Ekskavator dan Rakit PETI Bebas Merusak Alam di Desa Geringging Sentajo, Belum Ada Tindakan Kapolres Kuansing?

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuansing – Keberadaan Ekskavator bermerk Hitachi warna orange diduga dimiliki seorang yang disebut bernama Rido masih bebas berkeliaran merusak alam lingkungan beserta sekitar delapan rakit Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kilometer Sepuluh, Desa Geringging Baru A1 Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Jum’at(01/05/2026).

Berdasarkan dari informasi dan keresahan ditengah masyarakat, Aktivitas PETI di Desa Geringging Baru A1 Kilometer sepuluh Kecamatan Sentajo Raya itu merupakan aktivitas PETI terbesar di Kecamatan Sentajo Raya.

Padahal baru beberapa waktu dekat ini, Banyak pemberitaan terbit di beberapa media massa dan banyaknya permintaan masyarakat agar Reskrimsus Polda Riau dan Reskrim Polres Kabupaten Kuantan Singingi agar segera bisa turun bertindak guna menangkap Ekskavator bermerk Hitachi diduga dimiliki oleh seorang bernama Rido berasal dari warga Beringin Taluk.

Akan tetapi setelah banyak di informasikan terbit di berbagai berita media massa, Ekskavator bermerk Hitachi tersebut masih saja tampak terlihat bebas berkeliaran tanpa penindakan.

Namun, Malah tampak dengan sengaja selalu berhasil mengelabui Aparat Penegak Hukum (APH )dengan cara di disembunyikan tidak jauh hanya sekitar 300 meter dari Lokasi PETI di Desa Geringing Baru A1 Kecamatan Sentajo Raya, Seakan dengan sengaja leluasa berani menantang penindakan tegas Aparat Penegak Hukum khususnya Reskrim Polres Kabupaten Kuantan Singingi.

Dari hasil Tim Investigasi Media dilapangan, Bukan hanya ada alat berat ekskavator bermerk Hitachi saja yang sengaja merusak alam di Desa Geringging Baru A1 Kilometer sepuluh Kecamatan Sentajo Raya.

Akan tetapi disana juga terdapat sekitar Delapan unit Rakit PETI dalam satu kawasan lokasi khabarnya selalu bekerja siang dan malam hari seakan kebal hukum tanpa tersentuh penindakan tegas sedikitpun dari Aparat Penegak Hukum.

Pada waktu sebelumnya, ketika para pekerja PETI dilokasi di Investigasi oleh tim media untuk mengetahui mengenai kepemilikan Ekskavator bermerk Hitachi yang bebas melakukan aktivitas PETI, dan dengan sangat berani mereka mengatakan ;

Baca Juga :  Video Heboh, Motor Patroli Tabrak Nenek Pejalan Kaki di Medan

“” alat berat ini milik si Ridho, Coba saja telepon dia, Sembari memberikan nomor Hp/Whats Appnya pada Tim Media tanpa rasa takut, Dan ketika Rido di konfirmasi oleh tim media mengenai kebenaran Ekskavator merk Hitachi miliknya dia menjawab dan menjelaskan dengan tegas;

” Iyo bang..” Tulisnya Via pesan Whats App.

Aktivitas terbesar PETI di Desa Geringging Jaya Kilometer Sepuluh Kecamatan Sentajo Raya tersebut merupakan tindak kejahatan dengan Sanksi Pidana berat.

Seperti dijelaskan dalam Undang Undang No. 3 Tahun 2020 tentang Minerba Pasal 158 yang menetapkan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar bagi siapa saja yang melakukan usaha pertambangan tanpa izin (PETI).

Kapolres Kabupaten Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana SH Sik MH melalui Kapolsek Benai IPDA Muhammad Ali Sodiq S.Psi, Saat dikonfirmasi perihal temuan dan hasil investigasi dilapangan ini oleh Tim Media, Langsung merespon dan akan bertindak tegas terhadap aktivitas PETI gunakan Ekskavator bermerk Hitachi diduga dimiliki oleh seorang bernama Ridho beraktivitas di Desa Geringging Baru Sentajo Raya dengan mengatakan:

“”Ya segala laporan/Pengaduan kita terima dan pasti kita lakukan penindakan.” Pungkasnya.

Masyarakat kini juga banyak berharap pada Reskrimsus Polda Riau agar juga dapat segera bertindak tegas.

Berharap untuk turut segera Menyelidiki, Menangkap dan menyita alat berat jenis Ekskavator bermerk Hitachi yang digunakan untuk aktivitas PETI berskala besar beserta diduga pelaku seorang disebut bernama ” Ridho” sebagai pemilik ekskavator orange bermerk Hitachi melakukan aktivitas PETI di wilayah Kilometer sepuluh Desa Geringging Baru Kecamatan Sentajo Raya. (**/Tim)

Berita Terkait

APBD Kuansing Naik Jadi Rp 1,651 Triliun, Fraksi PKB Pertanyakan Tunda Bayar dan Utang Rp 50 Miliar
Polres Langkat Salurkan 100 Sak Material untuk Pembangunan Gereja GBKP Runggun Titi Besi
17 Ranperda Masuk Agenda DPRD, Pemkab Kuansing Percepat Pembahasan Regulasi
Kepala POLRI Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi untuk Indonesia Emas 2045
Cegah 3C dan Balap Liar, Polres Langkat Perkuat Patroli Malam
Kendaraan Dinas DPRD Dicurigai, Sekwan Sebut untuk Ketua, Juprizal: Data BPKAD, itu untuk Ajudan
Sikat Pelaku Curat-Curas dalam 2 Pekan, Polda Sumut dan Jajaran Ungkap 441 Kasus, Tangkap 485
Kapolres Binjai Terima Sertifikat Pelatihan Barista, Dorong Pengembangan Kompetensi Personel

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:14 WIB

APBD Kuansing Naik Jadi Rp 1,651 Triliun, Fraksi PKB Pertanyakan Tunda Bayar dan Utang Rp 50 Miliar

Senin, 28 September 2026 - 22:10 WIB

Polres Langkat Salurkan 100 Sak Material untuk Pembangunan Gereja GBKP Runggun Titi Besi

Senin, 28 September 2026 - 21:16 WIB

17 Ranperda Masuk Agenda DPRD, Pemkab Kuansing Percepat Pembahasan Regulasi

Senin, 28 September 2026 - 19:08 WIB

Kepala POLRI Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi untuk Indonesia Emas 2045

Senin, 28 September 2026 - 19:06 WIB

Cegah 3C dan Balap Liar, Polres Langkat Perkuat Patroli Malam

Berita Terbaru