari Aceh, Bengkulu, Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Papua Barat dan Provinsi Riau.

Menurut Abdul, pelatihan jurnalistik ini dilaksanakan dalam bentuk on-line dengan tujuan agar bisa diikuti oleh peserta dari luar daerah.

“Ini merupakan program rutin yang ada di PJC. Ini sudah kali ketiga kita laksanakan,” kata Abdul saat ditemui di Markas PJC Pekanbaru di kompleks Perumahan Duta Mas.

Kali ini pesertanya sambung Abdul, terdiri dari berbagai latar belakang profesi.

“Bukan hanya wartawan yang ikut. Tapi ada dari TNI, advokad, dosen, mahasiswa, pengusaha,” pungkasnya.

Dibimbing Instruktur Berpengalaman

Abdul Kadir menjelaskan, pelatihan ini, dipandu oleh Instruktur berpengalaman jadi wartawan selama hampir 40 tahun,

“Merupakan penulis buku-buku jurnalistik. Seorang Master Trainer dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Beliau adalah Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H., MT. BNSP., C.PCT,” jelasnya.

Live dari Markas PJC Pekanbaru

Pelatihan jurnalistik dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB.

Narasumber Utama pelatihan jurnalistik Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H., MT. BNSP., C.PCT dalam paparannya mengatakan, wartawan dalam melaksanakan tugas harus patuh dan taat pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Menurut Wahyudi, ada 11 pasal KEJ yang harus dibaca, ditaati dan diterapkan di dalam pemberitaan.

“Pasal 1 menyatakan wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk. Beritanya harus berimbang. Jangankan menulis berita bohong beritikad buruk saja tidak boleh,” kata Wahyudi saat memberikan materi pelatihan jurnalistik.

Baca Juga :  Wabup Siak Syamsurizal Gelar Khitanan Massal dan Syukuran di Kecamatan Sungai Apit

Wahyudi mengatakan, wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asal praduga tak bersalah.

“Jadi harus konfirmasi. Kita sering membaca berita yang menyebutkan, hingga berita ini diterbitkan, narasumber belum bisa ditemui. Kalau belum bisa ditemui jangan dimuat dulu. Tunggu sampai dapat. Saya pernah menunggu Gubernur selama 21 hari hanya untuk mendapatkan konfirmasi langsung,” kata Wahyudi yang juga Direktur Utama PJC itu.

Cara Praktis Menulis Berita

Wahyudi dalam paparannya mengatakan, kemapuan menulis berita harus terus ditingkatkan melalui belajar dan terus belajar.

 

Menulis berita di media on-line kata Wahyudi, harus patuh menggunakan bahasa jurnalistik.

“Beritanya singkat padat dan jelas. Dimulai dari kelengkapan unsur 5 W + 1 H. Kemudian sewaktu menulis berita di media on-line harus menggunakan format rata kiri saja. Bukan rata kanan apalagi rata tengah,” katanya.

Selanjutnya sambung Wahyudi, menulis berita bisa menggunakan sistem piramida terbalik.

“Unsur paling penting diletakkan di bagian atas karena dulu sewaktu berita diterbitkan di koran, kadangkala karena ruang terbatas mengharuskan seorang redaktur memotong berita,” sambungnya.

Ke depan sebut Wahyudi, setelah peserta mengikuti pelatihan ini diharapkan kompetensi wartawan mengalami peningkatan.

“Sehingga berita yang dihasilkan lebih berkualitas,” pungkasnya.

Komentar Peserta

Yudi Eka Priatna Anggota Penerangan Korem 064/MY Banten yang turut mengikuti Pelatihan Jurnalistik itu mengaku, sangat termotivasi terhadap materi yang telah disampaikan narasumber.

“Pelatihan ini sejalan dengan tugas saya di Penerangan Korem,” terangnya di sela-sela sesi pelatihan.

Pelatihan ini kata Yudi sangat bermanfaat dan mendukung tugasnya di bidang penerangan.

“Terutama untuk bisa menulis berita yang baik dan benar, mudah mudahan saya bisa menularkan ke rekan-rekan yang lain,” pungkasnya.

Sumber : PJC

Editor    : Bomen

Berita Terkait

GWI Kecam Keras Sejumlah Oknum Meminta Uang kepada Korban Penganiayaan!!
Ketua DPRD Pelalawan Ikuti Retreat di Jawa Tengah, Tingkatkan Jiwa Kepemimpinan Daerah
Parah! Oknum Wartawan Inisial O Laia Tipu dan Peras Lefistina Zalukhu Isteri Korban Penganiayaan
Galian C Diduga Ilegal Penyebab Meninggalnya Warga, Keluarga Korban Tuding Polsek Kulim Biarkan Pelaku Bebas, Alat Berat Tak Diamankan
IKKS Inhu Siap Sukseskan MTQ Riau di Kuansing, Komitmen Jadi Kekuatan Perantau untuk Daerah
Sinergi Taktis Brimob dan Polda Sumut Matangkan Sispamkota Lewat Tactical Floor Game
Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Wafat, Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam
Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Gerebek Sarang Narkoba di Klambir V, 3 Orang Diamankan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 12:02 WIB

GWI Kecam Keras Sejumlah Oknum Meminta Uang kepada Korban Penganiayaan!!

Minggu, 19 April 2026 - 10:19 WIB

Ketua DPRD Pelalawan Ikuti Retreat di Jawa Tengah, Tingkatkan Jiwa Kepemimpinan Daerah

Sabtu, 18 April 2026 - 22:44 WIB

Parah! Oknum Wartawan Inisial O Laia Tipu dan Peras Lefistina Zalukhu Isteri Korban Penganiayaan

Sabtu, 18 April 2026 - 21:43 WIB

Galian C Diduga Ilegal Penyebab Meninggalnya Warga, Keluarga Korban Tuding Polsek Kulim Biarkan Pelaku Bebas, Alat Berat Tak Diamankan

Sabtu, 18 April 2026 - 18:23 WIB

IKKS Inhu Siap Sukseskan MTQ Riau di Kuansing, Komitmen Jadi Kekuatan Perantau untuk Daerah

Berita Terbaru