KAMPAR, (NVC) — Sabtu, 19 Oktober 2024. Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA HIMABIO 2024) resmi meluncurkan Sarana Edukasi Rumah Kupu-Kupu dan Budidaya Lebah Tanpa Sengat (Kelulut) di Ekowisata Hutan Larangan Adat Imbo Putui, Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.
Acara peresmian ini dimulai pada pukul 09:00 hingga 12:00 WIB dan dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari Siswa/i SD dan SMP setempat hingga Tokoh Masyarakat serta Pegawai Pemerintahan.
Pemotongan pita yang menandai peresmian Rumah Kupu-Kupu dilakukan di depan lokasi Rumah Kupu-Kupu oleh Ibu Novia Gesrian Tuti, M.Si, selaku Dosen Pendamping PKK ORMAWA HIMABIO 2024.
Beliau didampingi oleh Bapak Said Muhammad Faisal, S.H, Kepala Urusan Pemerintahan Desa Petapahan, dan Bapak Said, Ketua Lembaga Pengelola Hutan Adat.
Dalam sambutannya, Bapak Said Muhammad Faisal, S.H mengungkapkan bahwa program ini membuka peluang baru bagi keberlanjutan Ekowisata Hutan Adat Imbo Putui.
“Dengan adanya Sarana Edukasi seperti Rumah Kupu-Kupu dan Budidaya Lebah Kelulut, kita berharap dapat meningkatkan daya tarik wisata yang pada akhirnya mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di sekitar Hutan Adat Imbo Putui, khususnya Desa Petapahan. Selain itu, program ini diharapkan bisa menjaga dan melestarikan lingkungan hutan adat yang menjadi warisan kita bersama,” ujarnya.
Hadir dalam acara tersebut, para siswa SD Negeri 001 dan SMP Negeri 006 Desa Petapahan tampak antusias menikmati kegiatan Edukasi dan memperkaya pengetahuan mereka tentang Kupu-Kupu dan Tahapan Perkembangan Hidupnya serta bagaiman cara membudidayakan lebah tanpa sengat (kelulut).
Turut hadir juga para anggota Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) serta perangkat desa lainnya, seperti Ketua RT dan RW di lingkungan Desa Petapahan, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap program ini.
Peresmian ini menandai langkah awal pengembangan Fasilitas Edukasi di kawasan Ekowisata yang dapat menjadi inspirasi bagi pelestarian alam sekaligus peningkatan perekonomian lokal.
Rumah Kupu-Kupu dan Budidaya Lebah Kelulut diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dan memperkuat eksistensi Ekowisata Hutan Adat Imbo Putui sebagai destinasi wisata edukatif di Kabupaten Kampar. ***
Sumber : ORMAWA HIMABIO
Editor : Red






















