Pesisir Barat, (NVC) — Pengelolaan dan pengembangan sistem penyediaan Air Minum (SPAM) yang ada di Pekon Kampung Jawa mangkrak dan tidak ada azaz manfaatnya buat Masyarakat pekon kampung jawa kecamatan pesisir tengah krui.kabupaten Pesisir Barat. Selasa (23 /7/2024).
Padahal SPAM adalah salah satu Program yang di laksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia dan Program ini di laksanakan di wilayah pedesaan dan pinggiran kota,yang perlu kita ulas dan kita ketahui bersama,bahwa sumber dana SPAM bersumber dari Pemerintah Pusat,Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa melalui APBN,serta kontribusi masyarakat
Hibah SPAM di kelola oleh Kelompok Pengelola Sarana Prasarana Air Minum dan Sanitasi (KPSAMS) melalui Kelompok Keswadayaan Masyarakat(KKM)yang berpedoman pada tupoksi Satuan Pelaksana(Satlak).
Dengan adanya (SPAM) di harapkan masyarakat bisa mengakses pelayanan Air minum dan yang berkelanjutan serta meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat tetapi sangat kita sayangkan keseriusan dan perhatian serta kepedulian Pemerintah untuk mengadakan Program (SPAM) justru banyak di manfaatkan oleh oknum-oknum tertentu dan di duga untuk ajang korupsi serta mencari keuntungan pribadi dan kelompok.
Khusus di wilayah Pekon Kampung Jawa ini, Kecamatan Pesisir Tengah krui Kabupaten Pesisir Barat ,Yang lokasi nya di gang sunda(pemangku ll dan lll) Pelaksanaan (SPAM) yang di bangun pada tahun 2023 yang selesai di bulan Desember tahun kemarin sampai saat ini belum bisa di rasakan azaz manfaatnya oleh masyarakat Pekon Kampung Jawa.
Menurut keterangan warga setempat yang tidak mau di sebutkan nama nya mengatakan tower penampungan air mengalami kebocoran.bak penampungan air nya bocor tidak dapat menampung air dengan baik.sedangkan waktu itu,setelah jadi dapat di gunakan beberapa hari saja yang dapat di gunakan oleh masyarakat setempat.dan setelah itu tidak dapat di pergunakan lagi,hingga sampai saat ini belum ada perbaikan oleh oknum pelaksana yang di tangani oleh pokmas seangkonan seandanan yang tak bertanggung jawab. Padahal masyarkat setempat sangat membutuhkan sumber air bersih untuk keperluan sehari~ hari nya.

Hal tersebut di benarkan oleh ketua LHP Pekon Kampung Jawa M.Atik dengan adanya pembangunan (SPAM) tersebut justru dirinya
Tidak mengetahui nya dan sangat kecewa dengan pembangunan (SPAM)tersebut.
selaku ketua LHP pekon Kampung Jawa tidak mengetahuinya dan sangat kecewa ,dengan pembangunan (SPAM) tersebut tidak adanya azaz manfaat untuk masyarakat Pekon Kampung Jawa kepada awak media ,kami selaku warga masyarakat sangat-sangat kecewa terhadap kinerja pelaksanaan kegiatan Pembangunan (SPAM) tersebut ,”ungkapnya.
Dari awal tidak ada laporan ke kami selaku LHP untuk pembangunan tower penampung air.jadi saya benar benar tidak tau menahu masalah itu.apa lagi dengan nominal (SPAM) tersebut.berasal dari APBD kabupaten pesisir barat sebesar Rp 425.000.000 jumlah yang sangat fantastis untuk mencari keuntungan pribadi.
Sudah seharusnya pengerjaan dan pembangunan (SPAM) itu lebih bagus lagi karna dalam pengerjaanya oleh kelompok masyarakat setempat dalam pengelolaannya.
Untuk itu kepada dinas yang terkait agar segera turun kelapangan agar tau fakta sebenarnya dan di himbau kepada( APH) untuk kroscek proyek-proyek yang bermasalah dan dapat merugikan masyarakat dan negara jangan sampai tutup mata dan telinga.
Bersambung…
(NEDI.SE)






















